Home » Garnier Super UV Natural Finish: Cek Ingredients Pentingnya

Garnier Super UV Natural Finish: Cek Ingredients Pentingnya

Garnier Super UV Natural Finish: Cek Ingredients Pentingnya

Skincapedia.com – Garnier Super UV kini hadir dengan varian Natural Finish yang diklaim lebih disukai banyak orang dibandingkan varian Matte Finish. Produk ini memiliki nama lengkap Garnier Light Complete Super UV Spot Proof Watery Sunscreen SPF 50+ PA +++. Varian Natural Finish ini menawarkan klaim ringan, cepat meresap, tanpa whitecast, dan dapat berfungsi sebagai primer atau base make-up.

Garnier Super UV hadir dalam dua varian utama. Varian pertama adalah Garnier Super UV Matte Finish yang telah dibahas sebelumnya. Varian kedua adalah Garnier Super UV Natural Finish yang menjadi fokus ulasan kali ini.

  • Garnier Super UV Matte Finish, sudah dibahas di sini.
  • Garnier Super UV Natural Finish.

Garnier Light Complete Super UV Natural Finish. Foto oleh nadiyahfrht FD member.

Produk ini memiliki klaim yang menarik perhatian, yaitu ringan, cepat meresap, tidak menimbulkan whitecast, dan bisa digunakan sebagai primer atau base make-up. Berdasarkan ulasan di Female Daily, produk ini mendapatkan rating 4,8 bintang dari 5, dengan 97% dari 243 pengguna merekomendasikannya. Untuk harga, produk ini dibanderol sekitar Rp 60.000 untuk kemasan 30ml.

Penjelasan Ingredients Garnier Super UV Natural Finish

Ingredients:

Aqua, ethylhexyl methoxycinnamate, alcohol denat, isopropyl isononanoate, bis-ethylhexyloxyphenolmethoxyphenyl triazinez drometrizole trisoloxane, diethylamino hydroxy benzoyl hexyl benzoate, niacinamide, dimethicone, silica, dipropylene glycol, cetearyl alcohol, methylene bis-benzotriazolyl tetramethylbutylphenol, diisopropyl senacate, ethylhexyl triazone, BHT, PEG-8 laurate, linalool, potassium hydroxide, geraniol, carbomer, glyserine, cetearyl glucoside, parfum, sodium methyl steaoryl taurate, sodium dea-dodedecylbenzene sulfonate, inulin lauryl carbamate, phenoxyethanol, adenosine, ammonium acryloyldimethyltaurate/vp copolymer, chlorphenesin, tocopherol, disodium edta, limonene, ascorbyl glucoside, styrene, caprylolyl salicylic acidz hydrolized hyaluronic acid, citral, citrus junos fruit extract, methoypropanediolz xanthan gum, maltodextrin, t-butyl alcohol, butylene glycol, polyglyceryl-10 laurate, butyrospermum parkii seedcake extract, benzyl salicylate, benzyl alcohol.

Bahan Aktif

Niacinamide: Juga dikenal sebagai Vitamin B3, bahan ini memiliki banyak manfaat untuk kulit, termasuk mencerahkan, memperkuat skin barrier, melindungi kulit, mengatasi jerawat, dan mengatur produksi sebum.

Adenosine: Merupakan cell-communicator ingredient yang berfungsi sebagai agen anti-inflamasi. Adenosine juga membantu menjaga skin barrier dan mendukung proses pemulihan luka pada kulit.

Tocopherol: Dikenal sebagai Vitamin E, bahan ini adalah antioksidan kuat yang juga berfungsi sebagai pelembap kulit dan pelindung dari sinar UV.

Ascorbyl Glucoside: Merupakan turunan Vitamin C yang lebih stabil dan mudah diformulasikan. Bahan ini memiliki kemampuan mencerahkan kulit, sebagai antioksidan, dan dapat menjadi collagen booster setelah dikonversi menjadi Vitamin C murni di dalam kulit.

Caprylolyl Salicylic Acid: Juga dikenal sebagai LHA, bahan ini adalah versi yang lebih lembut dari BHA atau salicylic acid, efektif membersihkan pori-pori.

Hydrolyzed Hyaluronic Acid: Dikenal juga sebagai Nano Hyaluronic Acid, molekul HA yang dipecah menjadi ukuran nano sehingga memiliki kemampuan penetrasi yang lebih baik ke dalam kulit.

Citrus Junos Fruit Extract: Ekstrak dari jeruk jeju ini kaya akan Vitamin C dan antioksidan. Kandungan natural AHA (citric acid) di dalamnya juga membantu mencerahkan kulit dan melindunginya dari efek buruk sinar UV.

Butyrospermum Parkii Seedcake Extract: Dikenal sebagai sheabutter, bahan ini memiliki kemampuan melembapkan kulit yang sangat baik. Kandungan vitamin E dan asam lemaknya bermanfaat untuk menjaga skin barrier kulit.

Agen Sunscreen yang Dipakai

Ethylhexyl Methoxycinnamate: Merupakan UVB absorber. Meskipun termasuk sunscreen generasi lama dan tidak terlalu photostable (kemampuannya berkurang setelah terpapar matahari), bahan ini populer karena teksturnya yang nyaman di kulit.

Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine: Dikenal sebagai Tinosorb S, ini adalah agen sunscreen generasi baru yang memberikan perlindungan broad spectrum (UVA dan UVB). Bahan ini sangat photo-stable, tidak terserap ke dalam aliran darah, sehingga aman dan tidak mengganggu aktivitas hormon.

Drometrizole Trisiloxane: Dikenal sebagai Mexoryl XL, agen sunscreen eksklusif dari L’Oreal Group ini berfungsi sebagai filter UVA dan UVB dan sangat photo-stable.

Diethylamino Hydroxy Benzoyl Hexyl Benzoate: Dikenal sebagai Uvinul A Plus, ini adalah agen generasi baru yang fokus pada UVA absorber dan sangat photo-stable.

Ethylhexyl Triazone: Dikenal sebagai Uvinul T 150, agen generasi baru ini berfungsi sebagai UVB filter dan sangat photo-stable.

Bahan Pelengkap

Aqua: Pelarut utama dalam formulasi.

Alcohol Denat: Berfungsi sebagai pelarut yang baik, pengencer, penetration enhancer, astringent, dan memiliki sifat anti-mikroba.

Isopropyl Isononanoate: Merupakan emollient ester dengan tekstur yang kaya dan creamy namun tidak lengket, efektif melindungi kulit kering.

Dimethicone: Jenis silikon yang berfungsi sebagai emollient dan pelumas. Memberikan efek filler sementara sehingga kulit tampak halus dan licin, serta membantu mengunci kelembapan.

Silica: Berfungsi sebagai viscosity controller untuk menambah kekentalan formulasi. Juga memiliki kemampuan sebagai agen penyerap minyak atau mattifier.

Dipropylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, dan humektan.

Cetearyl Alcohol: Merupakan emollient yang menambah kekentalan formula, serta berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil emulsi.

Diisopropyl Sebacate: Bahan penting dalam formula sunscreen yang berfungsi sebagai SPF booster, memungkinkan tercapainya nilai SPF tinggi tanpa konsentrasi agen sunscreen yang berlebihan. Bahan ini juga membantu menciptakan formula yang nyaman di kulit, mudah meresap, dan mengurangi kesan greasy.

BHT: Antioksidan sintetis yang berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah formula cepat teroksidasi.

PEG-8 Laurate: Berfungsi sebagai pengemulsi.

Linalool: Pewangi alami.

Potassium Hydroxide: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat basa.

Geraniol: Pewangi alami.

Carbomer: Gelling agent yang berfungsi menambah kekentalan produk.

Glycerin: Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical ingredient), dan humektan.

Parfum: Bahan pewangi.

Sodium Methyl Stearoyl Taurate: Berfungsi sebagai pengemulsi.

Sodium DEA-Dodecylbenzenesulfonate: Berfungsi sebagai pengemulsi.

Inulin Lauryl Carbamate: Berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil emulsi.

Phenoxyethanol: Pengawet dengan konsentrasi maksimum 2%.

Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer: Berfungsi mengentalkan produk.

Chlorphenesin: Pengawet.

Disodium EDTA: Berfungsi menetralisir ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.

Limonene: Pewangi alami.

Styrene: Bahan untuk parfum.

Citral: Pewangi alami.

Menthoxypropanediol: Mentol sintetis yang berfungsi sebagai cooling agent untuk memberikan sensasi sejuk saat diaplikasikan.

Xanthan Gum: Berfungsi menambah kekentalan formula.

Maltodextrin: Berfungsi mengentalkan produk.

T-Butyl Alcohol: Sejenis alkohol yang masih bersaudara dengan ethanol.

Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, dan humektan.

Polyglyceryl-10 Laurate: Berfungsi sebagai pengemulsi.

Benzyl Salicylate: Bahan pewangi.

Benzyl Alcohol: Pengawet.

Kesimpulan

✔️ Mengandung 8 bahan aktif, yang jarang ditemukan pada sunscreen.

✔️ Tidak menimbulkan whitecast.

✔️ Mengandung 5 agen sunscreen, di mana 4 di antaranya adalah agen photo-stable. Ini berarti Anda hanya perlu reapply jika terkena air, jika tidak, reapply tidak terlalu krusial.

Sebenarnya reapply setiap 2 jam itu apa betul-betul diperlukan?

Banyak ahli menyarankan demikian, namun referensi dari Paula’s Choice menunjukkan bahwa reapply sunscreen setiap 2 jam tidak selalu diperlukan, terutama jika:

  • Anda hanya beraktivitas di rumah.
  • Anda bekerja di dalam ruangan.
  • Anda keluar rumah sebentar dan hanya terpapar panas matahari selama beberapa menit.
  • Secara umum, jika Anda tidak terpapar matahari secara langsung selama 1-2 jam atau lebih.

Reapply sunscreen 2 jam sekali tidak betul-betul diperlukan, jika…

Poin pentingnya adalah agen sunscreen rusak atau terurai akibat paparan sinar UV secara langsung, bukan semata-mata karena berlalunya waktu. Jadi, jika aktivitas Anda banyak di dalam ruangan dan tidak terkena air, reapply mungkin tidak diperlukan.

Kesimpulannya, kebutuhan untuk reapply sunscreen sangat bergantung pada aktivitas harian masing-masing individu.

✔️ Potensi komedogenik rendah. Bahan seperti Dimethicone (peringkat 1) dan Cetearyl Alcohol (peringkat 2) memiliki potensi komedogenik rendah.

✔️ Ingredients berbeda dari versi Matte Finish. Varian Natural Finish ini lebih ringan karena potensi komedogeniknya sangat rendah, dengan agen sunscreen yang lebih sedikit dan photo-stable.

❗ Mengandung alkohol denat di urutan ketiga, yang bisa berpotensi mengeringkan bagi sebagian orang.

❗ Mengandung 7 jenis pewangi, di mana 4 di antaranya adalah pewangi alami seperti linalool, geraniol, limonene, dan citral, yang berpotensi menyebabkan sensitivitas. Namun, jika kulit sudah terbiasa dengan produk Garnier, kemungkinan tidak akan menjadi masalah.

❗ Mengandung Styrene. Informasi mengenai bahan ini terbatas, namun dikategorikan sebagai ‘perfuming‘. Di CosDNA, bahan ini diberi label merah dengan tingkat ketidaknyamanan tinggi (7-9).

✔️ Beli produk ORI di Official store.

Sumber referensi: incidekoder, paula’s choice, CosDna, mbah gugel.

Artikel menarik Lainnya