Skincapedia.com – Memahami komposisi produk perawatan kulit adalah kunci untuk memilih yang tepat bagi kebutuhan spesifik Anda. Kali ini, Skincapedia.com akan mengupas tuntas kandungan dari Botanicals Project Toner Kombucha, sebuah produk yang diklaim mampu mengatasi jerawat, melembapkan, dan menyehatkan kulit.
Botanicals Project Toner Kombucha
|
|
| Botanicals Project Toner Kombucha. Sumber: shopee. |
Klaim produk:
- Mengatasi jerawat dan melembabkan kulit. Membuat kulit sehat.
- Tekstur ringan dan mudah menyerap.
- Telah terdaftar di BPOM dengan nomor NA18211204008.
- Mengandung bahan alami, bebas dari zat kimia berbahaya seperti alkohol dan paraben.
- Mampu melakukan eksfoliasi secara alami, sehingga aman untuk semua jenis kulit (For All skin type).
- Produk multifungsi yang praktis, dapat digunakan untuk wajah dan badan.
- Mengangkat sel kulit mati sejak pemakaian pertama.
- Memiliki pH yang seimbang untuk wajah.
- Diformulasikan oleh ahli yang sangat memahami kombucha.
Produk ini ditawarkan dengan harga Rp 49.000 untuk kemasan 100ml.
Penjelasan Ingredients Botanicals Project Toner Kombucha
Ingredients:
Water, black Tea extract ferment (Kombucha), greentea extract, niacinamide, Gluconolactone (PHA), propanediol, butylene Glycol, sodium lactate, vegetable glyserine, salicylic acid (BHA), phenoxyethanol, polysorbate 20, fragrance oil.
Bahan Aktif
black Tea extract ferment (Kombucha).
Fermentasi teh hitam, atau kombucha, dikenal karena kekayaan komponennya yang bermanfaat bagi kulit. Di dalamnya terkandung:
- Antioksidan: seperti phenolic dan flavonoid yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Asam Organik: meliputi asetat, glukonat, laktat, dan suksinat yang berkontribusi pada kesehatan kulit.
- Vitamin: B1, B2, B6, B12, dan C yang esensial untuk fungsi sel kulit.
- Mineral: seperti magnesium dan kalsium.
- Asam Amino: termasuk L-Theanine dan Tryptophan.
- Enzim: seperti hidrolase, lipase, dan amilase yang berperan dalam berbagai proses biokimia.
- Probiotik: dari jenis acetobacter, saccharomyces, brettanomyces, lactobacillus, dan gluconobacter.
greentea extract.
Ekstrak teh hijau memiliki komponen utama berupa polifenol, khususnya katekin. Senyawa ini memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai antioksidan, pelindung dari radiasi UV, antikarsinogenik, dan antiinflamasi. Katekin mampu menghambat kerusakan DNA dan mengaktifkan enzim perbaikan DNA. Selain itu, ekstrak teh hijau juga menunjukkan aktivitas antimikroba. Penggunaan ekstrak teh hijau sebesar 2% diklaim efektif dalam mengatasi jerawat ringan hingga sedang.
niacinamide.
Dikenal juga sebagai Vitamin B3, niacinamide memiliki kemampuan skin brightening, berfungsi sebagai cell-communicator, serta memicu sintesis ceramide yang penting untuk barrier kulit. Sifat anti-inflamasinya juga membantu menenangkan kulit, serta efektif dalam mengatur produksi sebum dan melawan jerawat.
Gluconolactone (PHA).
Sebagai salah satu jenis Polyhydroxy Acid (PHA), gluconolactone berperan dalam memperbaiki tekstur kulit, memberikan hidrasi, dan memiliki properti antioksidan. Sifatnya yang lembut membuatnya cocok untuk penggunaan harian dan dapat bekerja sinergis dengan bahan aktif lain seperti Vitamin C, retinol, AHA, dan BHA, terutama dalam formula anti-aging.
salicylic acid.
Merupakan Beta Hydroxy Acid (BHA) yang efektif dalam mengatasi jerawat dan blackhead. Salicylic acid bekerja dengan cara mengelupas sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, ia juga membantu mengurangi kemerahan, mengontrol produksi sebum, serta menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Bahan pelengkap
- Water: Air sebagai pelarut utama.
- Propanediol: Berfungsi sebagai pelarut, penetration enhancer (membantu penyerapan bahan aktif), dan humektan (menarik kelembapan). Bahan ini berasal dari gula jagung.
- Butylene Glycol: Juga berfungsi sebagai pelarut, penetration enhancer, dan humektan.
- Sodium Lactate: Merupakan garam dari lactic acid yang identik dengan kulit (skin identical) dan berfungsi sebagai humektan. Senyawa ini juga membantu menjaga keseimbangan microbiome kulit.
- Vegetable Glycerine: Gliserin yang berasal dari tumbuhan, berfungsi sebagai pelarut dan humektan yang efektif menjaga kelembapan kulit.
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk menjaga stabilitas produk.
- Polysorbate 20: Berfungsi sebagai pengemulsi.
- Fragrance Oil: Memberikan aroma pada produk.
Kesimpulan
✔️ Botanicals Project Toner Kombucha memiliki total lima bahan aktif utama yang diformulasikan untuk eksfoliasi lembut, menutrisi kulit, dan memberikan perlindungan antioksidan.
✔️ Produk ini ideal untuk penggunaan 2-3 kali seminggu.
✔️ Bebas alkohol.
✔️ Bebas paraben.
✔️ Formula bebas minyak dan non-komedogenik.
✔️ pH produk mendekati pH alami kulit (5-5,5).
Perlu dicatat bahwa efektivitas AHA dan BHA untuk eksfoliasi optimal biasanya membutuhkan pH sekitar 3-4. Jika pH produk lebih tinggi, efek eksfoliasinya cenderung lebih lembut. Perlu diingat bahwa tingkat sensitivitas kulit setiap individu berbeda, sehingga efek yang dirasakan pun bisa bervariasi.
✔️ Produk ini diklaim cocok untuk semua tipe kulit.
Pertanyaan menarik muncul:
Kombucha mengandung probiotik atau bakteri baik yang hidup. Namun, produk ini juga mengandung phenoxyethanol yang bersifat bakterisida (membunuh bakteri). Apakah bakteri baiknya akan mati?
Secara teknis, kemungkinan besar bakteri baik tersebut akan mati. Namun, meskipun bakteri hidupnya tidak ada, komponen hasil fermentasi kombucha seperti enzim, asam organik, asam amino, dan lainnya tetap mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi microbiome kulit (bakteri baik yang hidup di lapisan kulit). Hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan microbiome kulit, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesehatan kulit, termasuk meningkatkan imunitas kulit agar tidak rentan terhadap jerawat.
Dalam konteks ini, kombucha mungkin tidak lagi mengandung probiotik hidup, melainkan postbiotik, yaitu zat metabolisme yang dihasilkan oleh aktivitas probiotik.
Sebenarnya, ada pengawet lain seperti sodium benzoate yang mungkin lebih sesuai untuk produk yang mengandung probiotik. Sifatnya yang bacteriostatic (menghambat pertumbuhan bakteri tanpa membunuhnya) dapat membantu mencegah kontaminasi bakteri patogen. Namun, efektivitasnya mungkin perlu dikombinasikan dengan pengawet lain.
Wallohua’lam 🙏 Kepercayaan pada formulator adalah kunci, karena mereka tentu memiliki pemahaman mendalam mengenai sifat dan formulasi kombucha. 👍🙏
❗Perhatian: Produk ini mengandung fragrance oil. Ada kemungkinan minyak ini adalah essential oil. Meskipun alami, beberapa orang dengan kulit sensitif atau alergi mungkin mengalami reaksi. Sangat disarankan untuk melakukan patch test terlebih dahulu, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
❗Tidak aman untuk fungal acne (MAKSIMAL): Produk ini mengandung polysorbate 20 yang berpotensi memicu fungal acne.

