Skincapedia.com – Scarlett kembali mengejutkan pasar kecantikan dengan peluncuran produk terbarunya, Scarlett Glowtening Serum. Serum ini hadir dengan janji untuk mencerahkan, memberikan kilau sehat, serta memperbaiki berbagai masalah kulit seperti bekas jerawat, garis halus, dan flek hitam. Dengan formulasi yang diklaim mengandung 16,5% active ingredients, serum ini patut dicermati kandungan di dalamnya.
Scarlett Glowtening Serum dirancang untuk memberikan solusi komprehensif bagi permasalahan kulit wajah. Klaim utamanya meliputi kemampuan mencerahkan kulit, meningkatkan efek glowing, memudarkan bekas jerawat, menyehatkan kulit, menyamarkan tanda penuaan dini seperti garis halus dan flek hitam, serta memperbaiki skin barrier yang rusak. Produk ini dibanderol dengan harga Rp75.000 untuk kemasan 20ml.
|
|
| Scarlett Glowtening Serum. Sumber: Shopee. |
Untuk penggunaan, disarankan untuk meneteskan 2-3 tetes serum pada wajah, kemudian ratakan dengan pijatan lembut hingga meresap sempurna. Biarkan beberapa saat agar serum bekerja optimal pada kulit.
Penjelasan Ingredients Scarlett Glowtening Serum
Ingredients:
Aqua, Olea Europaea Husk Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Propanediol, Niacinamide, Isopropyl Myristate, Glycerine, Aloe Barbadensis Leaf Extracts, Cetearyl Alcohol, Allantoin, 1,2-Hexanediol, Polyacrylamide, Olus Oil, Glycyrrhiza Glabra Root Extracts, DMDM Hydantoin, Cetearyl Glucoside, C13-14 Isoparaffin, Glyceryl Stearate, Cetyl Alcohol, Ceteareth-33, Tranexamic Acid, Lauric Acid, Calendula Officinalis Flower Oil, Disodium EDTA, PEG-75 Stearate, Caprylhydroxamic Acid, Oleic Acid, Steareth-21, Steareth-2, PPG-15 Stearyl Ether, Poloxamer 407, Laureth-7, Myristic Acid, Steareth-20, Pogostemon Cablin Oil, Pelargonium Roseum Leaf Oil, Eugenia Caryophyllus Bud Oil, Cedrus Atlantica Wood Oil, Citrus Sinenensis Peel Oil Expressed, Lavandula Hybrida Oil, Cinnamomum Zeylanicum Leaf Oil, Canarium Luzanicum Gum Oil, Illicium Verum Fruit Oil, Tocopheryl Acetate, Sodium Metabisulfite.
Bahan Aktif
Olea Europaea Husk Oil
Dikenal juga sebagai olive oil, minyak zaitun kaya akan asam lemak seperti oleic acid, linoleic acid, dan palmitic acid. Kandungan antioksidannya, termasuk polyphenol, tocopherol, carotenoid, dan squalene, menjadikannya pelembap dan nutrisi yang baik untuk kulit, terutama kulit kering.
Niacinamide
Vitamin B3 ini memiliki beragam manfaat untuk kulit, mulai dari mencerahkan (skin-brightening), memicu sintesis ceramide, mengatur produksi sebum, hingga memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jerawat. Niacinamide juga berperan melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV dan bluelight.
Aloe Barbadensis Leaf Extracts
Ekstrak lidah buaya dikenal sebagai pelembap ulung. Kandungan vitamin, antioksidan, mineral, dan enzim di dalamnya membantu menenangkan kulit serta mendukung proses pemulihan luka.
Allantoin
Senyawa alami ini memiliki fungsi sebagai agen anti-inflamasi dan penenang kulit (skin soothing). Allantoin juga efektif dalam membantu proses penyembuhan luka pada kulit.
Glycyrrhiza Glabra Root Extracts
Ekstrak akar manis (licorice) mengandung glabridin yang mampu menghambat pembentukan pigmen. Selain itu, kandungan glycyrrhizin-nya memiliki sifat anti-inflamasi.
Tranexamic Acid
Bahan ini efektif untuk mencerahkan kulit (skin-whitening) dan memiliki sifat anti-inflamasi. Tranexamic acid bekerja dengan cara memblokir pigmentasi yang disebabkan oleh peradangan pasca-jerawat (post-inflammatory) serta menyamarkan flek hitam yang sudah terbentuk.
Calendula Officinalis Flower Oil
Minyak nabati yang diekstrak dari bunga marigold ini memiliki sifat anti-jamur, anti-inflamasi, menenangkan kulit, dan membantu penyembuhan luka.
Pogostemon Cablin Oil
Dikenal sebagai patchouli essential oil, minyak ini memiliki khasiat anti-inflamasi, anti-jamur, dan antibakteri. Patchouli oil juga diklaim dapat membantu produksi kolagen pada kulit.
Pelargonium Roseum Leaf Oil
Merupakan geranium essential oil yang kaya akan antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, dan bersifat astringent.
Eugenia Caryophyllus Bud Oil
Minyak esensial dari kuncup bunga cengkeh ini memiliki sifat antimikroba, anti-jamur, dan pereda nyeri (pain relief). Cengkeh oil juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.
Cedrus Atlantica Wood Oil
Dikenal sebagai cedarwood essential oil, minyak ini memiliki aktivitas antiseptik, anti-inflamasi, dan anti-jamur. Cedarwood oil sangat baik untuk menenangkan kulit kering, kasar, dan gatal, serta membantu merawat kulit berjerawat dan breakout.
Lavandula Hybrida Oil
Minyak esensial lavender ini memiliki properti antibakteri, anti-jamur, dan anti-inflamasi. Manfaatnya antara lain mengurangi jerawat, meratakan warna kulit, dan mengurangi tampilan garis halus.
Cinnamomum Zeylanicum Leaf Oil
Minyak esensial kayu manis yang diekstrak dari daunnya kaya akan antioksidan. Memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan anti-jamur, serta baik untuk merawat kulit berjerawat dan melancarkan sirkulasi darah.
Canarium Luzanicum Gum Oil
Merupakan elemi essential oil yang diekstrak dari getah pohon elemi. Mengandung komponen antibakteri, anti-jamur, antiseptik, dan anti-inflamasi.
Illicium Verum Fruit Oil
Minyak esensial dari buah adas bintang (kembang lawang) ini memiliki kemampuan antibakteri, anti-inflamasi, dan anti-jamur.
Tocopheryl Acetate
Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan, pelembap kulit, dan melindungi kulit dari efek buruk sinar UV. Vitamin E juga membantu melindungi formula serum agar tidak mudah teroksidasi.
Bahan Pelengkap
- Aqua
- Caprylic/Capric Triglyceride: Emollient bertekstur ringan yang berasal dari gliserin dan minyak kelapa, cocok untuk semua jenis kulit.
- Propanediol: Pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan.
- Isopropyl Myristate: Minyak sintetis yang mudah meresap, membantu formula cepat diserap kulit (penetration enhancer), dan mengurangi efek lengket.
- Glycerine: Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
- Cetearyl Alcohol: Alkohol lemak yang berfungsi sebagai emollient, menambah kekentalan formula, sekaligus menstabilkan emulsi.
- 1,2-Hexanediol: Pelarut dan penguat fungsi pengawet (preservatives booster).
- Polyacrylamide: Pengental sintetik yang menambah kekentalan formula.
- Olus Oil: Minyak nabati 100% yang berasal dari caprylic/capric triglyceride dan hydrogenated rapeseed oil. Berfungsi sebagai emollient dan oklusif untuk mengunci kelembapan.
- DMDM Hydantoin: Pengawet yang melepaskan formaldehida dalam jumlah kecil.
- Cetearyl Glucoside: Pengemulsi.
- C13-14 Isoparaffin: Pengemulsi.
- Glyceryl Stearate: Pengemulsi.
- Cetyl Alcohol: Alkohol lemak yang menambah kekentalan dan menstabilkan emulsi.
- Ceteareth-33: Pengemulsi.
- Lauric Acid: Pengemulsi yang berasal dari minyak kelapa. Memiliki aktivitas antibakteri yang efektif melawan bakteri penyebab jerawat.
- Disodium EDTA: Agen pengkelat untuk menetralkan ion logam yang dapat mengganggu kestabilan formula.
- PEG-75 Stearate: Pengemulsi.
- Caprylhydroxamic Acid: Agen pengkelat sekaligus penstabil pH.
- Oleic Acid: Asam lemak omega-9 yang berfungsi sebagai emollient, pengemulsi, dan penetration enhancer. Cocok untuk kulit kering dan matang.
- Steareth-21: Pengemulsi dan penstabil emulsi.
- Steareth-2: Pengemulsi dan penstabil emulsi.
- PPG-15 Stearyl Ether: Emollient.
- Poloxamer 407: Pengemulsi.
- Laureth-7: Pengemulsi.
- Myristic Acid: Pengemulsi.
- Steareth-20: Pengemulsi.
- Citrus Sinenensis Peel Oil Expressed: Minyak esensial jeruk yang diekstrak dari kulitnya. Mengandung limonene sebagai pewangi alami, memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun berpotensi menyebabkan sensitivitas pada sebagian orang.
- Tocopheryl Acetate: Vitamin E yang membantu mencegah oksidasi formula.
- Sodium Metabisulfite: Pengawet.
Kesimpulan
Kesan pertama terhadap Scarlett Glowtening Serum adalah kekayaan kandungannya. Dengan 17 bahan aktif yang teridentifikasi, namun hanya 8 yang ditonjolkan oleh Scarlett (tranexamic acid, niacinamide, aloevera, allantoin, licorice, calendula oil, geranium oil, olive oil), serum ini memiliki formulasi yang cukup kompleks, menyerupai tekstur krim.
Total active ingredients mencapai 16,5%. Jika dibagi merata pada 8 bahan unggulan, diperkirakan masing-masing berkisar 2%, namun ini hanyalah perkiraan kasar.
Bahan utama yang berfungsi sebagai pencerah kulit (skin brightening) dalam serum ini adalah niacinamide, tranexamic acid, dan licorice.
Serum ini mengandung dua jenis minyak: minyak nabati (plant oil) dan minyak esensial (essential oil). Perbedaan karakteristik keduanya penting untuk dipahami.
Plant oil: Mengandung asam lemak, berpotensi berbau tengik jika teroksidasi. Umumnya digunakan sebagai minyak pembawa (carrier oil) untuk mengencerkan minyak esensial.
Yang termasuk plant oil dalam serum ini: olive oil, calendula officinalis flower oil, olus oil.
Essential oil: Diekstrak dari tanaman yang mengandung minyak atsiri, tidak mengandung asam lemak, mudah menguap, sensitif terhadap cahaya dan panas, memiliki aroma khas, serta tidak memiliki masa kedaluwarsa. Penggunaannya harus diencerkan dengan plant oil.
Yang termasuk essential oil dalam serum ini: pogostemon cablin oil, pelargonium roseum leaf oil, eugenia caryophyllus bud oil, cedrus atlantica wood oil, citrus sinenensis peel oil expressed, lavandula hybrida oil, cinnamomum zeylanicum leaf oil, canarium luzanicum gum oil, illicium verum fruit oil.
Sebagian besar minyak esensial memiliki sifat antibakteri, anti-jamur, dan anti-inflamasi.
Karena banyaknya kandungan minyak dalam serum ini, bahan pelengkapnya pun didominasi oleh agen pengemulsi dan penstabil emulsi, yang bertugas menyatukan komponen minyak dan air dalam satu formula.
Scarlett Glowtening Serum memiliki tekstur creamy dan kental, namun diklaim mudah meresap berkat kandungan isopropyl myristate sebagai penetration enhancer. Namun, daya serapnya yang tinggi juga menjadikannya memiliki potensi komedogenik tinggi.
Produk ini tidak mengandung alkohol dan paraben.
Perlu diperhatikan bahwa serum ini mengandung natural fragrance dari beberapa minyak esensial. Bagi individu yang sensitif atau memiliki alergi terhadap minyak esensial, disarankan untuk melakukan patch test terlebih dahulu.
Serum ini tidak oil-free.
Terdapat dua bahan dengan potensi komedogenik level tinggi:
- Olive oil (level 0-2)
- Isopropyl Myristate (level 5)
- Lauric Acid (level 4)
- Cetearyl Alcohol (level 2)
- Cetyl Alcohol (level 3)
- Steareth-2 (level 2)
- Steareth-20 (level 2)
- Myristic Acid (level 3)
Skala komedogenik: Level 2 (kemungkinan menyumbat pori), Level 3 (mungkin menyumbat pori), Level 4 (cenderung menyumbat pori), Level 5 (jelas menyumbat pori).
Serum ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung:
- Olive oil
- Isopropyl Myristate
- Lauric Acid
- Glyceryl Stearate
- Oleic Acid
- PEG-75 Stearate
- Myristic Acid
Secara pribadi, serum ini lebih direkomendasikan untuk pemilik kulit normal hingga kering, serta kulit yang tidak rentan terhadap komedo.
Beli produk ORI di Official Store.

