Skincapedia.com – Kabar membahagiakan datang dari keluarga selebritas Anang Hermansyah. Dalam momen langka, Anang, sang istri Ashanty, dan putra mereka Azriel Hermansyah kompak mengenakan toga dan merayakan kelulusan akademis bersamaan. Ketiganya menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menyimpan pelajaran berharga bagi banyak orang.
Potret kebersamaan keluarga ini saat wisuda sukses mencuri perhatian publik, memicu diskusi mengenai pentingnya pendidikan dan semangat belajar yang tak lekang oleh waktu. Kelulusan ini lebih dari sekadar simbol pencapaian akademik; ia merefleksikan komitmen keluarga terhadap pertumbuhan pribadi dan saling mendukung dalam meraih mimpi.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, Ashanty mengungkapkan bahwa momen kelulusan ini bukan sekadar tentang gelar atau foto seremonial. Lebih dari itu, ini adalah tentang perjalanan panjang, upaya untuk terus belajar di tengah kesibukan yang padat, serta kekuatan untuk saling menguatkan. “Ini tentang perjalanan. Tentang memilih untuk terus belajar di tengah kesibukan, tentang saling menguatkan, dan tentang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh,” tulis Ashanty, menekankan makna mendalam di balik pencapaian keluarga mereka.
1. Menjunjung Tinggi Nilai Pendidikan di Segala Usia

Kisah keluarga Anang Hermansyah ini menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan dalam karier profesional tidak lantas membuat seseorang berhenti belajar. Anang Hermansyah, yang telah lama dikenal sebagai penyanyi dan musisi senior dengan berbagai lini bisnis, tetap memilih untuk menempuh pendidikan Magister di UNAIR. Dedikasinya menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus mengembangkan diri dan mengejar pengetahuan baru.
Ashanty, yang juga aktif sebagai penyanyi, ibu rumah tangga, dan pebisnis, menunjukkan komitmen serupa. Ia tidak pernah berhenti belajar meskipun disibukkan dengan berbagai peran dalam kehidupannya. Upayanya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah kesibukan ini patut diapresiasi.

Azriel Hermansyah pun tidak ketinggalan. Setelah meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, ia melanjutkan studi ke jenjang Magister Ilmu Politik di UNAIR. Keputusan ini menegaskan bahwa generasi muda pun perlu terus mengasah kemampuan akademis untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Ashanty menambahkan, “Alhamdulillah, Allah izinkan kami merasakan momen yang begitu spesial: wisuda bertiga, satu keluarga. Sebuah kenangan yang akan kami simpan selamanya.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan sebagai bagian integral dari pertumbuhan keluarga dan penciptaan memori indah bersama.
2. Belajar Tak Mengenal Batasan Usia dan Kesibukan

Pencapaian Anang dan Ashanty membuktikan bahwa belajar adalah proses seumur hidup yang tidak terhalang oleh usia maupun kesibukan. Anang Hermansyah berhasil meraih gelar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PDSM) dengan spesialisasi Industri Kreatif pada usia 57 tahun. Semangatnya untuk belajar terlihat dari partisipasinya dalam kerja kelompok dan interaksi dengan mahasiswa yang usianya jauh lebih muda.
Bahkan, Anang sempat viral karena merayakan kelulusannya setelah sidang tesis dengan mengenakan selempang gelar layaknya mahasiswa kekinian. Hal ini menunjukkan bahwa ia menikmati setiap tahapan proses pendidikannya dengan penuh antusiasme.
Sementara itu, Ashanty meraih gelar Doktor di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) pada usia 42 tahun. Ia menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menyelesaikan disertasinya, bahkan turun langsung mewawancarai sejumlah penyanyi legendaris seperti Titi DJ, Ikang Fawzi, Hetty Koes Endang, dan Rhoma Irama. Penelitiannya berfokus pada adaptasi musisi senior di era transformasi digital.
Bidang studi yang dipilih oleh Anang dan Ashanty sangat relevan dengan latar belakang mereka sebagai musisi. Anang mengkaji tata kelola royalti musik, teknologi blockchain, dan direct licensing. Kedua orang tua Azriel ini membuktikan bahwa usia dan kesibukan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik yang gemilang. Keduanya meraih nilai akademis yang sangat memuaskan: Ashanty dengan IPK 3,94 dan Anang dengan IPK 3,96.
3. Kekuatan Dukungan Keluarga sebagai Fondasi Kesuksesan

Pelajaran berharga lainnya yang dapat dipetik dari kelulusan keluarga Anang Hermansyah adalah pentingnya dukungan keluarga. Momen wisuda bersama ini tidak lepas dari kehadiran dan apresiasi yang tulus dari setiap anggota keluarga untuk satu sama lain.
Dalam berbagai unggahan, Ashanty terlihat selalu mendampingi Anang dalam setiap momen penting, termasuk saat sidang tesis. Ia mengungkapkan rasa bangganya melihat suaminya menggali potensi diri. “Hari ini aku bener-bener melihat @ananghijau yang berbeda, dan aku bangga banget bisa ikut menjadi bagian saat kamu menggali potensi lain yang ada di diri kamu…,” tulis Ashanty.
Anang pun tak kalah memberikan dukungan untuk sang istri. Ia setia mendampingi perjalanan kelulusan Ashanty. “Hari ini aku melihat sendiri bagaimana semua lelah, begadang, air mata, sampai sakit-sakit, dan perjuangan itu akhirnya terbayarkan. Bangga sekali melihat kamu sampai di titik ini, sayang. Dr. Ashanty,” ungkap Anang.
Menariknya, Anang sebenarnya telah menyelesaikan studinya pada Januari lalu, namun ia memilih untuk menunggu momen wisuda bersama anak dan istrinya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perjuangan Ashanty. “Terima kasih sudah membuktikan bahwa seorang ibu, istri, dan nenek tetap bisa mengejar mimpi setinggi apa pun. Hari ini bukan cuma tentang gelar, tapi tentang keteguhan hati yang berhasil menaklukkan semuanya. Proud husband. Always,” tambahnya.

Dukungan Anang juga terasa untuk sang putra, Azriel. “Selamat juga buat anakku @azriel_hermansyah usahamu juga luar biasa!” tulis Anang. Ia juga memberikan doa terbaik di ulang tahun Azriel, berharap putranya menjadi pemimpin yang tangguh dan tulus mencintai keluarga.
Kisah keluarga Anang Hermansyah ini menjadi inspirasi bahwa dengan dukungan keluarga yang solid, setiap anggota keluarga dapat meraih mimpi dan kesuksesan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Keluarga Anang Hermansyah telah memberikan contoh nyata bahwa pendidikan adalah investasi berharga yang dapat dikejar kapan saja. Semangat mereka untuk terus belajar dan saling mendukung patut menjadi teladan bagi banyak orang.
