Home » Glowlabs Physical Sunscreen SPF 50 PA+++: Cek Ingredientsnya!

Glowlabs Physical Sunscreen SPF 50 PA+++: Cek Ingredientsnya!

Glowlabs Physical Sunscreen SPF 50 PA+++: Cek Ingredientsnya!

Skincapedia.com – Memilih tabir surya yang tepat adalah langkah krusial dalam rutinitas perawatan kulit, terutama untuk melindungi dari paparan sinar ultraviolet yang berbahaya. Glowlabs Physical Sunscreen SPF 50 PA+++ hadir sebagai salah satu pilihan di pasar, menawarkan perlindungan fisik dengan klaim cocok untuk berbagai jenis kulit. Artikel ini akan mengupas tuntas kandungan di balik produk ini untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para pembaca.

Glowlabs Physical Sunscreen SPF 50 PA+++ bekerja dengan prinsip dasar physical sunscreen, yaitu membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang berfungsi memantulkan sinar matahari sebelum sempat menembus lapisan epidermis. Formulasi produk ini didukung oleh beberapa bahan aktif utama yang diklaim memberikan manfaat lebih dari sekadar perlindungan UV.

Glowlabs Physical sunscreen. Sumber: shopee

Bahan-bahan unggulan yang disematkan dalam sunscreen ini antara lain:

  • Nano Titanium Dioxide: Berfungsi sebagai agen filter UV spektrum luas (Broad Spectrum) yang efektif. Ukuran partikelnya yang nano diklaim membuat tekstur produk terasa ringan di kulit.
  • Tricholoma Matsutake Extract: Dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Ekstrak ini juga diklaim dapat merangsang regenerasi sel kulit baru, meremajakan kulit, serta membantu mengatasi masalah jerawat.
  • Blue Oléoactif®: Bahan ini diformulasikan untuk melindungi kulit dari efek negatif blue light yang dipancarkan oleh perangkat digital, serta dari polusi debu dan asap kendaraan.
  • WhiteTen: Sebuah kompleks bahan yang diklaim memiliki kemampuan mencerahkan kulit.
  • Bisabolol: Dikenal luas karena sifatnya yang menenangkan kulit dan membantu meredakan iritasi, serta mendukung proses regenerasi kulit.
  • Centella Asiatica & Lactokine™: Kombinasi bahan ini bertujuan untuk menenangkan kulit dan mengurangi potensi reaksi iritasi.

Produk ini hadir dalam kemasan 30ml dengan harga sekitar Rp83.000.

Analisis Mendalam Komposisi Glowlabs Physical Sunscreen

Daftar Lengkap Ingredients:

Aqua, Isopropyl Myristate, Methyl Propanediol, Centella Asiatica Extract, Glycerin, Alumunium Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Titanium Dioxide, Polyacrylamide, Niacinamide, C13-14 Isoparaffin, Chlorphenesin, Ethylhexyglycerin, Acethylglucosamine, Camellia Japonica Leaf Extract, Tricholoma Matsutake Extract, Molus Alba Bark Extract, Broussonetia Papyrifera Bark Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Rhus Semialata Extract, Phyrus Malus Fruit Extract, Caprylhydroxamic Acid, Laureth-7, Sodium Hyaluronate, Lactose, Palmitoyl Tripeptide-1, Gylcine Soja Oil, Polyglyceryl-3, Diisostearate, Oriza Sativa Extract, Milk Protein, Dimethylmethoxy Chromanyl Palmitatae, Bisabolol, Borago Officinalis Seed Oil, 4-Butylresorcinol, Hydrolized Corn Starch, Beta Vulgaris Root Extract, Lecithin, Arginine, Dextrin.


Peran Bahan Aktif dalam Formulasi

Centella Asiatica Extract: Bahan populer dalam perawatan kulit berkat kemampuannya menenangkan (skin soothing), memicu produksi Natural Moisturizing Factor (NMF), meredakan inflamasi, dan mempercepat penyembuhan luka.

Niacinamide: Multi-tasking ingredient yang dikenal sebagai pencerah kulit, pendukung produksi ceramide, pengatur sebum, anti-inflamasi, dan anti-jerawat.

Acetyl Glucosamine: Berkontribusi dalam mencerahkan dan menghidrasi kulit.

Camellia Japonica Leaf Extract (Ekstrak Tsubaki): Mengandung senyawa triterpene glycoside dan camellioside yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Manfaatnya meliputi perlindungan dari polusi, anti-inflamasi, menenangkan kulit, dan anti-aging. Gallic acid di dalamnya juga melindungi dari UVB dan menghambat produksi melanin.

Tricholoma Matsutake Extract: Seperti yang disebutkan sebelumnya, ekstrak ini berperan sebagai agen anti-inflamasi, antioksidan, antibakteri, serta mendukung regenerasi dan peremajaan kulit.

Moros Alba Bark Extract (Ekstrak Kulit Mulberry): Memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat menenangkan kulit iritasi. Flavonoid dan oxyresveratrol di dalamnya potensial memudarkan noda dan meratakan warna kulit.

Broussonetia Papyrifera Bark Extract (Ekstrak Paper Mulberry): Mengandung kazinols dan broussonin C yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Ekstrak ini juga dikenal sebagai penghambat enzim tyrosinase, yang berperan dalam produksi melanin.

Camellia Sinensis Leaf Extract (Ekstrak Green Tea): Kaya akan antioksidan (terutama EGCG), memiliki efek menenangkan, anti-inflamasi, astringen, dan antibakteri.

Rhus Semialata Extract (Ekstrak Galla Chinensis): Mengandung gallotannins yang bersifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba.

Pyrus Malus Fruit Extract (Ekstrak Buah Apel): Penting untuk kesehatan kulit karena kandungan antioksidan, vitamin, protein, pati, gula, dan garam. Memberikan efek melembapkan, menghaluskan, dan melindungi dari UV. Kandungan asamnya (malic dan gallic acid) berfungsi sebagai mild exfoliant, pencerah, dan antibakteri.

Sodium Hyaluronate: Merupakan komponen identik kulit yang berfungsi sebagai humektan, sangat baik untuk menjaga kelembapan dan mendukung integritas skin barrier.

Palmitoyl Tripeptide-1: Sebuah peptida yang bertugas sebagai cell communicator, mengirimkan sinyal kepada kulit untuk meningkatkan produksi kolagen.

Glycine Soja Oil (Minyak Kedelai): Mengandung asam lemak esensial seperti linoleic acid yang baik untuk skin barrier, oleic acid untuk nutrisi kulit, dan linolenic acid yang bersifat anti-inflamasi.

Oriza Sativa Extract (Ekstrak Beras): Memberikan manfaat antioksidan, anti-inflamasi, dan menenangkan kulit.

Milk Protein (Lactokine™): Memiliki sifat menenangkan, menyejukkan, merevitalisasi kulit, dan membantu mengurangi pigmentasi.

Dimethylmethoxy Chromanyl Palmitate (ChromaBright): Merupakan antioksidan super poten dan pencerah kulit, bahkan diklaim lebih kuat dari Vitamin E dan ferulic acid. Fungsinya melindungi sel kulit dari kerusakan, menangkal radikal bebas akibat paparan UVA, serta memiliki efek anti-aging.

Bisabolol: Kembali hadir untuk memberikan efek menenangkan dan anti-inflamasi.

Borago Officinalis Seed Oil: Minyak biji borage kaya akan antioksidan, melembapkan, menutrisi kulit, dan bersifat anti-inflamasi.

4-Butylresorcinol: Bahan aktif dengan kemampuan antioksidan dan pencerah kulit.

Beta Vulgaris Root Extract (Ekstrak Bit): Kandungan zat besi, fosforus, dan proteinnya dapat memberi rona pada kulit, menjaga kehalusan, mencegah jerawat, dan kaya akan antioksidan.

Arginine: Asam amino yang berfungsi sebagai antioksidan kuat, humektan, dan pendukung produksi kolagen.

Agen Sunscreen Utama

Titanium Dioxide: Merupakan salah satu dari dua agen utama dalam physical sunscreen (mineral sunscreen). Spektrum perlindungannya luas, efektif melindungi dari UVB dan UVA dengan cara memantulkan sinar matahari. Keunggulannya termasuk keamanan, stabilitas foto, dan sifat penyerap minyak (oil absorbent) yang membantu efek mattifying.

Bahan Pelengkap yang Mendukung Formulasi

  • Aqua: Basis utama formulasi.
  • Isopropyl Myristate: Minyak sintetis yang mudah meresap, berfungsi sebagai penetration enhancer dan mengurangi rasa lengket atau greasy.
  • Methyl Propanediol: Bertindak sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • Glycerin: Pelarut, bahan identik kulit, dan humektan yang efektif menarik kelembapan.
  • Alumunium Hydroxide: Berfungsi sebagai opacifier (memberi efek buram), emolien, dan pelindung kulit. Penting juga untuk melapisi partikel nano titanium dioxide, melindungi kulit dari radikal bebas (ROS) yang mungkin dihasilkan saat terpapar UV.
  • Triethoxycaprylylsilane: Sejenis silikon yang berfungsi sebagai pelapis pigmen/mineral (mineral/pigment coating). Ini menstabilkan agen sunscreen mineral agar mudah dibaurkan, merata, dan tidak menggumpal saat diaplikasikan.
  • Polyacrylamide: Pengental sintetis (synthetic thickener).
  • C13-14 Isoparaffin: Berasal dari minyak bumi, bekerja sama dengan Polyacrylamide dan Laureth-7 membentuk trio pengental yang memberikan formula anti lengket.
  • Chlorphenesin: Pengawet.
  • Ethylhexyglycerin: Peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan humektan.
  • Caprylhydroxamic Acid: Pengawet.
  • Laureth-7: Pengemulsi (emulsifier) yang membantu mencampurkan bahan berbasis air dan minyak.
  • Lactose: Humektan dan skin conditioner.
  • Polyglyceryl-3 Diisostearate: Pengemulsi.
  • Hydrolyzed Corn Starch: Pengental alami dari pati jagung, berfungsi sebagai penstabil emulsi dan memiliki sifat melembapkan.
  • Lecithin: Lesitin kedelai, berperan sebagai pengemulsi dan emolien dengan kemampuan mengikat air.

Kesimpulan Hasil Analisis

✔️ Glowlabs Physical Sunscreen termasuk dalam kategori physical sunscreen 100%, dengan satu agen sunscreen utama yaitu Titanium Dioxide. Produk ini menawarkan perlindungan:

  • SPF 50: Melindungi kulit dari 98% paparan sinar UVB.
  • PA+++: Memberikan perlindungan terhadap UVA dengan tingkat yang memadai, yaitu 8-16 kali lebih lama dibandingkan tanpa perlindungan.

✔️ Formulasi produk ini terbilang kaya akan bahan aktif, dengan total 21 bahan yang diklaim bermanfaat untuk kesehatan kulit, melebihi jumlah bahan pelengkapnya. Ini menunjukkan fokus pada perawatan kulit selain perlindungan UV.

✔️ Produk ini bebas alkohol, pewangi (fragrance), dan paraben.

❗ Namun, produk ini tidak oil-free. Mengandung satu bahan dengan potensi komedogenik tinggi, yaitu Isopropyl Myristate (rating 5). Meskipun demikian, isopropyl Myristate berperan penting dalam membuat tekstur sunscreen terasa ringan dan mudah meresap. Keberadaan bahan komedogenik ini bisa diatasi dengan rutinitas eksfoliasi yang teratur atau teknik double-cleansing, terutama mengingat klaim produk yang aman untuk kulit rentan berjerawat dan berminyak.

✔️ Diklaim cocok untuk semua tipe kulit, termasuk kulit sensitif, serta aman bagi ibu hamil dan menyusui.

❗ Produk ini tidak direkomendasikan untuk fungal acne safe karena kandungan Isopropyl Myristate dan Lecithin.

✔️ PAO (Period After Opening) produk ini adalah 6 bulan.

Perbandingan Zinc Oxide vs Titanium Dioxide

Dalam dunia physical sunscreen, hanya ada dua mineral utama: Zinc Oxide dan Titanium Dioxide. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing dalam memblokir sinar UV.

sumber: colorescience .com
  • Titanium Dioxide efektif memblokir UVB dan UVA gelombang pendek (short UVA).
  • Zinc Oxide memiliki kemampuan lebih superior, mampu memblokir UVB, short UVA, maupun UVA gelombang panjang (long UVA).

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Glowlabs memilih Titanium Dioxide. Alasannya terletak pada sifatnya yang lebih “invisible” atau lebih elegan secara kosmetik dibandingkan Zinc Oxide. Titanium Dioxide juga cenderung lebih lembut di kulit sensitif. Keunggulan ini membuatnya lebih dapat diterima oleh berbagai tipe kulit.

Sumber colorescience .com

Sebaliknya, Zinc Oxide lebih disarankan untuk pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat karena sifatnya yang menyerap minyak, anti-inflamasi, dan antimikroba.

Pada akhirnya, kedua agen sunscreen mineral ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan terbaik seringkali bergantung pada kebutuhan spesifik dan karakteristik kulit individu.

✔️ Dapatkan produk original di Official Store kami.

Artikel menarik Lainnya