Home » Mengkudu Basmi Jerawat: Pengalaman Ampuh & Cepat

Mengkudu Basmi Jerawat: Pengalaman Ampuh & Cepat

Mengkudu Basmi Jerawat: Pengalaman Ampuh & Cepat

Skincapedia.com – Masa remaja seringkali diwarnai dengan berbagai perubahan, termasuk munculnya jerawat yang membandel. Penulis artikel ini pun pernah mengalami fase tersebut di masa SMA, di mana wajah yang berminyak menjadi lahan subur bagi pertumbuhan jerawat. Fenomena “hilang satu tumbuh seribu” menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu.

Awalnya, masalah jerawat ini tidak terlalu dipedulikan. Namun, sebuah kejadian memalukan terjadi ketika seorang teman sekelas memberinya obat jerawat melalui perantara teman semeja. Meskipun merasa malu, kejadian itu justru menjadi pemicu tekad penulis untuk membasmi jerawat hingga ke akarnya.

Di era tersebut, informasi mengenai skincare belum semasif sekarang, dan anggaran untuk membeli produk pun terbatas bagi seorang pelajar. Oleh karena itu, penulis beralih menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di dapur. Eksperimen pun dilakukan dengan menggunakan jeruk nipis, lemon, bahkan bawang putih.

Aplikasi bawang putih, misalnya, menimbulkan sensasi perih dan panas yang hebat di kulit, namun jerawat justru semakin memerah. Ternyata, penggunaan bawang putih secara langsung seperti itu dapat menyebabkan iritasi. Penulis menekankan pentingnya cara penggunaan yang benar agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

Kemudian, seorang kakak sepupu menyarankan untuk mencoba buah mengkudu. Meskipun memiliki aroma yang khas dan kurang sedap, rasa frustrasi yang dialami membuat penulis bersedia mencobanya. Pohon mengkudu kebetulan tumbuh di depan rumah.

Cara penggunaan buah mengkudu ini cukup sederhana. Buah yang sudah matang diambil, diiris, bijinya dibuang, lalu daging buahnya dioleskan merata ke wajah. Penulis rela menahan aroma kurang sedap tersebut selama 15 menit sebelum membilas wajah hingga bersih.

Masker mengkudu ini rutin digunakan pagi dan sore hari, setiap hari. Hasilnya sungguh mengejutkan. Dalam waktu seminggu, jerawat mulai berkurang drastis. Jika sebelumnya jerawat datang berlipat ganda, kini jerawat hilang tanpa jejak. Setelah sebulan pemakaian, wajah penulis menjadi lebih bersih, dengan jerawat dan minyak yang terkendali.

Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Pohon mengkudu yang menjadi “obat mujarab” tersebut terpaksa ditebang oleh ayah penulis untuk keperluan renovasi rumah. Kejadian ini meninggalkan rasa penyesalan, meskipun jerawat yang membandel sudah berhasil diatasi.

Penulis kemudian merenungkan kandungan apa saja yang membuat buah mengkudu begitu efektif dalam mengatasi jerawat. Buah mengkudu, atau yang dikenal sebagai Pace atau Noni, ternyata merupakan salah satu superfood dengan segudang manfaat kesehatan, termasuk untuk kulit.

Buah mengkudu kaya akan vitamin C, dengan kandungan 59% per 100 gram, jauh lebih tinggi dibandingkan jeruk lemon (34%) dan tomat (27%). Vitamin C dikenal luas akan manfaatnya bagi kulit, seperti merangsang produksi kolagen, mengencangkan, mencerahkan, serta ampuh mengatasi jerawat, kulit berminyak, dan pori-pori besar.

Selain vitamin dan mineral, buah mengkudu juga mengandung senyawa penting lainnya seperti Anthraquinone, scapoletin, xeronin, flavonoid, dan fatty Acid (termasuk capric dan caprilyc acids).

Senyawa-senyawa ini memiliki beragam fungsi. Anthraquinone, scopoletin, dan capric acid berperan sebagai antiseptik, antibakteri, dan antifungal. Flavonoid bertindak sebagai antioksidan, sementara xeronin berfungsi menstimulasi sistem kekebalan tubuh.

Kombinasi kandungan inilah yang menjadikan mengkudu sangat efektif. Sifat antibakterinya mampu membasmi bakteri penyebab jerawat. Selain itu, penggunaan mengkudu tidak menimbulkan sensasi perih dan panas seperti saat menggunakan perasan lemon yang merupakan asam kuat dan sebaiknya tidak digunakan terlalu sering.

Meskipun memiliki aroma yang kurang sedap, yang ternyata disebabkan oleh senyawa-senyawa aktif di dalamnya, manfaat buah mengkudu untuk mengatasi jerawat tidak dapat dipungkiri. Buah ini memang layak disebut sebagai superfood.

Penulis menutup ceritanya dengan memberikan pesan kepada para remaja yang sedang berjuang melawan jerawat. Ia mengingatkan bahwa jerawat seringkali bersifat hormonal dan dapat menghilang seiring bertambahnya usia. Yang terpenting adalah merawat kulit dengan baik dan tidak memencet jerawat agar tidak memperparah kondisi.

Secara tak terduga, penulis juga mengungkapkan bahwa teman sekelas yang dulu memberinya obat jerawat kini telah menjadi suaminya. Sebuah takdir yang manis di akhir cerita perjuangan melawan jerawat.

Sumber:
www.herbazest.com

Artikel menarik Lainnya