Skincapedia.com – Banyak ulasan mengenai cuka apel yang beredar, mendorong penulis untuk mencoba dan membagikan pengalamannya sendiri, termasuk eksperimen membuat cuka apel sendiri atau DIY (Do It Yourself) Apple Cider Vinegar (ACV).
Penulis sempat mencoba membuat ACV sendiri dengan bahan-bahan sederhana. Prosesnya meliputi mengiris tiga buah apel segar, menambahkan satu sendok teh gula pasir dan satu liter air suling ke dalam wadah kaca. Campuran ini kemudian ditutup dengan kain dan dibiarkan selama kurang lebih tiga minggu sebelum disaring.
Meskipun proses DIY ini menyenangkan, penulis merasa kurang percaya diri dengan hasilnya karena minimnya pengalaman. Setelah itu, penulis beralih menggunakan ACV komersial, khususnya merek Bragg, karena keunggulannya.
Mengapa Bragg?
Merek Bragg dipilih karena produknya berlabel “Raw Unfiltered”, yang berarti tidak melalui proses pemanasan atau kimia tambahan. ACV ini masih mengandung “mother”, yaitu kumpulan bakteri probiotik dan enzim yang penting untuk pencernaan. Enzim ini biasanya rusak jika terkena panas, sehingga Bragg Raw Unfiltered ACV sangat direkomendasikan.
Oleh karena itu, jangan heran jika Anda menemukan tekstur Bragg ACV yang keruh atau memiliki endapan. Ini adalah ciri khas dari produk yang tidak disaring (unfiltered).

Pembelian dan Penyimpanan
Penulis membeli ACV Bragg dalam kemasan 100ml seharga Rp22.000 di Tokopedia, yang termasuk dalam kategori harga terjangkau. Produk ini juga tersedia di berbagai platform e-commerce lain seperti Lazada, Bukalapak, dan Shopee, seringkali dalam kemasan berbagi (share-in-jar) yang dapat disesuaikan dengan anggaran.
Karena cuka apel memiliki sifat asam yang kuat (strong acid), penulis menyarankan untuk memindahkannya ke botol kaca untuk penyimpanan jangka panjang. Hal ini untuk menghindari reaksi dengan plastik jika disimpan terlalu lama dalam wadah plastik.

Manfaat Cuka Apel
Manfaat cuka apel sangat beragam. Selain baik untuk dikonsumsi dalam dosis yang tepat untuk membantu mengobati kolesterol, diabetes, migrain, dan sembelit, ACV juga memiliki khasiat untuk perawatan kulit.
Penulis sendiri menggunakannya sebagai toner wajah dengan perbandingan 1:3 (satu sendok makan cuka apel dicampur dengan tiga sendok makan air demineral). Perbandingan ini cocok untuk kulit kering dan sensitif seperti penulis. Untuk kulit berminyak atau berjerawat, perbandingan 1:1 direkomendasikan.
Aroma cuka apel ini cukup kuat dan menyengat, jauh berbeda dari aroma apel. Namun, penulis cukup toleran karena baunya akan hilang setelah beberapa saat. Toner ini hanya digunakan setelah mandi sore untuk menghindari fotosensitivitas kulit yang dapat disebabkan oleh kandungan asamnya jika digunakan di pagi hari.
Klaim Manfaat Toner Cuka Apel:
- Mampu mengempeskan jerawat: Terbukti efektif, jerawat meradang penulis kempes dan hilang tanpa bekas setelah dua hari pemakaian.
- Mengembalikan kadar pH kulit setelah cuci muka, sehingga kulit tidak terasa kering.
- Menghilangkan bruntusan: Penulis belum membuktikan klaim ini karena tidak sedang mengalami bruntusan.
- Mengecilkan pori-pori.
- Mengurangi minyak berlebih.
- Sebagai mild exfoliate berkat kandungan asamnya, yang dapat membantu mencerahkan wajah.

Cuka apel juga dapat dicampurkan dengan bentonite untuk membuat masker tanah liat (DIY clay mask). Pembahasan mengenai masker ini akan dilanjutkan di lain kesempatan.
Demikian ulasan dari penulis. Mohon maaf atas segala kekurangan.
