Home » Freeman Manuka Honey Tea Tree Oil Mask: Cek Ingredients & Manfaat

Freeman Manuka Honey Tea Tree Oil Mask: Cek Ingredients & Manfaat

Freeman Manuka Honey Tea Tree Oil Mask: Cek Ingredients & Manfaat

Skincapedia.com – Freeman merupakan brand perawatan pribadi yang berasal dari Los Angeles sejak tahun 1976. Keberadaannya yang telah lama membuktikan reputasinya sebagai merek yang terpercaya. Produk-produk Freeman kini banyak tersedia di pasar daring Indonesia, menawarkan sekitar 20 varian masker. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah Deep Clearing Manuka Honey + Tea Tree Oil Clay Mask + Cleanser.

Freeman Manuka Honey+Tea Tree Oil Clay Mask+Cleanser. Foto oleh Ellarubiana FD Member

Produk ini diperkaya dengan Manuka Honey yang dikenal memiliki khasiat menutrisi dan menyembuhkan kulit. Sementara itu, kandungan Tea Tree Oil berfungsi untuk membersihkan pori-pori, mengontrol produksi sebum, serta membantu merawat kulit berjerawat berkat sifat antibakterinya. Clay mask ini diformulasikan secara khusus untuk mengatasi masalah kulit berminyak dan kulit yang rentan berjerawat.

Cara penggunaan sebagai masker: Produk ini dapat digunakan sebagai pembersih harian atau sebagai masker. Untuk penggunaan sebagai masker, ratakan produk ke seluruh wajah dan diamkan selama 3 hingga 5 menit, tidak lebih dari 10 menit. Hindari area mata, alis, dan bibir, lalu bilas dengan air bersih. Penggunaan air hangat sangat disarankan untuk hasil yang optimal.

Berdasarkan ulasan di Female Daily, produk ini mendapatkan rating 4,1 bintang dari 5. Sebanyak 34% dari 382 pengguna merekomendasikan produk ini.

Harga produk ini berkisar Rp 140.000 untuk kemasan 175ml.

Penjelasan Ingredients Freeman Manuka Honey + Tea Tree Oil Clay Mask+ Cleanser

Ingredients:

Water/Aqua/Eau, Bentonite, Propylene Glycol, Titanium Dioxide, Decyl Glucoside, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water, Benzoic Acid, Mel (Manuka Honey), Cocamidopropyl Betaine, Xanthan Gum, Magnesium Aluminum Silicate, Kaolin, Disodium EDTA, Diazolidinyl Urea, Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone, Magnesium Chloride, Magnesium Nitrate, Fragrance (Parfum).

Bahan Aktif

Bentonite.

Bentonite adalah jenis tanah liat (clay) yang memiliki kemampuan menyerap air sangat tinggi, mencapai 300-700%, menjadikannya salah satu jenis clay dengan daya serap terkuat. Selain mampu menyerap minyak dan kotoran, bentonite juga mengandung ion negatif yang efektif menarik ion positif pada kulit, seperti bakteri, jamur, dan logam berbahaya. Dengan pH 9, bentonite sangat ideal untuk kulit berminyak.

Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil.

Dikenal juga sebagai Tea Tree Essential Oil, minyak ini memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% Tea Tree Oil memiliki efektivitas yang setara dengan 5% benzoyl peroxide, namun dengan proses yang lebih lambat dan efek samping yang lebih minim.

Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Water.

Witch Hazel Water memiliki kemampuan astringent dan oil-control yang baik, serta bersifat menenangkan kulit (skin-soothing), antioksidan, dan antibakteri.

Mel (Manuka Honey).

Madu telah lama digunakan dalam dunia kecantikan sejak 4500 SM, bahkan di era Cleopatra. Manuka Honey bermanfaat untuk menutrisi kulit, melembapkan, menenangkan kulit yang iritasi dan sensitif, serta memiliki sifat antimikroba.

Kaolin.

Kaolin merupakan jenis clay dengan kemampuan menyerap air sebesar 65%. Clay ini juga memiliki fungsi purifikasi dan detoksifikasi, serta menyerap minyak. Dengan pH 6, kaolin cocok untuk kulit kering dan sensitif.

Surfaktan yang digunakan

Decyl Glucoside.

Decyl Glucoside adalah agen pembersih yang terbuat dari minyak kelapa dan glukosa. Surfaktan ini menghasilkan busa yang cukup banyak dan bersifat biodegradable atau ramah lingkungan.

Cocamidopropyl Betaine.

Cocamidopropyl Betaine berfungsi sebagai penambah busa (foam-booster) yang lembut dan memiliki risiko iritasi yang rendah.

Bahan Pelengkap

  • Water
  • Propylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi (penetration enhancer), dan humektan.
  • Titanium Dioxide. Bertindak sebagai agen opacifying, penyerap minyak (oil-absorbent), dan agen pembentuk volume (bulking agent).
  • Benzoic Acid. Merupakan pengawet alami yang lembut dan tidak mengiritasi kulit. Namun, untuk efektivitas maksimal, benzoic acid perlu dikombinasikan dengan pengawet lain.
  • Xanthan Gum. Pengental yang terbuat dari bahan alami.
  • Magnesium Aluminum Silicate. Jenis clay yang berfungsi mengentalkan produk, menstabilkan formula, dan memiliki kemampuan menyerap minyak.
  • Disodium EDTA. Berfungsi menetralisir ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
  • Diazolidinyl Urea. Pengawet yang melepaskan formalin.
  • Methylchloroisothiazolinone. Pengawet yang sangat efektif dan hanya diizinkan untuk produk bilas (wash-off) dengan konsentrasi kurang dari 0,0015%.
  • Methylisothiazolinone. Pengawet yang sangat efektif meskipun dalam konsentrasi rendah, khusus untuk produk bilas. Konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah 0,01%.
  • Magnesium Chloride. Berfungsi menambah kekentalan formula.
  • Magnesium Nitrate. Memiliki manfaat untuk mengkondisikan rambut dan kulit (hair/skin conditioning).
  • Fragrance (Parfum).

Kesimpulan

Penambahan kata “cleanser” pada nama produk ini menekankan bahwa clay mask ini juga mengandung agen pembersih (surfaktan), sehingga dapat berfungsi ganda. Cara penggunaan terbaik adalah sesuai petunjuk pada kemasan: aplikasikan ke wajah, diamkan 3-5 menit, maksimal 10 menit, lalu bilas.

Jika wajah tidak menggunakan riasan tebal, Anda tidak perlu membersihkan wajah terlebih dahulu sebelum menggunakan clay mask ini. Produk ini dapat langsung diaplikasikan karena sudah mengandung pembersih atau surfaktan yang efektif mengangkat minyak dan kotoran di wajah.

Apakah produk ini bisa digunakan sebagai pembersih harian layaknya facial foam?

Menurut pendapat pribadi, jika hanya digunakan sebagai pembersih harian (diusap selama 60 detik lalu dibilas), efektivitasnya mungkin tidak maksimal. Hal ini dikarenakan hanya menggunakan dua agen surfaktan yang lembut. Selain itu, penggunaan singkat ini juga berisiko membuang-buang bahan aktif yang terkandung, karena bentonite dan kaolin belum sempat bekerja secara optimal. Penggunaan dua kali sehari juga bisa dianggap boros.

Apakah clay mask ini bisa digunakan setiap hari?

Berdasarkan label kemasan, produk ini bisa digunakan setiap hari. Namun, frekuensi penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Clay mask berpotensi membuat kulit menjadi kering. Jika kulit sedang dalam kondisi kering, sebaiknya hindari penggunaan setiap hari dan gunakan sesuai kebutuhan.

✔️ Produk ini tidak perlu segera dihabiskan karena diklaim memiliki masa simpan 12 bulan setelah kemasan dibuka.

Oya, apakah Freeman Manuka+Tea Tree Oil ini aman untuk fungal acne? Tentu saja. Produk ini tidak mengandung bahan-bahan yang berpotensi memicu fungal acne, dan umumnya produk bilas (wash-off) seperti ini aman untuk fungal acne. ✔️