Home » Azarine Sleeping Mask: Ulasan Ingredients Lengkap

Azarine Sleeping Mask: Ulasan Ingredients Lengkap

Azarine Sleeping Mask: Ulasan Ingredients Lengkap

Skincapedia.com – Azarine kembali hadir dengan produk unggulannya, kali ini berfokus pada varian Sleeping Mask, yaitu Azarine Cooling Water Sleeping Mask. Produk ini telah beredar di pasaran selama kurang lebih satu tahun, namun baru kali ini menarik perhatian penulis. Produk lokal ini banyak direkomendasikan oleh para reviewer karena kemampuannya dalam menjaga kesehatan, kelembapan, dan kekenyalan kulit wajah.

Azarine Sleeping Mask. Foto by intanindahp FD member

Klaim Produk dari Website Azarine:

Dengan teknologi moisture lock, produk ini mampu menjaga kelembapan kulit sepanjang malam, memberikan efek dingin, serta menenangkan kulit. Formula multi action-nya dirancang untuk mencerahkan kulit kusam dan lelah, serta memiliki manfaat anti-aging. Diperkaya dengan antioksidan kuat, produk ini membuat kulit lebih halus dan meningkatkan pertahanan kulit terhadap polusi. Diformulasikan dengan campuran bahan alami pilihan dan Azarine Active Aromatherapy, sleeping mask ini bertujuan untuk memulihkan kulit dan mendukung relaksasi saat tidur.

Produk ini juga bebas dari:

Hydroquinone, Sulphate, PEG, Parabens, Triclosan, Sulphur, MIT, Soap Free, TEA, Propylene Glycol, Alcohol, Urea, dan Phthalates.

Penasaran dengan kandungan detailnya? Mari kita ulas bersama.

Ingredients:

Aqua, Propanediol, Sodium Hyaluronite, Dimethicone, Cyclopentasiloxane, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Glycerin, Panthenol, Niacinamide, Dipalmitoyl hydroxyproline, Polyacrylate Crosspolymer 6, DMDM Hydantoin, Picea Abies leaf Extract, Terminalia ferdinandiana Fruit Extract, Squalane, Soybean (Glycine Soja) Oil, Fragrance, EDTA, Xanthan Gum, Triethanolamine, CI 42090.

Penjelasan Ingredients Azarine Cooling Water Sleeping Mask

Active Ingredients

Sodium Hyaluronate.

Kehadiran Sodium Hyaluronate di urutan ketiga daftar bahan menunjukkan konsentrasi yang cukup tinggi. Bahan ini sangat populer dalam perawatan kulit karena kemampuannya yang luar biasa dalam menghidrasi. Sodium Hyaluronate dapat mengikat air hingga 100 kali berat molekulnya sendiri, menjadikannya agen pengikat air yang efektif. Sebagai skin identical ingredient, strukturnya mirip dengan sel kulit manusia, sehingga cocok untuk semua jenis kulit.

Aloe Barbadensis Leaf Extract.

Ekstrak lidah buaya dikenal luas karena sifatnya yang melembapkan, mendinginkan, dan menenangkan kulit. Selain itu, lidah buaya juga kaya akan nutrisi, termasuk antioksidan dan vitamin, terutama vitamin E.

Panthenol.

Dalam bentuk pro-vitamin B5, Panthenol memiliki berbagai manfaat utama: melembapkan, meredakan peradangan (antiinflamasi), menenangkan kulit (skin-soothing), melindungi kulit (skin-protecting), dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Niacinamide.

Vitamin B3 ini menawarkan keunggulan dibandingkan vitamin A atau C karena lebih mudah diformulasikan dan tidak memiliki efek samping “keras” seperti kulit kering, perih, mengelupas, atau sensitif terhadap cahaya. Niacinamide cocok untuk semua jenis kulit. Fungsi utamanya adalah sebagai cell-communicator, memperkuat skin barrier, dan mencerahkan kulit (skin-brightener).

Dipalmitoyl hydroxyproline (DPHP).

Meskipun namanya terdengar kompleks, DPHP sebenarnya adalah komponen penting dari protein kolagen. Diperoleh melalui hidroksilasi asam amino prolin, DPHP berperan krusial dalam menjaga stabilitas kolagen. Dalam produk perawatan kulit, DPHP efektif menghidrasi, mengencangkan kulit, dan melawan tanda-tanda penuaan.

Picea Abies Leaf Extract.

Dikenal sebagai Norway Spruce, ekstrak dari jenis pohon pinus ini memiliki sifat anti-inflamasi, anti-iritasi, antioksidan, dan antimikroba. Selain itu, bahan ini juga berfungsi sebagai pewangi alami dan aromaterapi.

Terminalia Ferdinandiana Fruit Extract.

Ekstrak buah Kakadu plum ini kaya akan vitamin C, bahkan kandungannya jauh lebih tinggi dibandingkan buah jeruk. Menurut situs EdibleBeautyAustralia, 100 gram buah kakadu plum mengandung 3000 mg vitamin C. Buah ini juga mengandung vitamin E, folic acid, dan carotenoids yang bermanfaat untuk mengurangi mata panda. Manfaat kakadu plum untuk kecantikan meliputi:

  • Menangkal penuaan dini.
  • Mencerahkan kulit.
  • Melindungi kulit dari radikal bebas.
  • Sifat antibakterinya membantu mengatasi jerawat.
  • Mempercepat pemulihan luka.

Squalane.

Squalane adalah superb moisturizer karena strukturnya yang identik dengan sebum kulit manusia. Bahan ini dapat diekstrak dari sumber hewani (minyak hati ikan hiu) maupun nabati (zaitun, minyak biji gandum, minyak biji padi). Karena kemiripannya dengan sebum, squalane cocok untuk hampir semua jenis kulit. Penting untuk membedakannya dengan Squalene; Squalene sebaiknya dihindari oleh kulit yang rentan terhadap fungal acne.

Soybean (Glycine Soja) Oil.

Minyak kedelai mengandung asam lemak penting seperti:

  • 48-59% linoleic acid yang berfungsi memperbaiki skin barrier.
  • 17-30% oleic acid yang menutrisi kulit.
  • 4,5-11% linolenic acid yang memiliki potensi anti-inflamasi.

Ingredients Pelengkap

Propanediol.

Propanediol merupakan alternatif yang lebih alami untuk menggantikan propylene glycol, terbuat dari gula jagung. Selain berfungsi sebagai pelarut dan pengencer, bahan ini juga melembutkan kulit dan berperan sebagai preservatives-booster.

Dimethicone.

Sebagai jenis silikon, dimethicone berfungsi sebagai kondisioner kulit. Ia melapisi kulit dan membantu mengunci kelembapan.

Cyclopentasiloxane.

Ini adalah silikon volatil yang memberikan efek halus pada kulit dan memudahkan penyebaran formula produk. Silikon jenis ini mudah menguap dan tidak bertahan lama di kulit.

Polyacrylate Crosspolymer 6.

Fungsi utamanya adalah sebagai pengental dan penstabil emulsi berbasis air. Bahan ini membantu menciptakan formula bertekstur gel yang mudah diratakan dan tidak meninggalkan rasa lengket.

DMDM Hydantoin.

Meskipun termasuk pengawet yang efektif pada konsentrasi rendah, DMDM Hydantoin memiliki reputasi yang sedikit negatif karena melepaskan sejumlah kecil formalin (formaldehyde).

EDTA.

Sebagai chelating agent, EDTA berfungsi mengikat ion logam dan menonaktifkannya. Hal ini penting untuk mencegah perubahan pH, tekstur, dan bau produk.

Xanthan Gum.

Bahan aditif yang berasal dari fermentasi polisakarida ini dianggap aman dan ramah lingkungan. Fungsi utamanya adalah sebagai pengental dan penstabil.

Triethanolamine.

Dikenal juga sebagai TEA, bahan ini berfungsi sebagai pH adjuster karena sifatnya yang basa.

Kesimpulan

✔️Kandungan Aktif Unggul: Sekitar separuh dari total bahan dalam produk ini adalah bahan aktif yang sesuai dengan klaim produk. Ini merupakan nilai tambah yang signifikan, terutama mengingat produk ini berasal dari merek lokal dengan harga yang terjangkau.

✔️Cocok untuk Berbagai Masalah Kulit: Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, Azarine Sleeping Mask ini sangat direkomendasikan untuk kulit yang mengalami dehidrasi, kusam, rentan berjerawat (acne-prone), dan tanda-tanda penuaan (mature). Kulit normal dan berminyak pun dapat mencobanya untuk melihat bagaimana respons kulit masing-masing. Formulasi yang jelas dan keamanan bahan alami serta aktifnya membuatnya aman bahkan untuk kulit sensitif.

✔️Keunggulan Tambahan: Produk ini tidak mengandung alkohol, memiliki potensi komedogenik yang rendah (dengan nilai 1 untuk Dimethicone dan Squalane, serta 2 untuk Triethanolamine), dan tidak mengandung bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergi.

Potensi Kekurangan:

  • Mengandung satu bahan yang disukai jamur malassezia (penyebab fungal acne), yaitu Soybean (Glycine Soja) Oil, karena kandungan asam lemaknya. Namun, ini tidak menjadi masalah bagi kulit yang tidak memiliki riwayat fungal acne.
  • Produk ini masih mengandung TEA (Triethanolamine), meskipun berada di urutan terakhir daftar bahan. Hal ini sedikit bertentangan dengan klaim bebas TEA pada website produk.
  • Masih mengandung fragrance.

✔️Tempat Membeli: Dapat dibeli melalui Official store.

Sumber: Incidekoder, Wikipedia, Beauty Journal, Website Azarine, dan mesin pencari Google.

Artikel menarik Lainnya