Home » Adab Berdoa yang Dianjurkan dalam Islam

Adab Berdoa yang Dianjurkan dalam Islam

Skincapedia.com – Berdoa merupakan cara paling mendasar bagi seorang Muslim untuk menjalin koneksi langsung dengan Allah Swt. Dalam setiap situasi, baik saat dilimpahi kebahagiaan maupun sedang menghadapi kesulitan, doa menjadi pelabuhan terakhir yang memberikan ketenangan. Tak heran jika doa kerap disebut sebagai inti dari ibadah, sebab di dalamnya terkandung harapan, keikhlasan, serta ketergantungan total kepada Sang Pencipta.

Namun, masih banyak umat yang belum sepenuhnya memahami bahwa ibadah doa juga memiliki tata cara atau adab yang dianjurkan. Rasulullah saw. sendiri telah memberikan teladan bagaimana seorang hamba seharusnya memohon kepada Allah dengan cara yang baik dan benar.

Lantas, seperti apa sebenarnya adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam agar doa tidak sekadar terucap, melainkan benar-benar bernilai ibadah?

1. Memuji Allah dan Bershalawat

Ilustrasi berdoa

Mengawali doa dengan memanjatkan pujian kepada Allah Swt. dan berselawat kepada Nabi Muhammad saw. merupakan adab penting yang sering diajarkan dalam Islam. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita tidak langsung mengajukan permintaan, melainkan mendahulukan penghormatan kepada Allah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, diceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah menegur seseorang yang langsung berdoa tanpa terlebih dahulu memuji Allah Swt. dan berselawat. Beliau kemudian mengajarkan tata cara yang benar. Penjelasan ini juga diperkuat oleh Syaikh Yusuf al-Qaradawi, yang dalam ceramahnya seperti dikutip oleh Al Jazeera, menjelaskan bahwa memuji Allah sebelum berdoa adalah bentuk adab spiritual yang mencerminkan kerendahan hati seorang hamba. Dengan memulai doa seperti ini, kita seolah membuka pintu komunikasi dengan cara yang lebih sopan dan penuh rasa hormat.

2. Penuh Keyakinan dan Tidak Tergesa-gesa

Saat memanjatkan doa, umat Muslim dianjurkan untuk memiliki keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan permintaan tersebut. Keyakinan ini bukan sekadar harapan semata, melainkan manifestasi keimanan yang kuat terhadap kekuasaan Allah Swt.. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda bahwa doa seseorang bisa saja tertolak apabila ia terburu-buru dan merasa doanya tidak akan dikabulkan. Hal ini karena Allah bersama orang-orang yang tidak meragu.

3. Khusyuk dan Suara Lirih

Hukum salat tarawih sendiri. Salat Tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Namun, dalam kondisi berhalangan (uzur), bisa menunaikannya secara mandiri (munfarid).

Dalam ibadah doa, Islam mengajarkan agar pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan menggunakan suara yang tidak berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa doa bukanlah ajang pamer, melainkan sebuah bentuk komunikasi pribadi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 55, Allah memerintahkan untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati dan suara yang lembut.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

4. Mengakui Dosa dan Bertaubat

Salah satu adab berdoa yang sering kali terabaikan adalah mengakui dosa sebelum memanjatkan permohonan. Dalam Islam, seorang hamba sangat dianjurkan untuk menyadari kelemahan dirinya dan memohon ampunan kepada Allah sebelum meminta sesuatu. Tindakan ini mencerminkan kerendahan hati dan kesadaran diri sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan.

Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, sangat dianjurkan untuk memulai doa dengan mengucapkan istighfar. Hal ini dikarenakan dosa dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Dengan bertaubat, seseorang berarti telah membersihkan jalan bagi permohonannya untuk sampai kepada Allah.

5. Mengulang Doa

Ini jadwal, niat dan tata cara, serta keutamaan puasa Rajab 2025

Berdoa tidak cukup hanya dilakukan sekali, melainkan dianjurkan untuk diulang dengan penuh kesungguhan. Rasulullah saw. diketahui sering mengulang doa hingga tiga kali sebagai bentuk keseriusan dalam memohon kepada Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, hal ini menjadi salah satu sunnah yang sangat baik untuk dipraktikkan.

Dr. Omar Suleiman, dalam salah satu ceramahnya di TED Talks, menjelaskan bahwa pengulangan dalam doa bukanlah tanda bahwa Allah Swt. tidak mendengar. Pengulangan tersebut justru merupakan bentuk ketekunan seorang hamba. Selain itu, hal ini juga melatih kesabaran dan memperkuat hubungan spiritual antara hamba dengan Allah Swt..

6. Mengangkat Tangan

Mengangkat tangan saat berdoa merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. sering mengangkat tangannya ketika berdoa sebagai bentuk pengharapan kepada Allah Swt. Beliau menjelaskan bahwa mengangkat tangan adalah simbolisme dari seorang hamba yang memohon dengan penuh kerendahan hati dan harapan.

7. Menggunakan Bahasa yang Baik dan Tidak Berdoa untuk Hal yang Buruk

Dalam memanjatkan doa, umat Muslim dianjurkan untuk menggunakan bahasa yang baik dan tidak berlebihan. Islam secara tegas melarang berdoa untuk hal-hal yang buruk, baik yang ditujukan untuk diri sendiri maupun orang lain. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah saw. melarang mendoakan keburukan karena pada hakikatnya doa adalah sarana untuk kebaikan.

Situs The Conversation menjelaskan bahwa doa dalam Islam seharusnya berfungsi untuk membangun harapan dan energi positif. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga isi doa agar senantiasa baik, penuh harapan, dan tidak mengandung unsur-unsur negatif.

Memahami dan mengaplikasikan adab berdoa tidak hanya akan membuat doa yang kita panjatkan menjadi lebih tertata. Hal ini juga merupakan bentuk kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mari kita mulai membiasakan berdoa dengan cara yang lebih baik, karena setiap doa yang tulus dan dijalankan dengan adab yang benar pasti akan menemukan jalan terbaik untuk dikabulkan.

Artikel menarik Lainnya