Skincapedia.com – Menyantap steak lezat atau olahan daging merah favorit saat makan malam memang terasa sangat menggiurkan. Namun, pernahkah kamu merasa sulit terlelap setelah memakan daging tersebut?
Melansir dari BBC Science Focus, konsumsi daging merah secara berlebihan ternyata memiliki dampak yang cukup kompleks bagi pola tidur kita. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini agar waktu istirahatmu tidak terganggu lagi!
Sistem Pencernaan yang Terlalu Aktif

Daging merah dikenal tinggi akan kandungan lemak dan protein. Kedua nutrisi ini membutuhkan energi yang banyak bagi tubuh untuk memecah dan mencernanya. Proses pencernaan inilah yang sering kali meninggalkan rasa lelah serta kantuk sesaat setelah makan.
Namun, jangan sampai sensasi mengantuk ini mengelabuimu untuk mengonsumsinya dekat dengan jam tidur. Penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa waktu makan yang terlalu larut malam berkaitan erat dengan pola dan kualitas tidur yang buruk. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan yang terlalu aktif di malam hari untuk mengolah daging sehingga mengganggu ritme jam biologis tubuh kita.
Tidak hanya itu, makan terlalu dekat dengan jam tidur juga dapat meningkatkan keparahan sleep apnea atau henti napas sejenak saat tidur, serta memicu risiko asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Kompetisi Asam Amino di Otak

Daging merah mengandung asam amino triptofan dan tirosin. Keduanya merupakan bahan baku utama untuk memproduksi hormon serotonin, dopamin dan melatonin. Ini adalah zat kimia otak yang bertanggung jawab untuk mengatur jam biologis tubuh dan rasa kantuk.
Menurut studi dalam jurnal Aging and Disease, konsumsi daging yang tinggi berkaitan dengan durasi dan kualitas tidur yang buruk. Semakin banyak daging yang dikonsumsi masa semakin buruk pula pola tidurnya.
Kondisi ini terjadi karena daging merah juga membawa asam amino jenis lain yang saling berkompetisi ketat untuk diserap oleh otak. Akibatnya, ketersediaan triptofan dan tirosin yang berhasil masuk ke otak bisa berkurang, sehingga efek pemicu kantuk alaminya pun ikut menurun drastis.
Dalam penelitian tersebut juga ditemukan kaitannya dengan peningkatan kejadian mendengkur saat tidur. Diketahui bahwa setiap peningkatan konsumsi daging sebesar 100 gram/hari, risiko seseorang untuk mengalami gangguan tidur juga akan meningkat hingga 60 persen.
Hal ini juga diduga karena kandungan protein yang terlalu tinggi pada daging merah memicu penurunan sensitivitas insulin, serta meningkatkan penanda inflamasi di dalam tubuh yang merusak siklus istirahat.
Oleh karena itu, jika kamu ingin menjaga kualitas tidur tetap optimal, cobalah untuk lebih bijak dalam mengatur porsi makan daging merah. Mempercepat jam makan malam atau memilih sumber protein yang lebih ringan bisa menjadi langkah awal yang baik untuk dicoba.
