Skincapedia.com – La Tulip C Serum hadir sebagai solusi perawatan kulit yang menargetkan berbagai masalah penuaan dini dan kusam berkat kandungan Vitamin C-nya.
Serum ini diformulasikan dengan Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP), sebuah turunan Vitamin C yang dikenal efektif dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan faktor lingkungan lainnya yang dapat memicu penuaan dini. Lebih dari sekadar pelindung, La Tulip C Serum juga dirancang untuk merawat kulit yang menunjukkan tanda-tanda penuaan, seperti hilangnya kecerahan, munculnya garis halus, hingga kerutan. Hasilnya, kulit diharapkan dapat kembali sehat, cerah, dan tampak lebih muda.
|
|
| La Tulip C Serum. Sumber shopee |
Untuk mendapatkan manfaat optimal, serum ini disarankan untuk digunakan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari, setelah membersihkan wajah. Dengan kemasan 20ml, serum ini dibanderol dengan harga sekitar 71 ribu rupiah.
Membongkar Formulasi La Tulip C Serum: Apa Saja Kandungannya?
Daftar Lengkap Ingredients:
Purified Water, glyserine, sodium ascorbyl phosphate, sodium dihydrogen phosphate, D-Glucono,1,5 lactone, sodium hyaluronate, hydroxyethyl Cellulose, sodium benzoate, tetrasodium EDTA, polysorbate 20, citric acid Calcium gluconate
Analisis Bahan Aktif Unggulan
Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP)
Sodium Ascorbyl Phosphate merupakan bentuk garam dari Vitamin C murni (Ascorbic Acid). Keunggulan SAP terletak pada stabilitasnya yang lebih tinggi dibandingkan pure Vitamin C, serta kemampuannya bekerja optimal pada rentang pH yang lebih tinggi. Meskipun penetrasinya ke dalam kulit tidak sekuat pure Vitamin C, SAP tetap menawarkan manfaat signifikan. Ia memiliki sifat antioksidan yang kuat, berperan dalam merangsang produksi kolagen, serta efektif dalam memudarkan noda atau hiperpigmentasi pada kulit.
Menariknya, penelitian pada tahun 2005 menunjukkan bahwa SAP dalam konsentrasi 1% memiliki aktivitas antimikroba, menjadikannya pilihan yang baik untuk kulit berjerawat. Lebih lanjut, studi in-vivo mengungkapkan bahwa penggunaan SAP sebesar 5% mampu mengurangi inflamasi pada jerawat vulgaris (jenis jerawat yang umum dialami remaja hingga dewasa akibat penyumbatan pori-pori) hingga 20-48%.
Glucono-1,5-lactone (Gluconolactone)
Dikenal juga sebagai Gluconolactone, bahan ini termasuk dalam golongan Polyhydroxy Acids (PHAs), yang merupakan versi lebih lembut dari Alpha Hydroxy Acids (AHAs). Gluconolactone berfungsi untuk memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan hidrasi, dan memberikan perlindungan antioksidan. Sifatnya yang lembut membuatnya aman untuk penggunaan sehari-hari dan sangat efektif ketika dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti Vitamin C, retinol, AHA, atau BHA, terutama dalam formulasi anti-aging.
Sodium Hyaluronate
Sebagai senyawa yang identik dengan kulit, sodium hyaluronate berfungsi sebagai humektan. Dengan berat molekul tinggi, ia mampu membentuk lapisan pelindung non-oklusif pada permukaan kulit. Lapisan ini berperan penting dalam mencegah hilangnya air transepidermal (TEWL) dan menjaga fungsi skin barrier agar tetap optimal.
Calcium Gluconate
Merupakan kombinasi antara mineral kalsium dan glukonat, calcium gluconate memiliki berbagai manfaat untuk kulit, termasuk merevitalisasi, melembutkan, melembapkan, dan menenangkan kulit.
Peran Bahan Pelengkap dalam Formulasi
- Purified Water: Merupakan basis utama dari formulasi serum.
- Glycerine: Bahan yang identik dengan kulit, berfungsi sebagai pelarut dan humektan untuk menarik kelembapan ke dalam kulit.
- Sodium Dihydrogen Phosphate: Berfungsi sebagai agen pengatur pH (buffering) dan juga sebagai agen pengkelat (chelating agent) yang membantu menstabilkan formula.
- Hydroxyethyl Cellulose: Berfungsi sebagai pengental alami yang membantu memberikan tekstur pada serum dan juga sebagai penstabil emulsi.
- Sodium Benzoate: Digunakan sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Tetrasodium EDTA: Merupakan agen pengkelat yang tugasnya adalah menetralkan ion logam yang dapat mengganggu kestabilan formula produk.
- Polysorbate 20: Berfungsi sebagai agen pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan-bahan yang tidak larut dalam air.
- Citric Acid: Berfungsi sebagai pengatur pH formula yang bersifat asam.
Kesimpulan Mengenai La Tulip C Serum
La Tulip C Serum menawarkan formulasi yang menarik dengan empat bahan aktif utama yang ditujukan untuk mencerahkan kulit, mengurangi tanda penuaan, serta memberikan perlindungan dari paparan sinar matahari. Meskipun persentase Vitamin C-nya tidak disebutkan secara spesifik, keberadaan Sodium Ascorbyl Phosphate memberikan nilai tambah.
SAP memiliki kemampuan unik sebagai agen antimikroba dan anti-inflamasi, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk merawat kulit yang rentan berjerawat. SAP bekerja dengan cara menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat dan mencegah oksidasi sebum, yang merupakan salah satu pemicu umum timbulnya komedo dan peradangan pada pori-pori.
Selain itu, Vitamin C dalam berbagai bentuknya juga dikenal memiliki sifat photo-protectant terhadap radiasi UVA. Derivatif Vitamin C seperti SAP cenderung lebih minim iritasi dan efek samping dibandingkan dengan pure Vitamin C, sehingga cocok untuk penggunaan pagi dan malam hari.
Formulasi La Tulip C Serum ini patut diapresiasi karena memiliki daftar bahan yang relatif sederhana. Serum ini diklaim bebas alkohol, pewangi, paraben, serta bersifat oil-free dan non-comedogenic, menjadikannya pilihan yang baik untuk rutinitas perawatan kulit pagi dan malam.
Namun, perlu diperhatikan bahwa serum ini tidak fungal acne safe karena adanya kandungan polysorbate 20.

