Skincapedia.com – Memilih urutan penggunaan sunscreen dan pelembap seringkali menjadi kebingungan tersendiri bagi banyak orang. Sebagian mungkin tidak terlalu mempedulikannya, namun kesalahan dalam urutan aplikasi justru dapat mengurangi efektivitas perlindungan UV dan merusak tampilan riasan. Oleh karena itu, memahami kapan sebaiknya menggunakan sunscreen atau pelembap terlebih dahulu adalah hal yang penting.
Apa itu Sunscreen?
Sunscreen adalah produk perawatan kulit yang hadir dalam berbagai bentuk seperti lotion, gel, krim, semprotan, atau bubuk. Fungsinya adalah untuk menghalau dampak buruk sinar ultraviolet agar tidak menembus jauh ke dalam kulit, sehingga kulit tetap terlindungi. Produk sunscreen umumnya dilengkapi dengan label SPF (Sun Protection Factor) dan PA. SPF berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UVB, sementara PA melindungi dari UVA. Semakin tinggi nilai SPF dan PA, semakin baik pula tingkat perlindungannya.
Mengapa Harus Memakai Sunscreen?
Sunscreen berperan penting dalam mencegah kerusakan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Sinar UVB dapat menyebabkan sunburn, yang ditandai dengan kulit gosong, kemerahan, gatal, dan bersisik. Sementara itu, sinar UVA mampu menembus lebih dalam ke dalam kulit. Meskipun tidak langsung menyebabkan kulit gosong, UVA dapat menimbulkan masalah kulit yang lebih serius seperti hiperpigmentasi, flek hitam, kerutan dini, bahkan kanker kulit. Penggunaan sunscreen secara rutin diharapkan dapat membantu kulit terhindar dari berbagai masalah tersebut. Percuma saja menggunakan berbagai produk perawatan kulit lainnya seperti krim malam, serum, essence, atau Vitamin C, jika Anda lupa menggunakan sunscreen.
“It doesn’t matter how much money you spend on oils or retinol and Vitamin C. If you’re not getting good sun protection, you’re wasting your money.” – Dr. Samber Jaber, Washington Square Dermatology
Jenis-Jenis Sunscreen
Berdasarkan karakteristiknya, sunscreen dibedakan menjadi dua jenis utama: physical sunscreen dan chemical sunscreen.
Physical sunscreen, yang sering disebut juga sunblock, bekerja di permukaan kulit. Ia membentuk lapisan pelindung seperti “tameng” yang secara fisik mencegah sinar UV menembus kulit. Ciri-cirinya meliputi kandungan UV filter seperti Zinc oxide dan titanium dioxide. Umumnya, sunscreen jenis ini memiliki tekstur kental, terasa berat di kulit, dan berpotensi meninggalkan whitecast (lapisan putih). Keuntungannya adalah dapat langsung digunakan sebelum beraktivitas di luar ruangan tanpa perlu menunggu.
Chemical sunscreen bekerja di dalam kulit dengan cara menyerap sinar UV. Melalui reaksi kimia, sinar UV diubah menjadi bentuk yang tidak berbahaya bagi kulit. Kandungan utamanya meliputi oxybenzone, avobenzone, octinoxate, homosalate, octisalate, dan octocrylene. Sunscreen jenis ini lebih banyak diminati karena teksturnya yang lebih cair, ringan, dan tidak meninggalkan whitecast. Namun, agar efektif, produk ini memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk diserap kulit sebelum terpapar sinar matahari.
Well, Sunscreen atau Moisturizer Dulu?
Setelah memahami jenis dan karakteristik masing-masing produk, kita dapat menentukan urutan penggunaannya.
“It depends on what type of sunscreen you’re using.” – Dr. Neal Schultz
Gunakan Sunscreen Dahulu Jika:
- Anda menggunakan jenis Chemical sunscreen. Penting untuk diingat bahwa sunscreen jenis ini bekerja di lapisan dermis dan epidermis. Oleh karena itu, chemical sunscreen akan bekerja secara maksimal jika langsung bersentuhan dengan kulit.
- Tekstur pelembap lebih kental (thick) daripada sunscreen. Pelembap yang kental dapat menjadi penghalang antara kulit dan UV filter. Oleh karena itu, biarkan sunscreen menyerap sempurna terlebih dahulu sebelum menggunakan pelembap. Pendapat ini juga didukung oleh Joshua Zeichner, seorang dermatolog Amerika, yang dikutip oleh Allure.com:
“The ingredients in chemical blocker need to be absorbed into the skin so that they can do their job. You do not want to apply anything that will interfere with their penetration, like thick moisturizer that will create a barrier between your skin and the SPF meant to protect it.”
Gunakan Moisturizer Dahulu Jika:
- Anda menggunakan Physical sunscreen. Karena sifatnya yang kental, berat, dan berpotensi menimbulkan whitecast, sunscreen jenis ini paling cocok digunakan sebagai lapisan terakhir. Selain itu, kandungan Zinc oxide dan titanium dioxide dapat membuat kulit menjadi kering, sehingga sebaiknya pelembap diaplikasikan terlebih dahulu sebelum menggunakan sunscreen.
- Tekstur pelembap lebih encer daripada sunscreen.
- Sunscreen berbentuk powder. Akan kurang efektif jika menggunakan bedak terlebih dahulu baru kemudian pelembap.
“Chemical sunscreen need to touch the skin so the chemical reaction that activates them can occur. Any chemical sunscreen goes before moisturizer while mineral/physical sunscreen can still be applied last.” – Dr. Neal Schultz, dermatologist in Manhattan.
Khusus untuk sunscreen berbentuk semprot (spray), dapat diaplikasikan sebelum atau sesudah pelembap. Ini sangat membantu jika Anda tidak sempat mencuci muka dan mengoleskan sunscreen lagi setiap dua jam; Anda cukup menyemprotkannya.
Meskipun terdapat perdebatan mengenai hal ini, bahkan di kalangan ahli dermatologi, penjelasan di atas dianggap masuk akal. Terlebih lagi jika sunscreen yang digunakan memiliki tekstur ringan seperti gel atau lotion. Saat ini, banyak pelembap hadir dalam berbagai bentuk seperti tone up cream, powder cream, atau BB cream dengan berbagai ingredients yang mungkin terasa berat, kental, atau sulit diratakan. Membayangkan penggunaan tone up cream terlebih dahulu baru kemudian sunscreen bisa jadi menimbulkan kekhawatiran akan hasil akhir tampilan kulit.
