Home » Manfaat Berkebun yang Diungkap Psikolog

Manfaat Berkebun yang Diungkap Psikolog

Skincapedia.com – Memiliki kesibukan yang mendatangkan kebahagiaan adalah esensi dari sebuah hobi. Di tengah beragam pilihan aktivitas pengisi waktu luang, berkebun muncul sebagai salah satu opsi yang semakin diminati banyak orang.

Tak perlu lahan luas, kegiatan menyentuh tanah ini dapat diadaptasi bahkan di ruang terbatas. Mulai dari memilih jenis tanaman, merawatnya dengan penuh perhatian, hingga menyaksikan pertumbuhannya, berkebun menawarkan sebuah siklus yang memuaskan.

Namun, di balik kesenangannya, berkebun menyimpan segudang manfaat yang sering kali luput dari perhatian. Dr. Gayle MacBride, seorang psikolog ternama, mengungkapkan bahwa aktivitas ini memiliki kekuatan luar biasa dalam merelaksasi tubuh dan pikiran, sekaligus memberikan kesempatan bagi sistem saraf untuk beristirahat sejenak dari hiruk pikuk kehidupan.

Mari kita telusuri lebih dalam tiga manfaat utama berkebun yang diungkapkan oleh Dr. MacBride, sebagaimana dikutip dari publikasi Parade.

1. Mengurangi Stres

Berkebun juga bisa menjadi opsi hobi untuk INFJ menyalurkan ide dan imajinasi mendalamnya di belakang rumah/Foto: Freepik/Jcomp

Menurut Dr. MacBride, berkebun menawarkan sebuah pengalaman yang konkret, terstruktur, dan melibatkan seluruh indra. Fokus pada tugas-tugas fisik seperti menanam, menyiram, atau mencabut gulma, dapat mengalihkan perhatian dari siklus pikiran cemas yang berulang. Aktivitas ini membantu seseorang untuk kembali hadir di momen kini.

Penelitian ilmiah pun telah membuktikan efektivitas berkebun dalam meredakan stres. Sebuah studi perbandingan yang melibatkan partisipan yang menyelesaikan tugas pemicu stres, menunjukkan bahwa mereka yang kemudian berkebun mengalami penurunan kadar kortisol (hormon stres) dan perbaikan suasana hati yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang memilih membaca di dalam ruangan.

2. Meningkatkan Mood

Menanam tanaman atau merawat ruang hijau/Foto: Freepik.com

Rutinitas berkebun secara konsisten dapat membawa perubahan positif pada suasana hati seseorang. Hal ini disebabkan oleh kombinasi berbagai elemen penting yang terkandung di dalamnya. Aktivitas fisik ringan, paparan sinar matahari alami, udara segar, stimulasi indrawi melalui sentuhan dan aroma, serta rasa pencapaian dari setiap kemajuan tanaman, semuanya berkontribusi pada peningkatan mood.

Bahkan tugas-tugas yang terkesan sederhana, seperti menyiram tunas tanaman baru atau memangkas daun herbal, dapat memberikan rasa senang dan kepuasan tersendiri. Dr. MacBride menekankan bahwa manfaat dari “tugas-tugas sederhana” ini sangat berharga, terutama bagi individu yang tengah berjuang dengan kondisi kesehatan mental seperti depresi, di mana rasa kendali dan kemampuan untuk bertindak sering kali terbatasi.

3. Mendukung Mindfulness

Metode Tabulampot, menanam pohon buah dalam pot memberikan kemudahan bagi kamu untuk mengatur nutrisi dan posisi tanaman agar tetap subur di lahan terbatas.

Berkebun secara inheren mendorong praktik mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap momen saat ini. Aktivitas ini secara alami mengalihkan perhatian kita ke lingkungan sekitar, memberikan sebuah fokus yang spesifik bagi pikiran tanpa mudah teralihkan oleh gangguan eksternal.

Dr. MacBride menjelaskan bahwa kegiatan berkebun berfungsi layaknya teknik grounding. Saat kita asyik berkebun, kita akan mengamati detail-detail kecil: warna hijau dedaunan, bentuk unik dari tunas yang baru muncul, hingga pergerakan arah cahaya matahari. Interaksi langsung dengan alam, seperti merasakan tekstur tanah di tangan, mencium aroma bunga, atau merasakan kekasaran batang tanaman, memperdalam koneksi kita dengan lingkungan.

“Alih-alih memaksakan pikiran untuk diam, berkebun menyediakan sebuah wadah yang aman bagi perhatian kita untuk tertuju, dan secara alami membantu menenangkan sistem saraf,” pungkas Dr. MacBride.

Artikel menarik Lainnya