Skincapedia.com – Propolis, bahan alami yang dikenal luas untuk pengobatan dan suplemen kesehatan, kini semakin populer dalam industri kosmetik sebagai bahan aktif yang diklaim ampuh mengatasi berbagai masalah kulit.
Salah satu merek lokal yang memanfaatkan khasiat propolis adalah Hanasui melalui produk serumnya, Hanasui Propolis Serum. Serum wajah ini diperkaya dengan ekstrak propolis, Sodium Hyaluronate, Vitamin B6, Vitamin E, dan Schizophyllan. Serum ini diklaim memiliki kemampuan:
- Anti Bacteria
- Healing Power
- Skin Regeneration
| Hanasui Propolis Serum. Foto by Azka49 FD member |
Mari kita telaah lebih dalam mengenai kandungan bahan-bahan di dalam Hanasui Propolis Serum.
Penjelasan Ingredients Hanasui Propolis Serum
Daftar Komposisi:
Aqua, Betaine, Propylene Glycol, Glycerin, Propolis Extract, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Tocopheryl Acetate, Pyridoxine Cyclic Phosphate, Allantoin, Carbomer, Tetrasodium EDTA, Triethanolamine, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Fragrance, Hydrogenated Lecithin, Xanthan Gum, Glycine Soja Sterols, Sodium Polygamma-Glutamate, Citric Acid, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, 1,2-Hexanediol, Silica, Pentylene Glycol, Butylene Glycol, Isoceteth-10, Chlorphenesin, Schizophyllan.
Bahan Aktif Utama
Propolis Extract
Terdapat empat alasan utama mengapa propolis sangat bermanfaat bagi kulit berminyak dan berjerawat:
- Anti bakteri dan anti fungi. Mampu melawan bakteri penyebab jerawat dan jamur malassezia yang memicu fungal acne.
- Antiinflamasi. Efektif meredakan peradangan akibat jerawat, menenangkan kulit sensitif dan iritasi, serta membantu mencegah gejala sunburn.
- Mengontrol sebum sekaligus menghidrasi. Menciptakan keseimbangan ekosistem kulit yang memperkuat imun kulit. Pengendalian sebum juga membantu menyamarkan tampilan pori dan meminimalkan pembentukan komedo.
- Regenerasi sel. Mempercepat penyembuhan luka bekas jerawat dan menggantinya dengan sel kulit yang lebih sehat.
Sodium Hyaluronate
Sebagai bahan yang skin-identical, ia memiliki kemampuan water-binding yang kuat. Bahan ini mampu menarik kelembapan dari udara sekitar dan menguncinya di lapisan kulit. Pentingnya bahan skin-identical dalam perawatan kulit dapat Anda pelajari lebih lanjut di sini.
Tocopheryl Acetate
Berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit.
Pyridoxine Cyclic Phosphate
Merupakan turunan Vitamin B6 yang lebih stabil terhadap suhu dan cahaya dibandingkan Vitamin B6 murni (Pyridoxine HCl). Manfaat Vitamin B6 ini meliputi pengurangan produksi sebum, penghalusan kulit dengan mengecilkan pori-pori, hidrasi kulit, dan mengurangi peradangan akibat paparan sinar UV.
Allantoin
Senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan, hewan, dan mikroba, serta dapat diekstrak dari tanaman comfrey. Allantoin berfungsi menenangkan kulit sensitif, meminimalkan iritasi, dan merangsang pembentukan sel kulit baru untuk mempercepat penyembuhan luka.
Schizophyllan
Meskipun tercantum di urutan terakhir dalam daftar bahan, Schizophyllan merupakan senyawa yang diekstrak dari jamur Schizophyllum commune. Senyawa ini memiliki beberapa khasiat penting:
- Memperbaiki sel kulit yang rusak.
- Bersifat antiinflamasi yang dapat menenangkan kulit sensitif, iritasi, dan meredakan kemerahan akibat jerawat.
- Membantu melembapkan kulit yang kering.
Berikut adalah tampilan jamur Schizophyllum commune yang unik.
|
|
| Schyzophyllum Comune Sumber: flickr.com |
Bahan Pelengkap
- Betaine: Berasal dari gula bit, berfungsi sebagai humektan yang sangat baik dengan kemampuan osmoprotektan untuk melindungi sel dari dehidrasi.
- Propylene Glycol: Membantu formula produk cepat meresap ke dalam kulit dan mencegah formula membeku atau menggumpal. Meskipun memiliki reputasi buruk di kalangan advokat kosmetik, para ilmuwan dan ahli toksikologi sepakat bahwa bahan ini aman.
- Glycerin: Humektan yang menyeimbangkan kadar air di lapisan kulit dan merupakan bahan skin-identical.
- Phenoxyethanol: Pengawet yang posisinya kelima dalam daftar komposisi, diharapkan konsentrasinya tidak melebihi 2%.
- Carbomer: Agen pengental (gelling agent) yang mengubah formula berbasis air menjadi seperti gel.
- Tetrasodium EDTA: Agen pengkelat yang berfungsi menjaga kestabilan formula.
- Triethanolamine (TEA): Pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat basa.
- Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer: Jenis silikon yang berfungsi sebagai pengatur kekentalan (viscosity controller).
- Fragrance: Biasanya terdiri dari 30-50 komponen kimia dan berpotensi memicu sensitivitas atau alergi pada kulit, sehingga sering dihindari oleh pemilik kulit sensitif. ❗
- Hydrogenated Lecithin: Berasal dari bahan alami, berfungsi sebagai pengemulsi, penstabil emulsi, dan emolien yang melembutkan kulit.
- Xanthan Gum: Terbuat dari bahan alami, berfungsi untuk menambah kekentalan formula.
- Glycine Soja Sterols: Berasal dari bahan alami, berfungsi sebagai emolien atau pelembut kulit yang sangat baik.
- Sodium Polygamma-Glutamate: Berfungsi sebagai pengemulsi dan skin-conditioning.
- Citric Acid: Pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat asam.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Pengemulsi yang sering digunakan untuk melarutkan fragrance dalam formula berbasis air. Namun, bahan ini tidak aman untuk fungal acne. ❗
- Potassium Sorbate: Pengawet.
- Sodium Benzoate: Pengawet.
- 1,2-Hexanediol: Bahan pelarut yang juga berfungsi sebagai emolien, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster).
- Silica: Umumnya digunakan dalam produk dengan klaim matte-finish karena kemampuannya menyerap minyak (oil absorbent/mattifier), namun dalam produk ini berfungsi menambah kekentalan.
- Pentylene Glycol: Memiliki fungsi yang sama dengan Propylene Glycol.
- Butylene Glycol: Memiliki fungsi yang sama dengan Propylene Glycol.
- Isoceteth-10: Pengemulsi.
- Chlorphenesin: Pengawet.
Kesimpulan








Where to buy?

