Skincapedia.com – Garnier menawarkan beragam varian produk, termasuk sabun muka, yang mungkin sulit untuk diingat semua. Artikel ini akan mengulas secara mendalam kandungan (ingredients) dari Garnier Pure Active Acne & Clearing Foam, sebuah produk yang diformulasikan khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat.
Produk ini diklaim mampu mengatasi 12 masalah kulit yang disebabkan oleh minyak berlebih dan jerawat, serta mencegah timbulnya jerawat baru.
|
|
| Garnier Pure Active Anti-acne White Cleansing foam |
Mari kita telusuri bersama kandungan di balik formulasi Garnier Pure Active Acne & Clearing Foam.
Ingredients
Aqua, glyserine, myristic Acid, palmitic Acid, stearic Acid, potassium hydroxide, Lauric Acid, Glyceryl distearate, Glyceryl stearate, Kaolin, perlite, PEG-14M, Cl 77492/iron oxide, Cl 74160/pigmen blue, paraffinum liquidum/mineral oil, sorbitol, Vaccinium Myrtillus Vaccinium Myrtillus fruit Extract, Propylene Glycol, salysicilic Acid, Tetrasodium Edta, parfum/Fragrance (B45079/1)
Penjelasan Ingredients Garnier Pure Active Acne & Clearing Foam
Active Ingredients
- Lauric Acid: Asam laurat yang berasal dari santan kelapa ini memiliki kemampuan melembapkan kulit sekaligus bersifat antimikroba. Sangat bermanfaat untuk kulit berjerawat. Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam produk yang tidak dibilas, lauric acid dapat memicu komedo dan fungal acne.
- Salicylic Acid: Dikenal juga sebagai BHA, salicylic acid adalah eksfoliator yang efektif mengangkat sel kulit mati, mengontrol produksi minyak, dan memiliki sifat antibakteri untuk melawan bakteri penyebab jerawat.
- Vaccinium Myrtillus Vaccinium Myrtillus fruit Extract: Ekstrak buah blueberry ini berfungsi sebagai antioksidan dan agen pencerah kulit.
Ingredients Pelengkap
Selain bahan aktif, Garnier Pure Active Acne & Clearing Foam mengandung berbagai bahan pelengkap yang mendukung kinerja bahan aktif. Berikut adalah beberapa kategori pentingnya:
Solvent/Pelarut:
- Aqua
- Glyserine
- Propylene Glycol
- Paraffinum liquidum/mineral oil
Surfactant/Agen Pembersih:
- Potassium hydroxide: Berfungsi mengubah lemak/minyak menjadi sabun dengan busa yang lembut.
- Myristic Acid
- Lauric Acid
Scrub:
- Kaolin: Jenis tanah liat putih yang sering digunakan dalam produk clay mask.
- Pumice
Skin-conditioning/Kondisioner Kulit: Berfungsi melembapkan, melembutkan, dan meningkatkan kadar air di lapisan kulit.
- Glyserine
- Palmitic Acid
- Stearic Acid
- Glyceryl distearate
- Glyceryl stearate
- Sorbitol
- Paraffinum liquidum/mineral oil
- Glyceryl distearate (tercantum dua kali)
Emulsifier/Pengemulsi:
- Myristic Acid
- Palmitic Acid
- Lauric Acid
- Glyceryl stearate
Viscosity Controller/Pengontrol Kekentalan:
- PEG-14M
- Stearic Acid
- Ethylcellulose
Stabilizer: Tetrasodium Edta berfungsi mencegah perubahan pH, bau, dan tekstur produk.
Preservatives: Phenoxyethanol.
Colorant: Cl 77492/iron oxide, Cl 74160/pigmen blue.
Kesimpulan
✔️ Bebas alkohol.
✔️ Mengandung agen anti-jerawat dan pengontrol minyak seperti salicylic acid.
✔️ Tidak membuat wajah kering berkat kandungan skin-conditioning yang cukup.
✔️ Kemungkinan memiliki pH yang seimbang karena adanya kandungan asam.
❗ Mengandung fragrance yang mungkin kurang cocok untuk kulit sensitif.
➡️ Beberapa bahan seperti myristic acid, palmitic acid, stearic acid, dan lauric acid memiliki potensi komedogenik yang cukup tinggi (level 4-5), yang berarti dapat menyumbat pori. Glyceryl distearate dan glyceryl stearate juga dapat menjadi pemicu fungal acne.
Namun, perlu diingat bahwa potensi komedogenik dan fungal acne trigger tersebut umumnya tidak berlaku pada produk bilas seperti sabun muka. Bahan-bahan tersebut hanya bersentuhan dengan kulit dalam waktu singkat saat mencuci muka, lalu segera dibilas.
Fungsi utama sabun muka adalah membersihkan kotoran, minyak, dan bakteri, bukan menambah masalah seperti komedo. Potensi penyumbatan pori akan lebih relevan jika bahan-bahan tersebut terdapat dalam produk yang dibiarkan semalaman di kulit, seperti krim malam.
Saat memilih sabun muka, fokuslah pada ada tidaknya SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan keseimbangan pH, bukan pada potensi komedogenik atau fungal acne trigger dari bahan-bahan yang akan dibilas.
Perbedaan SLS dan Soda Api:
Keduanya adalah bahan kimia yang perlu digunakan dengan hati-hati jika berlebihan. Perbedaan utamanya adalah:
Soda api (Potassium Hydroxide/Sodium Hydroxide) berfungsi mengubah minyak/lemak menjadi sabun/busa. SLS adalah deterjen/sabun siap pakai yang memiliki tingkat iritasi lebih tinggi dibandingkan busa yang dihasilkan dari reaksi soda api dengan minyak.
Bagi kulit sensitif, disarankan memilih sabun yang Non-SLS (bebas Sodium Lauryl Sulfate).
✔️ Pilih sabun yang menggunakan Sodium/Natrium/Potassium Hydroxide. Umumnya, sabun jenis ini akan disertai dengan bahan seperti myristic acid, stearic acid, palmitic acid, dan/atau minyak untuk menghasilkan busa yang lembut dan ramah kulit.
✔️ Beli dimana? Di Official store

