Skincapedia.com – Memahami kandungan dalam produk perawatan kulit adalah kunci untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. NBS Skincare Anti Acne Serum hadir sebagai solusi bagi mereka yang berjuang melawan jerawat dan bekasnya. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap ingredients dalam serum ini, memberikan pemahaman mendalam tentang cara kerjanya.
NBS Skincare Acne Serum dirancang khusus untuk mengatasi berbagai masalah jerawat. Serum ini diklaim mampu menghilangkan jerawat aktif dan bruntusan, menyamarkan bekas jerawat, serta meredakan peradangan pada jerawat yang meradang. Lebih dari itu, produk ini juga berfungsi untuk mencegah timbulnya jerawat baru, mengurangi kemerahan dan iritasi yang sering menyertai jerawat, serta menjaga kelembapan kulit wajah. Dengan formula yang ditujukan untuk mengatasi jerawat membandel, serum ini juga berkontribusi dalam mencerahkan kulit.
|
|
| NBS Skincare Acne Serum. Sumber: shopee |
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, penggunaan NBS Skincare Acne Serum disarankan dilakukan secara merata ke seluruh wajah pada pagi dan malam hari. Setelah serum meresap sempurna, langkah selanjutnya adalah melanjutkan dengan penggunaan cream pagi atau cream malam. Konsistensi dalam pemakaian adalah kunci untuk melihat perubahan yang signifikan.
Produk ini hadir dalam kemasan 15ml dengan kisaran harga antara Rp 57.000 hingga Rp 75.000.
Penjelasan Ingredients NBS Skincare Acne Serum
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, niacinamide, hammamelis Virginiana distilate, phragmites karka extract, poria Cocos extract, citric acid, sodium citrate, sodium benzoate, salicylic acid, amylopectin, dextrin, xanthan gum, glyserin, propanediol, glycolic acid, lactic acid, sodium magnesium Silicate, Zinc PCA, DMDM hydantoin, allantoin, disodium edta, fragrance
Bahan Aktif Utama:
niacinamide.
Juga dikenal sebagai Vitamin B3, niacinamide adalah bahan multifungsi yang sangat dicari dalam perawatan kulit. Manfaatnya meliputi mencerahkan kulit, meningkatkan produksi ceramide untuk memperkuat lapisan pelindung kulit, mengatur produksi sebum agar kulit tidak terlalu berminyak, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jerawat.
hammamelis Virginiana distilate.
Ini adalah air hasil distilasi dari tanaman witch hazel. Dibandingkan dengan ekstraknya, distilat ini memiliki sifat yang lebih lembut. Ia berfungsi sebagai astringent ringan yang dapat membantu mengencangkan pori-pori, memberikan efek menenangkan (soothing), serta memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba.
phragmites karka extract.
Dikenal juga sebagai ekstrak Reed Grass, bahan ini kaya akan komponen aktif seperti beta-sitosterol, alpha-cinnamocnacid, hydroxycinnamic acid, dan methyl gallate. Ekstrak ini memiliki kemampuan antioksidan dan anti-inflamasi. Selain itu, ia juga berpotensi mencerahkan kulit dengan menghambat aktivitas enzim tyrosinase yang berperan dalam pembentukan melanin.
poria Cocos extract.
Jamur yang juga dikenal sebagai Hoelen atau Fu Ling ini kaya akan polysaccharides (seperti pachyman), triterpenoid, dan antioksidan. Poria Cocos extract memiliki khasiat anti-inflamasi dan menenangkan kulit (skin soothing), efektif mengurangi kemerahan dan bengkak, serta sangat cocok untuk kulit yang iritasi, sensitif, dan bahkan penderita dermatitis atopik.
citric acid.
Merupakan salah satu jenis Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang umum ditemukan pada buah-buahan sitrus. Fungsi utamanya dalam formulasi adalah sebagai pengatur pH (pH adjuster). Namun, pada konsentrasi tertentu, citric acid juga memiliki kemampuan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati.
salicylic acid.
Dikenal sebagai Beta Hydroxy Acid (BHA), salicylic acid bekerja dengan cara meresap ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan dan mengangkat kotoran. Sifatnya yang larut dalam minyak menjadikannya sangat efektif untuk mengontrol produksi minyak berlebih, meredakan peradangan, dan melawan bakteri penyebab jerawat. Ini menjadikannya bahan aktif populer dalam produk anti-jerawat.
glycolic acid.
Merupakan salah satu jenis AHA yang paling banyak diteliti dan terbukti khasiatnya. Glycolic acid dikenal sebagai AHA yang paling kuat di antara jenis lainnya, efektif dalam mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel kulit baru.
lactic acid.
Sering disebut sebagai “adik” dari glycolic acid, lactic acid adalah AHA terkuat kedua setelah glycolic acid. Berasal dari fermentasi susu, bahan ini juga memiliki kemampuan eksfoliasi yang baik. Namun, karena ukuran molekulnya yang lebih besar, ia cenderung lebih lembut di kulit dibandingkan glycolic acid.
Zinc PCA.
Kombinasi antara Zinc dan L-PCA. Zinc berperan dalam menormalkan produksi sebum dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Sementara itu, L-PCA adalah komponen Natural Moisturizing Factor (NMF) yang tidak hanya melembapkan kulit tetapi juga meningkatkan efektivitas Zinc. Studi menunjukkan bahwa 1% Zinc PCA dapat secara signifikan mengurangi sebum dalam 28 hari dan memiliki aktivitas kuat melawan bakteri P. acnes.
allantoin.
Senyawa alami yang memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit. Allantoin juga membantu dalam proses pemulihan luka atau iritasi pada kulit.
Bahan Pelengkap:
- Aqua: Air, sebagai pelarut utama.
- Sodium Citrate: Garam dari citric acid, berfungsi sebagai pengatur pH formulasi.
- Sodium Benzoate: Pengawet untuk menjaga stabilitas produk.
- Amylopectin: Berbahan dasar pati singkong, berfungsi mengentalkan formula dan menstabilkan emulsi.
- Dextrin: Pengental alami yang juga berfungsi sebagai penstabil emulsi.
- Xanthan Gum: Pengental alami yang umum digunakan dalam produk kosmetik.
- Glycerin: Pelarut, bersifat skin identical (mirip dengan komponen kulit), dan berfungsi sebagai humektan untuk menarik kelembapan.
- Propanediol: Pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan. Dibuat dari gula jagung.
- Sodium Magnesium Silicate: Pengental mineral yang membantu menambah kekentalan formula serta menyerap minyak dan air. Bahan mirip clay ini juga efektif memperlambat dekomposisi formula, mencegah perubahan warna dan bau, serta memperpanjang masa simpan produk.
- DMDM Hydantoin: Pengawet yang melepaskan sedikit formalin.
- Disodium EDTA: Agen pengkelat yang berfungsi menetralkan ion logam dalam formula.
- Fragrance: Pewangi untuk memberikan aroma pada produk.
Kesimpulan Analisis Ingredients
✔️ NBS Skincare Acne Serum secara efektif menggabungkan sembilan bahan aktif yang difokuskan untuk merawat dan mengatasi masalah kulit berjerawat.
✔️ Kehadiran SyriCalm™ CLR, sebuah campuran dari Phragmites Karka dan Poria Cocos, memberikan efek menenangkan (soothing), meredakan kemerahan, iritasi, dan meningkatkan ketahanan kulit terhadap stresor eksternal.
✔️ Formula ini diperkaya dengan kombinasi AHA (citric acid, lactic acid, glycolic acid) dan BHA (salicylic acid) untuk eksfoliasi yang mendalam.
✔️ Terdapat dugaan kuat bahwa serum ini menggunakan teknologi water lamellar gel, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan. Teknologi ini memungkinkan kandungan AHA bekerja efektif dengan lembut, meminimalkan efek samping seperti rasa perih atau panas. Komponen seperti Aqua, glycolic acid, lactic acid, sodium magnesium silicate, citric acid, xanthan gum mendukung hipotesis ini.
✔️ Kombinasi AHA dengan teknologi water lamellar gel ini dirancang untuk melunakkan jaringan kulit, memudahkan pengangkatan sumbatan pori dan sel kulit mati, serta membantu memudarkan bekas jerawat.
✔️ Pengguna disarankan untuk tidak melapisi serum ini dengan produk eksfoliasi lain pada hari yang sama untuk menghindari over-exfoliation. Sebaiknya, gunakan serum NBS Anti Acne di hari yang berbeda jika sedang melakukan perawatan eksfoliasi intensif.
✔️ Produk ini aman karena tidak mengandung alkohol dan paraben, serta bebas minyak dan non-comedogenic.
✔️ Dapat digunakan setiap hari, baik pada pagi maupun malam hari.
✔️ Cocok untuk fungal acne.
✔️ Sebagai produk lokal yang telah terdaftar BPOM dan memiliki logo halal, NBS Skincare Acne Serum menawarkan pilihan yang terpercaya dan aman bagi konsumen.

