Skincapedia.com – Kelly Pearl Cream telah lama dikenal di pasaran, bahkan beberapa dari kita mungkin pernah menggunakannya sejak masa sekolah. Produk ini kerap direkomendasikan sebagai solusi untuk masalah jerawat, meski dengan pengalaman penggunaan yang beragam.
Penulis artikel ini memiliki kenangan pribadi dengan Kelly Pearl Cream, yang berawal dari rekomendasi seorang guru biologi saat masih duduk di bangku SMA. Di masa itu, penulis yang cenderung tomboy tidak terlalu memusingkan penampilan, namun sang guru melihat perjuangan penulis melawan jerawat yang aktif. Sang guru menyarankan penggunaan Kelly Pearl Cream dengan harapan dapat membantu mengatasi masalah jerawat tersebut.
|
|
| Kelly Pearl Cream. Foto by firdhaaa12 FD member |
| Menariknya, harga Kelly Pearl Cream pada saat itu sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 3.500. Sang guru memberikan instruksi penggunaan yang spesifik: dioleskan tipis-tipis di malam hari sebelum tidur, fokus pada area komedo dan jerawat, lalu segera cuci muka di pagi hari. Penggunaan di siang hari sangat tidak disarankan karena dapat memberikan efek “topeng” pada wajah. |
Penulis pun mengikuti anjuran tersebut dengan seksama.
Kesan Pertama Memakai Kelly
Saat pertama kali menggunakan Kelly Pearl Cream, penulis merasakan teksturnya yang berat dan sulit diratakan, menyerupai dempul. Meskipun diaplikasikan tipis, hasilnya tetap terlihat seperti memakai topeng. Formulanya sangat lengket dan tidak mudah meresap ke kulit. Setelah bangun tidur, wajah terasa sangat berminyak, bahkan proses membersihkannya pun memerlukan dua kali pembilasan.
Apakah Penggunaan Dihentikan?
Meskipun demikian, penulis tidak menghentikan penggunaannya. Justru, penulis merasa takjub melihat wajahnya tampak lebih bercahaya setelah dicuci, terutama saat terkena cahaya lampu. Kulit yang cenderung cerah menjadi terlihat lebih putih, sebuah efek yang juga diperhatikan oleh teman-temannya saat itu.
Efek pada Jerawat
Yang paling mengejutkan adalah efeknya terhadap jerawat. Jerawat menjadi lebih cepat kempes. Selain itu, “mata” jerawat yang sebelumnya terpendam di bawah kulit, kini bermunculan ke permukaan. “Mata” jerawat ini merupakan lemak yang terperangkap di dalam kulit dan sulit dikeluarkan tanpa dipencet, yang berisiko menimbulkan bopeng.
Kesan Selanjutnya
Teman-teman penulis juga turut terkesan dan akhirnya mencoba Kelly Pearl Cream. Dua orang teman yang juga memiliki masalah jerawat melaporkan kecocokan dengan produk ini.
Apakah Kelly Membuat Wajah Mulus?
Sayangnya, Kelly Pearl Cream tidak sepenuhnya membuat wajah mulus. Jerawat masih muncul, meskipun tidak separah sebelumnya. Hal ini dimaklumi mengingat kulit penulis yang cenderung berminyak dan kondisi hormon yang aktif.
Setelah Satu Pot Habis?
Setelah menghabiskan satu pot, penulis memutuskan untuk membeli kembali. Namun, jerawat tetap muncul secara berkala, tidak hilang sepenuhnya. Akhirnya, penulis mulai merasa malas menggunakan Kelly karena teksturnya yang lengket dan sulit dibersihkan, terutama saat kondisi mengantuk di malam hari. Padahal, jika digunakan secara konsisten, efeknya cukup membantu.
Masa Kuliah
Saat memasuki masa kuliah, masalah jerawat masih terus berdatangan. Penulis yang sudah lebih peduli pada penampilan teringat kembali pada Kelly dan berniat untuk menggunakannya lagi. Namun, ternyata kulit penulis tidak lagi cocok dengan Kelly. Produk ini terasa tidak memberikan efek apa pun, bahkan cenderung membuat wajah semakin berminyak dan berkomedo.
Demikianlah akhir cerita pengalaman penulis dengan Kelly Pearl Cream. Penulis heran melihat produk ini masih eksis dan dijual di warung kelontong, bahkan masih laku. Rasa penasaran mendorong penulis untuk menelisik kandungan bahan-bahannya, sesuatu yang tidak dilakukannya dulu saat pertama kali mencoba.
Mari kita bedah kandungannya.
Penjelasan Ingredients Kelly Pearl Cream
Ingredients:
White petroleum jelly, isopropyl myristate, beeswax, titanium dioxide, talk, lanolin, squalane, tocopheryl acetate, benzophenone, fragrance, propyl paraben, Cl 19140, Cl 15995
White petroleum jelly.
Dikenal juga sebagai Vaseline, petroleum jelly adalah hasil sampingan dari minyak bumi. Ia adalah agen oklusif yang sangat efektif, berfungsi mengunci kelembapan kulit tanpa terserap ke dalam. Meskipun diklaim non-comedogenic, teksturnya sangat lengket, berat, dan berminyak. Kelebihannya adalah kemampuannya menghalangi kehilangan air hingga 40%, cocok untuk area kulit kering seperti bibir, siku, dan tumit. Namun, untuk kulit wajah, terutama yang berminyak, teksturnya yang pekat dapat menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.
Isopropyl myristate
Minyak sintetis ini berfungsi sebagai emollient, membuat kulit terasa halus dan lembut tanpa efek berminyak. Ia juga dapat mengurangi efek berminyak dari bahan lain dalam formula dan membantu penyerapan bahan aktif. Namun, bahan ini memiliki tingkat komedogenik tinggi, yaitu level 5, yang berarti berpotensi menyumbat pori-pori.
Beeswax
Lilin lebah ini berfungsi sebagai emollient yang melembapkan kulit dan bibir, serta membantu memperbaiki kulit pecah-pecah. Ia juga memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat mencegah infeksi pada luka.
Titanium dioxide
Agen sunscreen spektrum luas ini juga berfungsi sebagai penyerap minyak dan agen pengopasifikasi yang memberikan efek pencerahan instan.
Talc
Berfungsi sebagai penyerap minyak dan memberikan efek penyamaran ringan untuk warna kulit yang tidak merata.
Lanolin
Zat berminyak alami dari bulu domba ini adalah emollient efektif yang mencegah kulit kering, kasar, dan bersisik. Meskipun bertekstur seperti lilin, lanolin mudah terserap kulit tanpa rasa lengket. Potensi komedogeniknya tergolong rendah.
SqualAne
Merupakan turunan dari squalene, bahan ini mirip dengan sebum manusia. Ia memiliki kemampuan melembapkan yang sangat baik, mudah diserap kulit, dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, berjerawat, dan fungal acne.
Tocopheryl acetate
Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit, serta melindungi kulit dari efek buruk sinar UV.
Benzophenone
Dikenal juga sebagai oxybenzone, bahan ini sering digunakan dalam sunscreen untuk melindungi dari sinar UV. Namun, efektivitasnya lemah jika tidak dikombinasikan dengan agen sunscreen lain. Seringkali digunakan sebagai photo-stabilizer untuk melindungi formula produk. Penggunaan di bawah 6% dianggap aman.
Fragrance
Memberikan aroma khas Kelly yang dianggap jadul oleh penulis.
Propyl paraben
Pengawet yang cukup kontroversial, namun dianggap aman jika konsentrasinya tidak melebihi 0,19%.
Kesimpulan
Poin Satu: Berdasarkan komposisi bahan, Kelly Pearl Cream tidak mengandung merkuri atau bahan yang menipiskan kulit. Efek mencerahkan yang dirasakan kemungkinan besar adalah efek instan sementara, layaknya penggunaan bedak atau foundation.
Poin Dua: Tekstur Kelly yang berat dan sulit diratakan disebabkan oleh kandungan utama berupa minyak dan lilin, tanpa adanya air atau pelarut lainnya.
Poin Tiga: Kemampuan Kelly dalam mengempeskan jerawat mungkin bersifat kebetulan. Meskipun mengandung beeswax yang bersifat antibakteri, kandungan petroleum jelly dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Efek kempesnya jerawat yang dialami penulis dan teman-temannya belum tentu sama untuk setiap orang, karena dipengaruhi oleh kondisi kulit yang berbeda-beda. Perubahan kecocokan produk seiring waktu juga bisa terjadi karena perubahan kondisi kulit.
Poin Empat: Secara umum, Kelly Pearl Cream aman digunakan dalam arti tidak berbahaya atau merusak kulit secara permanen. Namun, produk ini memiliki kekurangan seperti dapat membuat wajah semakin berminyak dan berkomedo, terutama jika tidak digunakan dengan cara yang tepat.
Poin Lima: Penulis mengajak pembaca yang pernah mencoba Kelly untuk berbagi pengalaman di kolom komentar.
Update Review
Penulis memutuskan untuk mencoba kembali Kelly Pearl Cream untuk ketiga kalinya. Keputusan ini terinspirasi dari hasil penggunaan yang bagus dari seorang YouTuber, dan penulis sedang mencari day cream dengan efek tone up yang memuaskan.
|
|
| Skincapedia. Doc |
Quick Review
Kemasan:
Kemasan Kelly Pearl Cream masih sama persis dengan versi lama, mulai dari kardus, brosur, daftar bahan, hingga material potnya.
✔️Aroma: Masih sama, beraroma jadul.
✔️Tekstur: Berat dan terasa seperti dempul.
✔️Harga: Masih sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000.
Cara Pakai:
Kali ini, penulis menggunakan Kelly Pearl Cream untuk rutinitas pagi (AM routine) sebagai pengganti day cream atau foundation.
Hasilnya:
Memberikan hasil akhir dewy dan glowy dengan sheer-coverage yang terlihat natural. Namun, produk ini agak sulit dibaurkan dan membutuhkan usaha ekstra.
- Jika hanya menggunakan sunscreen lalu dilayer dengan Kelly, pembauran terasa seret.
- Jika menggunakan serum/moisturizer terlebih dahulu, diikuti sunscreen, lalu Kelly, pembauran menjadi lebih mudah dan hasilnya menyatu dengan baik, tidak terlihat seperti dempul, dan tidak ada white cast.
|
|
| Sebelumnya sudah pakai serum dan sunscreen. |
|
|
| Efek tone up nya natural dan tidak moblong-moblong. |
Nilai Plus (+): Murah, coverage natural, berhasil membuat pori-pori tampak lebih samar, dan memberikan efek dewy-glowy yang disukai.
Nilai Minus (-)
- Agak lengket dan membuat wajah sangat berminyak di siang hari, sehingga perlu diatasi dengan tisu penyerap minyak.
- Cenderung komedogenik pada kulit penulis, terutama di area T-zone (dahi di atas hidung hingga bawah bibir).
Tips:
- Pastikan kulit dalam kondisi sehat dan baik sebelum menggunakan Kelly untuk hasil optimal.
- Hindari penggunaan tunggal. Lapisi kulit dengan sunscreen atau moisturizer terlebih dahulu agar pembauran lebih mulus.
- Saat sore hari sebelum mandi, lakukan double cleanse dengan micellar water untuk membantu mengurangi komedo.
Overall:
Setelah penggunaan sekitar dua minggu, Kelly Pearl Cream tidak menyebabkan breakout atau efek samping aneh. Kekurangannya dapat diatasi, sehingga penulis memutuskan untuk membeli kembali jika produk ini habis.
Bagi yang tertarik, ada produk serupa Kelly dengan daftar bahan lengkap yang bisa dicek di: Meco Pearl Cream.




