Berdasarkan informasi dari American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen harus diaplikasikan dengan benar agar efektif melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang membahayakan. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai praktik penggunaan sunscreen yang sering keliru berikut ini,
1. Mengoleskan Sunscreen Setelah Berada di Luar Ruangan
Banyak orang mengaplikasikan sunscreen ketika mereka sudah terpapar sinar matahari. Padahal, kebiasaan ini menyebabkan kulit sempat tersengat sinar UV sebelum perlindungan tersebut berfungsi sepenuhnya.
Menurut sumber dari Topicrem, sunscreen yang mengandung filter organik memerlukan waktu untuk meresap ke dalam lapisan terluar kulit sebelum memberikan proteksi optimal. Karenanya, sunscreen sebaiknya dioleskan sekitar 15 hingga 30 menit sebelum beraktivitas di luar rumah atau sebelum kulit terkena paparan sinar matahari.
Sebagaimana diuraikan oleh AAD, mengoleskan sunscreen lebih awal di rumah juga membantu Anda menghindari terlewatnya area-area tertentu yang sering terlupakan, seperti telinga, tengkuk, atau area kelopak mata.
2. Menggunakan Sunscreen dalam Dosis Kurang
Salah satu kekeliruan yang paling lazim adalah penggunaan sunscreen dalam kuantitas yang tidak memadai. Mayoritas orang hanya mengoleskan sekitar seperempat hingga setengah dari dosis yang seharusnya disarankan.
Namun, untuk area wajah saja, AAD menyarankan minimal satu sendok teh, yang kira-kira setara dengan panjang jari telunjuk dan jari tengah Anda, sebagai takaran yang cukup untuk wajah.
3. Mengabaikan Area Kulit yang Rentan
Ketika terburu-buru, beberapa area tubuh kerap tidak mendapatkan aplikasi sunscreen yang memadai. Bagian seperti telinga, leher, kelopak mata, dan bibir adalah area yang paling sering terlewatkan, padahal area ini sangat sensitif terhadap sengatan matahari.
Oleh karena itu, biasakan untuk mengoleskan sunscreen secara merata ke seluruh kulit yang tidak tertutup pakaian, tidak hanya pada bagian yang terlihat langsung di cermin.
4. Lupa Mengulang Pengaplikasian Sunscreen
Banyak orang beranggapan bahwa sekali mengoleskan sunscreen di pagi hari sudah cukup untuk sepanjang hari. Namun, efektivitas perlindungan sunscreen akan berkurang seiring berjalannya waktu, terutama akibat keringat dan aktivitas di luar ruangan.
Menurut laman NHS, sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam sekali, atau segera setelah berenang dan berkeringat, meskipun produk yang digunakan memiliki label tahan air (water resistant). Air dapat menghapusnya dari permukaan kulit, dan efek pendinginan dari air sering kali membuat kita tidak menyadari kulit sedang terbakar.
Sebuah survei yang dilakukan oleh AAD menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga individu tidak mengulang aplikasi sunscreen setiap dua jam saat berada di luar ruangan. Kebiasaan ini membuat kulit tetap rentan terhadap paparan UV meskipun sudah menggunakan sunscreen di awal hari.
5. Menganggap Hari Berawan Tidak Memerlukan Sunscreen
Tak sedikit yang melewatkan penggunaan sunscreen ketika cuaca terasa sejuk atau langit tampak mendung. Padahal, awan tidak sepenuhnya menghalangi sinar UV. Berdasarkan sumber AAD, hingga 80 persen sinar UV berbahaya tetap dapat menembus awan dan mencapai kulit.
NHS juga mengemukakan hal serupa, sinar matahari tetap bisa membakar kulit meskipun Anda tidak sedang berlibur ke pantai atau berada di bawah terik matahari langsung. Risiko ini berlaku sepanjang tahun, bukan hanya di musim panas.
Baca juga: Manfaat Air Jahe Rebusan untuk Kesehatan Harian
Oleh karena itu, mengaplikasikan sunscreen setiap hari sebelum beraktivitas di luar, termasuk saat cuaca mendung, adalah kebiasaan yang sebaiknya Anda terapkan secara konsisten.
