Home » Dermaluz Hydrating Sunscreen: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Dermaluz Hydrating Sunscreen: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Dermaluz Hydrating Sunscreen: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Skincapedia.com – Melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Sunscreen atau tabir surya menjadi senjata utama dalam pertahanan ini. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah Dermaluz Hydrating Sunscreen, yang diklaim tidak hanya melindungi dari sinar UVA dan UVB, tetapi juga mencerahkan, meratakan warna kulit, menyamarkan pori-pori, serta melembapkan dan menjaga skin barrier. Produk ini bahkan direkomendasikan untuk kulit berjerawat.

Dermaluz Hydrating Sunscreen hadir dengan formulasi yang menjanjikan perlindungan komprehensif. Fungsinya meliputi proteksi terhadap radiasi UV A dan UV B, pencerahan wajah, perataan warna kulit, penyamaran tampilan pori-pori, serta memberikan kelembapan sekaligus memperkuat pertahanan alami kulit (skin barrier). Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk kulit normal, kering, kombinasi, dan sensitif. Yang lebih menarik, produk ini secara spesifik direkomendasikan untuk pemilik kulit berjerawat.

Dermaluz Hydrating Sunscreen. Sumber: shopee

Cara penggunaan Dermaluz Hydrating Sunscreen cukup sederhana. Oleskan secara merata pada wajah pada pagi atau siang hari, minimal 15 hingga 60 menit sebelum terpapar sinar matahari. Produk ini menawarkan perlindungan setara dengan SPF 30 dan PA+++, memastikan kulit terlindungi dari efek buruk sinar UV. Nomor registrasi BPOM NA 18201700922 dan sertifikasi Halal semakin menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanannya. Tersedia dalam ukuran netto 20 gram dengan harga Rp 75.000.

Analisis Mendalam Komposisi Dermaluz Hydrating Sunscreen

Daftar Lengkap Bahan (Ingredients):

Aqua, niacinamide, cyclopentasiloxane, glyserine, phenylbenzimidazole sulfonic acid, butylene glycol, propanediol, potassium cetyl phosphate, behenyl alcohol, isopropyl Myristate, phenyl trimethicone, polymethyl silsesquioxane, Tranexamic acid, triethylhexanoin, Zinc oxide, aluminum starch octenylsuccinate, prunus amygdalus dulcis oil, vegetable oil, hyaluronic acid, cynara scolymus (artichoke) leaf extract, vitis vinifera seed oil, tocopheryl acetate, salicylic acid, BHT, hydrogenated Lecithin, ceramide NP, cholesterol, Acrylamide/sodium acrylolyl dimethyl taurate Copolymer, dimethicone, sodium chloride, Isohexadecane, phenoxyethanol, vp/eicosene Copolymer, caprylic/capric triglyceride, silicon dioxide Hydrate, triethanolamine, polysorbate 80, xanthan gum, cetyl-Pg hydroxyethyl Palmitamide, disodium edta, ethylhexylglycerin, sorbitan oleate, triethoxycaprylylsilane.

Bahan Aktif Unggulan dan Manfaatnya:

Niacinamide

Juga dikenal sebagai Vitamin B3, niacinamide adalah bahan multifungsi yang sangat berharga dalam perawatan kulit. Ia berperan sebagai pencerah kulit (skin brightening), merangsang produksi ceramide yang penting untuk skin barrier, serta efektif dalam mengatur produksi sebum. Sifat anti-inflamasi dan anti-acne-nya menjadikannya pilihan tepat untuk kulit bermasalah. Lebih jauh lagi, niacinamide dapat memperkuat pertahanan kulit terhadap efek buruk radiasi UV dan blue light.

Tranexamic Acid

Merupakan generasi baru agen pencerah kulit (skin-lightening). Tranexamic acid sering digunakan dalam perawatan flek hitam membandel seperti melasma (yang sering timbul akibat perubahan hormon, misalnya pada ibu hamil) dan bekas luka atau jerawat yang sulit hilang (PIH – Post-Inflammatory Hyperpigmentation).

Prunus Amygdalus Dulcis Oil (Sweet Almond Oil)

Minyak almond manis ini kaya akan asam oleat (55-86%) dan asam linoleat (7-38%), serta mengandung Vitamin E dan Vitamin B. Sweet almond oil memiliki kemampuan luar biasa untuk menghaluskan, melembutkan, dan melembapkan kulit. Sangat cocok untuk merawat kulit yang cenderung kering.

Hyaluronic Acid

Dalam bentuknya yang original, Hyaluronic Acid (HA) memiliki ukuran molekul yang besar (high molecular weight). Sebagai komponen yang identik dengan kulit (skin identical), HA secara alami terdapat di dalam kulit kita. Namun, seiring bertambahnya usia, kadar HA alami dalam kulit cenderung berkurang, yang dapat menyebabkan kulit menjadi kendur, kering, dan kehilangan elastisitas. Dengan suplai HA dari skincare, diharapkan dapat menggantikan kekurangan HA alami, menjaga kulit tetap kenyal, lembap, dan elastis.

Cynara Scolymus (Artichoke) Leaf Extract

Ekstrak daun artichoke kaya akan antioksidan dan Vitamin C. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk mencerahkan kulit, melindungi skin barrier, dan mencegah kerusakan kulit akibat stres oksidatif.

Vitis Vinifera Seed Oil (Grapeseed Oil)

Minyak biji anggur ini mengandung proanthocyanidins yang merupakan antioksidan super kuat, bahkan lebih unggul dari Vitamin C dan Vitamin E. Grapeseed oil efektif melindungi kulit dari paparan UV, memiliki potensi anti-kanker, serta membantu mengurangi pigmentasi dan tanda-tanda penuaan. Kandungan asam linoleat di dalamnya juga bersifat anti-inflamasi, melembapkan kulit, dan baik untuk kesehatan skin barrier.

Tocopheryl Acetate (Vitamin E)

Vitamin E adalah antioksidan yang sangat baik untuk melembapkan kulit dan melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UVB.

Salicylic Acid (BHA)

Sebagai Beta Hydroxy Acid (BHA), salicylic acid bekerja dengan cara meresap ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan dan mengangkat kotoran. Sifatnya yang oil-control, anti-inflamasi, dan anti-bakteri menjadikannya bahan aktif populer dalam produk perawatan kulit berjerawat.

Ceramide NP

Ceramide NP adalah komponen yang identik dengan kulit (skin identical). Kulit kita secara alami terdiri dari sekitar 50% ceramide, yang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan skin barrier dan mempertahankan tingkat hidrasi kulit.

Cholesterol

Berfungsi sebagai emollient, kolesterol secara alami ditemukan dalam lapisan kulit dan merupakan sekitar 25% dari komponen skin barrier. Oleh karena itu, ia memiliki peran krusial dalam menjaga fungsi optimal skin barrier.

Cetyl-PG Hydroxyethyl Palmitamide (Pseudo Ceramide)

Dikenal juga sebagai pseudo ceramide, bahan ini adalah ceramide sintetis yang dirancang menyerupai ceramide alami. Lebih mudah diformulasikan dibandingkan ceramide asli, bahan ini diklaim memiliki efektivitas yang sama dengan ceramide 3 dalam melembapkan kulit dan mendukung fungsi skin barrier.

Agen Sunscreen yang Melindungi Kulit:

Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid

Merupakan agen sunscreen kimiawi yang memberikan perlindungan kuat terhadap sinar UVB. Keunggulan utamanya adalah larut dalam air, memungkinkan formulasi sunscreen yang ringan. Sifatnya yang cukup stabil terhadap cahaya (photo-stable) juga menjadi nilai tambah. Konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah antara 4% hingga 8%.

Zinc Oxide

Agen sunscreen fisik atau mineral ini bekerja dengan cara memantulkan sinar UV layaknya cermin. Zinc oxide dikenal sebagai salah satu agen sunscreen yang paling stabil dan aman. Meskipun terkadang dapat menimbulkan efek white cast dan kurang elegan dalam formulasi, ia memiliki sifat anti-inflamasi, anti-bakteri, dan menyerap minyak berlebih.

Rangkaian Bahan Pelengkap untuk Kinerja Optimal:

  • Aqua: Basis utama formulasi.
  • Cyclopentasiloxane: Silicone volatil yang berfungsi sebagai emollient dan agen pelicin (slip agent) untuk memudahkan produk diratakan.
  • Glycerine: Pelarut, skin identical, dan humektan yang menarik kelembapan ke kulit.
  • Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, dan peningkat penetrasi bahan aktif.
  • Propanediol: Pelarut, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • Potassium Cetyl Phosphate: Pengemulsi yang membantu mencampurkan minyak dan air.
  • Behenyl Alcohol: Alkohol lemak yang bersifat emollient, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi.
  • Isopropyl Myristate: Minyak sintetis yang mudah meresap, membantu penetrasi bahan aktif, dan mengurangi rasa lengket.
  • Phenyl Trimethicone: Silikon cair non-oily yang berfungsi sebagai emollient, membuat formula lebih mudah diratakan, dan mengurangi kesan lengket.
  • Polymethyl Silsesquioxane: Sejenis silikon berbentuk powder yang menambah kekentalan formula dan memberikan efek soft focus.
  • Triethylhexanoin: Emollient dan pelumas yang membantu formula mudah diratakan, memberikan efek halus, dan tidak lengket di kulit.
  • Aluminum Starch Octenylsuccinate: Bahan pengental yang juga berfungsi sebagai oil absorbent (mattifier), membantu menciptakan tekstur lembut seperti beludru.
  • Vegetable Oil: Emollient alami yang melembapkan kulit.
  • BHT: Antioksidan sintetis yang berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah oksidasi formula.
  • Hydrogenated Lecithin: Berfungsi sebagai emollient, pengemulsi, dan membantu menstabilkan bahan lain dalam formula.
  • Acrylamide/Sodium Acrylolyl Dimethyl Taurate Copolymer: Pengental sintetis yang menambah kekentalan produk.
  • Dimethicone: Silikon yang bersifat emollient semi-oklusif, melapisi kulit agar terasa halus, mengunci kelembapan tanpa rasa greasy, dan memberikan efek wrinkle-filler sementara.
  • Sodium Chloride: Pengental ionik yang menambah kekentalan formula.
  • Isohexadecane: Pelarut dan emollient.
  • Phenoxyethanol: Pengawet.
  • VP/Eicosene Copolymer: Pengental sintetis.
  • Caprylic/Capric Triglyceride: Emollient ringan yang mudah meresap dan dapat ditoleransi oleh semua tipe kulit.
  • Silicon Dioxide Hydrate: Agen oil absorbent atau mattifier.
  • Triethanolamine: Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Polysorbate 80: Pengemulsi.
  • Xanthan Gum: Pengental alami.
  • Disodium EDTA: Agen pengkelat untuk menetralkan ion logam.
  • Ethylhexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.
  • Sorbitan Oleate: Pengemulsi.
  • Triethoxycaprylylsilane: Sejenis silikon yang berfungsi sebagai pelapis pigmen atau agen mineral sunscreen. Pelapis ini membantu menstabilkan pigmen agar mudah dibaurkan, diratakan, dan tidak menggumpal saat diaplikasikan.

Kesimpulan Mengenai Dermaluz Hydrating Sunscreen

Dermaluz Hydrating Sunscreen merupakan sunscreen jenis hybrid, menggabungkan perlindungan kimiawi dan fisik melalui dua agen sunscreen utama. Meskipun tidak secara eksplisit tertera di kemasan, produk ini diklaim memiliki perlindungan SPF 30 PA+++.

Keunggulan produk ini terletak pada kandungan 11 bahan aktifnya yang bekerja sinergis untuk mencerahkan (skin brightening), menghidrasi (hydrating), memperkuat skin barrier, dan mengontrol minyak (oil control).

  • Pencerah Kulit: Niacinamide, Tranexamic Acid, dan Artichoke Extract.
  • Hidrasi dan Penguat Skin Barrier: Sweet Almond Oil, Grapeseed Oil, Hyaluronic Acid, Ceramide NP, Pseudo Ceramide, Cholesterol, dan Vegetable Oil.
  • Pengontrol Minyak dan Penyerap Minyak: Salicylic Acid, Zinc Oxide, dan Silicon Dioxide Hydrate.

Kandungan Niacinamide dalam sunscreen ini cukup tinggi, mencapai 8%, menjadikannya sangat efektif. Produk ini berpotensi menjadi solusi 2-in-1, berfungsi ganda sebagai sunscreen sekaligus moisturizer. Jika kulit terasa cukup lembap setelah menggunakan Dermaluz Hydrating Sunscreen, penggunaan moisturizer tambahan mungkin tidak diperlukan.

Produk ini bebas alkohol dan pewangi (fragrance), serta diklaim tidak meninggalkan white cast. Meskipun tidak diformulasikan secara oil-free, kandungan grapeseed oil dan sweet almond oil memiliki potensi komedogenik yang rendah. Dermaluz Hydrating Sunscreen sangat ideal untuk kulit kering berkat kandungan emollient yang melimpah.

Meskipun diklaim cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit berjerawat, penting untuk dicatat bahwa beberapa bahan pelengkap dalam formulasi memiliki potensi komedogenik, antara lain:

  • Isopropyl Myristate (skor 5)
  • Zinc Oxide (skor 1)
  • Dimethicone (skor 1)
  • Sodium Chloride (skor 5)

Mengingat Dermaluz Sunscreen tidak mengklaim dirinya non-comedogenic, disarankan untuk melakukan pembersihan ganda (double cleanse) secara rutin dan melakukan eksfoliasi atau scrub minimal 2-3 kali seminggu sebagai tindakan pencegahan.

Selain itu, produk ini tidak sepenuhnya aman untuk fungal acne (jerawat jamur) karena mengandung beberapa bahan yang berpotensi memicu pertumbuhan jamur, seperti Isopropyl Myristate, oil, Polysorbate 80, dan Sorbitan Oleate.

Artikel menarik Lainnya