Skincapedia.com – Tone-up cream menjadi salah satu produk skincare yang digemari karena kemampuannya mencerahkan kulit secara instan. Berbeda dengan foundation yang memberikan coverage penuh, tone-up cream lebih berfokus pada efek mencerahkan sementara dan merupakan bagian dari rutinitas skincare.
Tone-up cream dirancang untuk memberikan efek “instan brightening” yang akan luntur setelah dibersihkan. Keunggulan utamanya adalah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kulit, menjadikannya produk skincare, bukan makeup seperti foundation. Komposisi skincare umumnya lebih ringan dibandingkan foundation.
|
|
| Citra tone up cream. Foto by andiaischaa |
Banyak brand yang merilis produk tone-up cream, salah satunya adalah Citra dengan produknya, Citra Pearly White UV Tone up Face Cream. Mari kita telaah lebih dalam mengenai performa dan kandungannya.
Ingredients
Water, Titanium Dioxide, Cyclopentasiloxane, Dimethicone, Strearic Acid, Niacinamide, Glycerin, Isohexadecane, Pearl Extract, Oryza Sativa (Rice) Powder, Tocopheryl Acetate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Aluminium Starch Octenylsuccinate, Ethylhexyl Methaxycinnamate, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Triethanolamine, Phenoxyethanol, Cetyl Alcohol, PEG-100 Stearate, Carbomer, Perfume, Dimethiconol, Methylparaben, Aluminum Hydroxide, Propylparaben, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate, Crosspolymer, Sodium Hydroxide, Disodium EDTA, Decyl Glucoside, Cyclotetrasiloxane, Sodium carbonate, Caprylic/Capric Triglyceride, Propylene Glycol, BHT, Xanthan Gum, Butylene Glycol, Sodium Chloride.
Penjelasan Ingredient Citra Tone Up Face Cream
Mengandung 4 bahan aktif
Niacinamide.
Merupakan Vitamin B3, salah satu bahan aktif paling populer saat ini, terutama untuk klaim mencerahkan kulit. Niacinamide cocok untuk hampir semua tipe kulit dan memiliki keunggulan dibandingkan Vitamin A (retinol) dan Vitamin C murni (ascorbic acid) karena minim efek samping seperti rasa perih, kering, atau mengelupas.
Pearl Extract.
Ekstrak mutiara telah lama digunakan dalam kosmetik karena segudang manfaatnya. Kaya akan protein, asam amino, dan kalsium karbonat, ekstrak mutiara efektif merevitalisasi kulit, merangsang regenerasi sel, dan menghidrasi kulit dengan kemampuannya menahan kelembapan.
Tocopheryl Acetate.
Dikenal sebagai Vitamin E, bahan ini berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit.
Sodium Ascorbyl Phosphate.
Ini adalah turunan Vitamin C. Berfungsi sebagai antioksidan, pencerah kulit, dan peningkat kolagen. Berbeda dengan Vitamin C murni yang bisa menimbulkan rasa perih, turunan Vitamin C ini lebih lembut di kulit, meskipun potensinya tidak sekuat Vitamin C murni.
Ingredients Pelengkap
Mengandung 3 agen sunscreen
1). Titanium Dioxide.
Sebagai agen sunscreen fisik, Titanium Dioxide sangat populer di seluruh dunia. Ia memberikan perlindungan spektrum luas dengan memantulkan sinar UVA dan UVB. Meskipun cukup fotostabil, ia dapat meninggalkan white-cast. Namun, sebagai agen fisik, ia aman karena hanya berada di permukaan kulit dan tidak terserap.
2). Ethylhexyl Methoxycinnamate.
Filter UV kimiawi ini hanya menyerap sinar UVB. Berbeda dengan Titanium Dioxide, Ethylhexyl Methoxycinnamate sangat nyaman digunakan karena tidak meninggalkan white-cast. Namun, ia tidak fotostabil dan kemampuannya berkurang seiring waktu paparan sinar matahari.
3). Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol.
Dikenal juga sebagai Tinosorb M, ini adalah agen sunscreen hybrid yang menggabungkan sifat fisik dan kimiawi, sebagian memantulkan dan sebagian menyerap UV. Merupakan agen generasi baru yang memberikan perlindungan spektrum luas dan sangat fotostabil.
Mengandung agen mattifier/oil-absorbent.
Produk tone-up cream umumnya memiliki hasil akhir matte, dan beberapa bahan inilah yang berperan:
- Titanium Dioxide. Selain sebagai sunscreen, ia juga menyerap minyak sehingga memberikan tampilan bebas kilap. Kekurangan white-cast-nya justru menjadi kelebihan sebagai pencerah instan pada produk tone-up.
- Oryza Sativa (Rice) Powder). Bubuk beras memiliki sifat menenangkan kulit dan kaya nutrisi yang menyehatkan serta mencerahkan. Di dalam produk ini, ia juga berfungsi sebagai agen mattifier.
- Aluminium Starch Octenylsuccinate, dan
- Aluminium Hydroxide. Kedua senyawa aluminium ini umum digunakan dalam lipstik matte untuk menambah kepekatan warna, menyerap minyak, dan mencegah penggumpalan, sehingga menghasilkan formula matte yang mudah diratakan.
Mengandung ingredients yang bersifat emollient dan humectant.
Bahan-bahan ini berfungsi melembutkan dan menghaluskan kulit:
Dimethicone, Strearic Acid, Glycerin, Isohexadecane, Cetyl Alcohol, Decyl Glucoside, Caprylic/Capric Triglyceride, Propylene Glycol, Butylene Glycol.
Mengandung Silikon
Cyclopentasiloxane, Dimethicone, Dimethiconol, Cyclotetrasiloxane. Silikon dalam skincare berfungsi sebagai kondisioner, pelumas, pelarut, dan pembentuk lapisan (film former) pada kulit. Bahan ini memberikan rasa halus dan licin, mengisi garis halus dan kerutan, serta mengunci kelembapan. Namun, silikon juga dapat menjebak minyak dan kotoran yang berpotensi memicu komedo.
Mengandung bahan potensi komedogenik
Dimethicone (Level 1), Strearic Acid (Level 2), Triethanolamine (Level 2), Cetyl Alcohol (Level 3), PEG-100 Stearate (Level 1), Carbomer (Level 1), Butylene Glycol (Level 1), Sodium Chloride (Level 5).
Tingkat potensi komedogenik menunjukkan kemungkinan menyumbat pori, dengan level 5 sebagai yang paling berisiko.
Mengandung 1 bahan yang disukai jamur Malasezia.
PEG-100 Stearate. Meskipun berfungsi sebagai emulsifier, asam lemak di dalamnya dapat menjadi makanan bagi jamur malasezia, sehingga bahan ini dianggap kurang cocok untuk penderita fungal acne.
Pengawet yang digunakan
Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, BHT.
Mengapa paraben begitu kontroversial?
Paraben dikhawatirkan dapat terserap ke dalam kulit, masuk ke aliran darah, dan mengganggu aktivitas hormon, yang berpotensi memicu kanker, terutama kanker payudara.
Lalu, apakah berbahaya jika paraben terdapat dalam skincare?
Menurut EU’s Scientific Committee for Consumer Safety (SCCS), paraben aman digunakan jika konsentrasinya tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Batas maksimum yang diperbolehkan adalah 0,4% untuk methyl paraben, 0,4% untuk ethyl paraben, 0,19% untuk butyl & propyl paraben, dan total paraben sebesar 0,8%. Rata-rata produk skincare hanya menggunakan sekitar 0,5% paraben, yang masih di bawah batas aman.
Kesimpulan
Sumber: incidekoder, beautifulwithbrain, paula’s choice cosmetic dictionary, specialchem, holistichealthherbalist, skinindex, dll.

