Skincapedia.com – Garnier Micellar Water Pink dan Biru telah menjadi produk pembersih wajah yang sangat populer di Indonesia selama empat tahun terakhir. Kehadirannya yang konsisten di rak-rak toko, seperti Alfamart, menunjukkan daya tarik yang kuat di kalangan konsumen. Artikel ini akan mengupas tuntas kandungan bahan (ingredients) dari kedua varian Garnier Micellar Water ini untuk memahami perbedaan dan manfaatnya.
Garnier Micellar Water diklaim sebagai micellar water nomor satu di Indonesia. Sejak diluncurkan sekitar empat tahun lalu, produk ini terus ramai diminati. Mari kita telusuri lebih dalam komposisi bahan-bahannya.
Ingredient Garnier Micellar Water Pink
Aqua/Water, Hexylene Glycol, Glycerin, Disodium Cocoamphodiacetate, Disodium EDTA, Poloxamer 184, Polyaminopropyl Biguanide (B162919/4)
|
|
| Garnier Micellar Water Pink. Foto by rizka592005 FD Member |
Penjelasan Ingredients Garnier Micellar Water Pink
Aqua: Berfungsi sebagai pelarut utama dalam formulasi.
Hexylene Glycol: Memiliki beberapa fungsi, termasuk sebagai pelarut, pengencer, pengemulsi, surfaktan, dan juga sebagai preservatives booster.
Glycerin: Berperan sebagai pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan yang membantu menjaga kelembapan kulit.
Disodium Cocoamphodiacetate: Merupakan agen pembersih yang lembut dan ringan. Bahan ini mampu menghasilkan busa yang cukup baik dan direkomendasikan untuk produk bayi serta pembersih yang tidak mengiritasi.
Disodium EDTA: Berfungsi untuk menetralkan ion logam, sehingga menjaga stabilitas dan keawetan formula produk.
Poloxamer 184: Agen pembersih yang lembut. Keunikan molekulnya yang berukuran nano partikel terdiri dari dua bagian: satu bagian menyukai minyak (lipofilik) dan bagian lainnya menyukai air (hidrofilik). Molekul ini dikenal sebagai Micelle, yang efektif mengikat minyak dan mengangkat kotoran dari wajah.
Polyaminopropyl Biguanide: Dikenal juga sebagai PHMB, bahan ini berfungsi sebagai disinfektan sekaligus pengawet dengan spektrum antimikroba yang luas. Meskipun demikian, PHMB merupakan bahan yang kontroversial karena dianggap berpotensi toksik dan karsinogenik.
|
|
| PHMB bersifat toxic. |
Setelah ditelusuri pada database EWG, PHMB mendapatkan skor hijau dengan keterangan “tergantung penggunaannya”. Ini mengindikasikan bahwa keamanan bahan ini sangat bergantung pada konsentrasi yang digunakan dalam produk.
|
|
| Score EWG PHMB: 1-2 artinya cukup nyaman. |
Selain itu, CIR Expert juga menyatakan bahwa PHMB tergolong aman digunakan pada produk kosmetik dengan konsentrasi maksimum 0,3% dan pada produk bayi dengan konsentrasi maksimum 0,1%.
Ingredients Garnier Micellar Water Biru
Aqua/water, hexylene glycol, glycerin, alcohol denat, disodium cocoamphodiacetate, disodium edta, poloxamer 184, polyaminopropyl biguanide
|
|
| Garnier Micellar Water Biru. Foto by mira_purnama FD Member |
Komposisi bahan pada Garnier Micellar Water Biru hampir identik dengan varian Pink. Perbedaan utamanya terletak pada penambahan alkohol denat pada varian biru.
Peran Alkohol Denat pada Micellar Water
Meskipun sering menjadi perdebatan, alkohol memiliki berbagai fungsi penting dalam formulasi kosmetik, antara lain:
- Sebagai pelarut yang sangat baik (great solvent).
- Meningkatkan penetrasi bahan aktif (penetration enhancer).
- Menciptakan formula yang ringan dan nyaman secara kosmetik (cosmetically elegant).
- Berfungsi sebagai astringen dan membantu mengontrol minyak (great astringent and oil control).
- Memiliki sifat antimikroba yang membantu membersihkan kulit dari bakteri dan jamur (disinfect our skin).
- Berperan sebagai penguat pengawet (preservatives booster).
Namun, alkohol juga memiliki efek samping, yaitu dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Alkohol cepat menguap, menetralkan minyak alami kulit, dan memberikan sensasi kulit yang halus serta matte. Oleh karena itu, alkohol lebih cocok digunakan untuk kulit berminyak, seperti pada Garnier Micellar Water Biru yang memang diformulasikan khusus untuk jenis kulit tersebut.
Ada pandangan bahwa meskipun alkohol awalnya baik untuk mengontrol minyak, penggunaan yang terlalu sering dapat membuat kulit menjadi kering. Sebagai respons, kulit justru akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi kulit berminyak. Pendapat ini benar, namun hal ini biasanya terjadi jika pengguna lupa menggunakan pelembap atau hydrating toner setelah penggunaan micellar water beralkohol. Jika kulit tetap terhidrasi dengan baik, kekhawatiran ini dapat diminimalkan.
Frekuensi penggunaan micellar water beralkohol sebanyak dua kali sehari umumnya dianggap wajar dan tidak termasuk penggunaan yang terlalu sering. Oleh karena itu, konsumen tidak perlu terlalu khawatir jika menggunakannya dengan cara yang benar.
Kesimpulan
✔️Kedua varian Garnier Micellar Water memiliki komposisi bahan yang sangat sederhana. Baik Pink maupun Biru tidak mengandung bahan aktif pencerah, anti-inflamasi, penenang kulit (skin soothing), anti-jerawat, atau bahan aktif lainnya. Fokus utama kedua produk ini adalah sebagai agen pembersih (Cleansing).
✔️Keduanya menggunakan agen surfaktan yang lembut dan ringan.
✔️Varian Pink lebih direkomendasikan untuk kulit normal, kering, dan sensitif.
✔️Varian Biru lebih sesuai untuk kulit normal dan berminyak.
✔️Micellar Water Pink memberikan sensasi akhir yang lebih lembap karena kandungan gliserin dan ketiadaan alkohol.
✔️Sebaliknya, Micellar Water Biru dapat dianggap lebih “kuat” dibandingkan varian Pink karena adanya alkohol yang membantu melarutkan minyak dan sisa makeup. Namun, bagi pemilik kulit yang sangat reaktif terhadap alkohol, disarankan untuk menghindarinya.
✔️Kedua produk bebas pewangi (No fragrance).
✔️Keduanya aman untuk fungal acne (fungal acne safe).
✔️Harga kedua varian sangat terjangkau dan mudah ditemukan di mana saja.
❗Varian Biru berpotensi menimbulkan rasa pedih di area mata atau pada luka terbuka karena kandungan alkoholnya.
✔️Produk asli dapat dibeli di Official store.




