Skincapedia.com – Menggunakan skincare berbeda dengan berdandan menggunakan make-up, seperti saat akan menghadiri sebuah acara. Namun, terkadang masih ada yang kesulitan membedakan keduanya.
|
|
| Macem-macem masker wajah alami yang biasa saya pakai. Lucu ya, kayak alien. |
Fungsi utama skincare adalah untuk merawat kesehatan kulit. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukannya secara rutin, konsisten, dan berkelanjutan.
Sepenting Apa Sih Skincare Itu?
Penting atau tidaknya skincare sebenarnya bersifat relatif. Tidak menggunakan skincare pun tidak akan menimbulkan bahaya serius, seperti penyakit jantung. Begitu pula sebaliknya, rajin facial tidak menjamin seseorang akan berumur panjang.
Dampak paling umum dari malas merawat kulit adalah munculnya masalah seperti kulit kusam, flek hitam, jerawat, hingga keriput dini. Masalah-masalah tersebut tentu ingin dihindari oleh banyak orang.
Namun, bukan berarti harus mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk produk skincare. Inti dari skincare adalah merawat kesehatan kulit agar tetap terlihat cantik hingga tua, yang merupakan fitrah wanita.
Lalu Skincare-nya Apa Saja?
Setiap orang perlu selektif dalam memilih produk skincare, terutama jika memiliki tipe kulit yang spesifik.
1. Sabun Muka a.k.a Facial Cleanser
Membersihkan wajah adalah langkah pertama yang ‘wajib’ dalam rutinitas skincare. Kebersihan kulit yang terjaga akan membantu produk skincare selanjutnya meresap dengan baik.
Sebagai alternatif yang ‘anti-mainstream’, oatmeal dapat digunakan sebagai pembersih wajah. Oatmeal memiliki daya bersih yang luar biasa. Jika memilih sabun muka, disarankan untuk menggunakan produk yang tidak terlalu berbusa, seperti Himalaya Purifying Neem Facial Wash atau Wardah White Secret. Sabun dengan busa melimpah seringkali hanya memberikan ilusi bersih dan kesat, padahal bisa membuat kulit menjadi lebih kering.
2. Toner
Toner yang ‘anti-mainstream’ lainnya adalah cuka apel. Toner ini berfungsi mengembalikan pH kulit dan efektif untuk mengempeskan jerawat. Namun, cuka apel sebaiknya digunakan pada sore atau malam hari karena dapat menyebabkan fotosensitivitas.
Untuk pagi hari, toner modifikasi Viva Air Mawar bisa menjadi pilihan. Modifikasi ini juga bisa diaplikasikan sebagai pelembap bibir, membuat bibir terasa smooth sebelum menggunakan lipstik.
3. Sunscreen
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari sangatlah penting. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Samber Jaber, seorang Dermatolog asal Washington, “It doesn’t matter how much money you spend on oils, or retinol and Vitamin C. If you’re not getting good sun protection, you’re wasting your money.”
Penggunaan sunscreen sebelum moisturizer memiliki alasan tersendiri. Memilih moisturizer yang sudah mengandung SPF memang praktis, namun memisahkan keduanya memberikan kontrol lebih.
4. Moisturizer
Pelembap sangat penting untuk mencegah kulit kering, yang dapat memicu keriput dini. Pengalaman pribadi beralih ke produk Wardah setelah mengetahui kontribusi perusahaan tersebut untuk korban COVID-19, dan kebetulan produk tersebut cocok dengan kulit.
5. Sleeping Mask
Produk ini digunakan pada malam hari sebelum tidur. Herborist Aloe Vera Gel menjadi pilihan sebagai sleeping mask. Sebelumnya, penggunaan krim malam justru memicu komedo pada kulit yang rentan bermasalah seperti ini. Berbagai merek krim malam dan serum dicoba, namun hasilnya tidak signifikan.
Dengan Herborist Aloe Vera Gel, kulit tetap lembap tanpa memicu komedo, dan juga cocok sebagai pelembap bibir.
Pertanyaan mengenai rutinitas perawatan sebelum tidur dapat dijawab dengan berbagai perspektif, tergantung kepribadian masing-masing.
6. Facial Mask
Masker wajah yang ‘anti-mainstream’ ini digunakan seminggu sekali, yaitu campuran Bentonite Clay dan cuka apel (ACV). Campuran ini memberikan sensasi tersendiri saat meracik dan menggunakannya. Sebelumnya, Himalaya Purifying Neem Facial Mask juga menjadi pilihan yang cocok.
Keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru mendorong penggunaan Bentonite+ACV yang merupakan bahan alami tanpa pengawet, parfum, atau alkohol. Bahan ini juga bisa dimodifikasi dengan tambahan madu atau minyak habbatussauda.
Berbagai bahan alami dari dapur, kulkas, atau pekarangan rumah juga pernah dimanfaatkan sebagai masker, tergantung ketersediaan bahan.
7. Face Scrub/Peeling
Face scrub atau peeling dilakukan sesekali, terutama saat komedo mulai menumpuk. Alternatif ‘anti-mainstream’ menggunakan campuran oatmeal, jeruk lemon, dan madu. Oatmeal berfungsi sebagai scrub yang lembut, efektif mengangkat komedo tanpa terasa kasar.
Nah. Pertanyaanya: Apakah dari semua Skincare Routine itu harus dipakai?
Tidak semua produk harus digunakan. Yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan dasar kulit: membersihkan, melembapkan, dan melindungi. Pembersih wajah (sabun muka), pelembap (moisturizer), dan pelindung (sunscreen) adalah tiga pilar utama dalam rutinitas skincare.
Demikianlah Skincare Routine Anti Mainstream yang bisa bermanfaat. Semoga membantu!
Sumber:
Pengalaman Pribadi

