Skincapedia.com – Acnes UV Tint SPF 35 PA +++ merupakan pilihan menarik bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat yang mencari perlindungan dari sinar matahari. Produk ini menawarkan proteksi spektrum luas berkat kandungan zinc oxide dan titanium dioxide, menjadikannya sunscreen fisik yang aman dan stabil.
Produk ini dikategorikan sebagai physical sunscreen, yang berarti bekerja dengan membentuk lapisan pelindung fisik di atas kulit untuk memantulkan sinar UV. SPF 35-nya mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV B selama kurang lebih tiga jam, sementara PA+++ memberikan perlindungan terhadap sinar UV A.
Salah satu keunggulan Acnes UV Tint adalah kemampuannya untuk langsung digunakan setelah aplikasi, tanpa perlu menunggu 15 menit seperti beberapa jenis sunscreen lainnya. Produk ini hadir dalam kemasan ukuran 30 ml dengan kisaran harga Rp 40.000 – Rp 60.000.
Berdasarkan rating dari FimaleDaily, produk ini mendapatkan skor 3,7 dari 5, dengan 68% dari 978 pengguna merekomendasikannya.
|
|
| Acnes UV tint Sunscreen Fisik by Syafa alfiyyah Soco member |
Kandungan Bahan (Ingredients):
Decamethylcyclopentasiloxane, Water, Glyceryl Ethylhexanoate, Zinc Oxide, Silicic Athydric, Methylhydrogenpolysiloxane, Titanium Dioxide, Siloxane, Talc, Methylpolysiloxane, Flourphologopite, Mica, Alumunium Hydroxide, Dimethicone, Butylene Glycol, Glycerin, Trimethylsiloxysilicate, Cetyl Peg/Peg-10/1 Dimethicone, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymere, Cl 77492, O-cymen-5-ol (Isopropylmethylphenol), Tocopheryl Acetate. Rosmarinus Officinalis Extract, Stearyl Glyclyrrhetinate, Magnesium Sulfate, Fragrance, Cl 77491, Cl 77499, Pyridoxine Hcl, Magnesium Ascorbyl Phosphate.
Penjelasan Bahan Aktif (Active Ingredients) Acnes UV Tint SPF 30 PA+++
Bahan Aktif Utama:
- Zinc oxide: Merupakan filter UV spektrum luas yang efektif menangkal radiasi UV A dan UV B. Kandungan ini juga membantu mengurangi inflamasi, kemerahan pada kulit, rasa gatal, alergi, dan iritasi. Selain itu, zinc oxide memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan mengontrol produksi minyak berlebih.
- Titanium dioxide: Juga berfungsi sebagai UV filter spektrum luas yang melengkapi perlindungan dari sinar UV.
- Silicic Athydric: Senyawa ini mirip dengan asam salisilat dan memiliki fungsi sebagai agen antibakteri serta anti-jerawat. Ia juga berperan dalam mengontrol minyak berlebih pada kulit.
- O-cymen-5-ol (Isopropylmethylphenol): Bahan ini dikenal sebagai agen antibakteri dan anti-jerawat yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
- Rosmarinus Officinalis Extract: Ekstrak dari tanaman rosemary ini berfungsi sebagai pelembab, agen antibakteri, dan juga sebagai pewangi alami dalam produk.
- Antioksidan: Termasuk Tocopheryl Acetate, Pyridoxine Hcl, dan Magnesium Ascorbyl Phosphate (turunan vitamin C). Antioksidan ini berfungsi menjaga stabilitas formula agar tidak cepat teroksidasi dan melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV.
Bahan Pelengkap:
Solvent/Pelarut: Water dan Glycerin berfungsi untuk mengencerkan dan melarutkan bahan-bahan lain dalam formulasi. Butylene Glycol berperan sebagai pelarut, agen anti-gumpal, dan anti-beku.
Silikon: Kelompok silikon seperti Decamethylcyclopentasiloxane, Methylhydrogenpolysiloxane, Siloxane, Methylpolysiloxane, Dimethicone, Trimethylsiloxysilicate, dan Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymere berfungsi sebagai kondisioner kulit, pembentuk lapisan (film former), dan agen pengental (thickening agent). Bahan-bahan ini membantu produk mudah diratakan, memberikan rasa halus dan lembut pada kulit, serta mengunci kelembapan. Silikon juga bertindak sebagai agen water-resistant yang membantu mencegah riasan luntur akibat keringat.
Absorbent: Talc, Zinc oxide, dan Titanium dioxide berfungsi menyerap minyak dan kelembapan berlebih, menghasilkan tampilan kulit yang matte dan halus. Bahan-bahan ini juga bertindak sebagai agen anti-penggumpalan.
Viscosity Controling (Pengatur Kekentalan): Talc, Flourphologopite, Mica, Alumunium Hydroxide, dan Magnesium Sulfate (Epsom Salt) berfungsi untuk mengatur kekentalan produk.
Emulsifier/Pengemulsi: Cetyl Peg/Peg-10/1 Dimethicone bertugas menyatukan fase air dan fase silikon untuk menciptakan formula yang stabil dan homogen.
Skin Soothing (Penghalus Kulit): Stearyl Glyclyrrhetinate memiliki efek menenangkan pada kulit.
Humectant (Pelembab): Glycerin dan Tocopheryl Acetate berfungsi menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan.
Opacifying Agent (Agen Pencerah/Penutup Kilap): Talc, Flourphologopite, Mica, Alumunium Hydroxide, Zinc oxide, dan Titanium dioxide memberikan efek warna ‘milky’ pada produk dan membantu menutupi kilap.
Skin Conditioning (Perkondisian Kulit): Pyridoxine Hcl, yang juga dikenal sebagai Vitamin B6, berfungsi sebagai agen anti-static yang membantu menyeimbangkan kondisi kulit.
Colorant (Pewarna): Cl 77492 (iron oxide yellow), Cl 77491 (iron oxide red), dan Cl 77499 (iron oxide black) adalah pigmen yang memberikan efek “Tint” pada produk.
Catatan Penting:
☝️ Bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi meliputi silikon, mica, dan fragrance (pewangi).
☝️ Bahan-bahan yang berpotensi komedogenik (menyumbat pori-pori) adalah Talc dan Zinc oxide.
☝️ Karena kandungan silikon yang cukup banyak dan potensi penyumbatan pori, sangat disarankan untuk melakukan Double-Cleanse (membersihkan wajah dua kali) jika menggunakan produk ini.
☝️ Produk ini akan bekerja lebih baik jika digunakan setelah menggunakan pelembab.
☝️ Kurang direkomendasikan untuk digunakan sebelum pelembab atau moisturizer.
Kesimpulan
Sumber Referensi:


