Skincapedia.com – Cetaphil Gentle Cleanser telah lama menjadi rekomendasi para dermatolog sebagai sabun cuci muka yang sangat lembut, memiliki pH seimbang, dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Kelembutannya memungkinkan penggunaan tanpa air dan tanpa bilas, layaknya micellar water, karena produk ini tidak menghasilkan busa dan bebas dari pewangi yang kerap dihindari oleh kulit sensitif.
|
|
| Cetaphil gentle cleaser. Foto by ririnsipayung FD member |
Produk Cetaphil ini tidak hanya terbatas untuk wajah, tetapi juga dapat digunakan untuk seluruh tubuh. Meskipun tergolong produk dengan harga yang cukup premium dan ketersediaannya yang tidak di semua supermarket, hal ini justru memberikan kesan eksklusif.
Mari kita telaah lebih dalam kandungan bahan-bahan di dalamnya.
Mengulas Ingredients Cetaphil Gentle Cleanser
Ingrredients:
Purified water, cetyl alcohol, propylene glycol, sodium lauryl sulphate, stearyl alcohol, methyl hydroxybenzoate, propyl hydroxybenzoate and butyl hydroxybenzoate
Penjelasan:
Penting untuk diingat bahwa bahan-bahan yang berpotensi menyumbat pori tidak akan menjadi masalah pada pembersih wajah yang hanya bersentuhan dengan kulit dalam waktu singkat, kurang dari 60 detik. Ingredients Cetaphil Gentle Facial Wash sangat minimalis, hanya terdiri dari delapan bahan. Produk ini tidak mengandung “bahan aktif” khusus seperti ekstrak tumbuhan, vitamin, pencerah, antioksidan, atau bahan istimewa lainnya. Klaim yang ditawarkan pun tidak macam-macam, seperti mencerahkan kulit, mengontrol minyak, mengatasi jerawat, anti-aging, mengecilkan pori, atau menjaga kelembapan lapisan kulit.
Bahan-bahan yang digunakan umumnya populer dan umum ditemukan dalam produk perawatan kulit. Kesederhanaan inilah yang justru membuat Cetaphil Gentle Cleanser dianggap istimewa.
Selain air murni dan pengawet (methyl hydroxybenzoate, propyl hydroxybenzoate, dan butyl hydroxybenzoate), Cetaphil hanya memiliki empat bahan yang berfungsi sebagai pembersih (surfactant) dan pelembap (emollient), yaitu cetyl alcohol, SLS, propylene glycol, dan stearyl alcohol.
Cetyl alcohol
Merupakan alkohol lemak yang berasal dari minyak kelapa. Bahan ini sering dijumpai dalam berbagai produk perawatan kulit seperti krim malam/siang, sampo, dan sabun cuci muka. Dalam produk yang tidak dibilas (leave-on), cetyl alcohol berfungsi sebagai pengemulsi dan pelembut kulit. Sedangkan dalam produk yang dibilas (rinse-off), ia juga bertindak sebagai surfactant/pembersih yang melembapkan kulit tanpa menyebabkan iritasi. Berdasarkan data Incidekoder, cetyl alcohol memiliki potensi iritasi tingkat rendah, yang berarti kemungkinan memicu iritasi sangat kecil dan jarang terjadi.
Propylene Glycol
Bahan ini juga sangat umum dalam produk skincare. Fungsinya meliputi pelarut, pengencer, membantu penetrasi formula ke dalam kulit, dan menjaga tingkat kelembapan kulit. Propylene glycol berasal dari turunan minyak bumi. Meskipun ada kekhawatiran mengenai potensi toksisitasnya, para ahli kosmetik, toksikologi, dan tim ahli Cosmetic Ingredients Review (CIR) menyatakan bahwa bahan ini aman digunakan dalam kosmetik.
SLS (Sodium Lauryl Sulphate)
Merupakan agen pembusa/pembersih yang efektif dalam mengangkat minyak dan kotoran dari kulit. SLS sering dianggap dapat memicu iritasi karena sifatnya yang basa kuat, yang dapat menyebabkan kulit kering dan merusak lapisan pelindung alami kulit jika digunakan secara berlebihan atau terlalu sering. Banyak dermatolog menyarankan kulit sensitif untuk menghindari penggunaan SLS.
Stearyl alcohol
Juga merupakan alkohol lemak yang tidak mengiritasi dan bersifat melembapkan kulit. Fungsinya serupa dengan cetyl alcohol, yaitu sebagai pengemulsi, agen pembersih (surfactant), dan pelembap (emollient). Perbedaan utama antara cetyl dan stearyl alcohol terletak pada jumlah atom karbon dan sumber asalnya. Cetyl alcohol dulunya berasal dari minyak ikan paus, namun kini umumnya dari minyak sawit, sementara stearyl alcohol berasal dari asam stearat.
Methyl hydroxybenzoate, Propyl hydroxybenzoate, and Butyl hydroxybenzoate
Bahan-bahan ini adalah jenis paraben, yang berfungsi sebagai pengawet. Meskipun kontroversial, FDA dan ahli CIR menganggap paraben aman digunakan dalam kosmetik. Produk yang telah terdaftar di BPOM juga telah melalui pengujian dosis dan konsentrasi yang aman.
Kesimpulan
Setelah meninjau fungsi dan sifat masing-masing bahan, muncul beberapa poin yang menarik untuk dicermati. Pertama, klaim produk ini sebagai pembersih yang sangat lembut untuk kulit sensitif sedikit bertentangan dengan adanya SLS yang berpotensi mengiritasi. Kedua, Cetaphil diklaim memiliki pH seimbang, namun tidak ada bahan penyesuai pH seperti citric acid yang terlihat jelas dalam daftar komposisinya, padahal SLS memiliki pH basa kuat.
Ketiga, dengan daftar bahan yang minimalis dan cenderung tidak istimewa, harga produk ini tergolong cukup tinggi. Namun, apakah klaim Cetaphil ini sekadar omong kosong?
Perlu diingat bahwa formulasi keseluruhan dari bahan-bahan inilah yang menentukan hasil akhir produk. Meskipun SLS berpotensi mengiritasi, konsentrasinya dalam formulasi sangatlah penting. Kita tidak mengetahui pasti konsentrasi setiap bahan. Selain itu, kehadiran dua agen pembersih lain yang bersifat emollient, yaitu cetyl dan stearyl alcohol, kemungkinan dapat menyeimbangkan potensi iritasi dari SLS, terutama jika konsentrasinya lebih tinggi. Cetaphil merupakan pembersih non-soap, sehingga fungsi SLS di sini lebih untuk mengangkat minyak dan kotoran tanpa menghasilkan busa berlebih.
Bisa jadi, bahan yang diklaim sebagai surfactant super lembut adalah cetyl alcohol, dan nama “Cetaphil” sendiri mungkin terinspirasi dari “cetyl”.
Mengenai harganya yang mahal, hal ini kembali lagi pada formulasi. Ibaratnya, dua orang memasak soto dengan bahan dan bumbu yang sama, namun hasil rasanya bisa berbeda. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh “resep” atau formulasi bumbu yang berbeda. Resep yang lebih baik akan menghasilkan rasa yang lebih enak, sehingga wajar jika harganya lebih mahal. Dalam dunia bisnis, resep adalah rahasia perusahaan.
Berdasarkan ulasan di Female Daily, produk ini mendapatkan rating 4,1 dari 5 bintang, dengan 80% dari lebih dari 11 ribu pengguna merasa cocok. Oleh karena itu, disarankan untuk mencoba sendiri guna mengetahui reaksi kulit Anda dan membuktikan kelembutan Cetaphil yang mungkin tidak sekadar klaim.
✔️ Beli produk ORI di Official store
Baca juga:

