Skincapedia.com – Ertos Retinol Serum hadir sebagai solusi perawatan kulit yang menargetkan berbagai masalah penuaan dini dan kerusakan akibat lingkungan. Serum ini diformulasikan dengan Retinol sebagai bintang utamanya, yang dikenal efektif dalam mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, serta menyamarkan noda hitam dan tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus.
Selain Retinol, Ertos Retinol Serum juga diperkaya dengan Lipochroman-6 dan Soybean Oil. Kombinasi ini memberikan manfaat anti-aging dan antioksidan yang kuat, membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan menjaga elastisitas kulit.
Namun, perlu dicatat bahwa produk ini tidak disarankan untuk ibu hamil.
|
|
| Ertos Retinol serum. Foto by Ikinisaa FD Member |
Produk ini sangat direkomendasikan untuk beberapa kondisi kulit:
- Kulit kusam akibat paparan polusi.
- Kulit yang mulai menunjukkan garis halus dan kerutan.
- Kulit dengan tanda-tanda penuaan dini.
- Kulit yang memiliki noda hitam atau hiperpigmentasi.
- Kulit dengan tekstur yang kurang halus.
Dengan harga sekitar Rp 90.000 untuk kemasan 20ml, Ertos Retinol Serum menawarkan formulasi yang kaya manfaat.
Penjelasan Ingredients Ertos Retinol Serum
Daftar Lengkap Bahan (Ingredient):
Aqua, Alcohol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Dimethicone, Ethylhexyl Cocoate, Dimethiconol, Tocopherol, Glycine Soja Oil, Retinol, Dimethylmethoxy Chromanol, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Allantoin, Xanthan Gum.
Bahan Aktif Unggulan:
Aloe Barbadensis Leaf Extract (Lidah Buaya):
Bahan ini dikenal sebagai pelembap yang sangat baik. Lidah buaya kaya akan antioksidan, mineral, dan enzim yang bermanfaat untuk melembapkan, menenangkan, menyejukkan kulit, serta mendukung proses regenerasi sel kulit.
Tocopherol (Vitamin E):
Sebagai antioksidan kuat, Vitamin E berfungsi untuk melembapkan kulit dan melindungi sel-sel kulit dari efek buruk paparan sinar UVB.
Glycine Soja Oil (Minyak Kedelai):
Minyak kedelai mengandung asam lemak esensial seperti linoleic acid yang penting untuk menjaga integritas skin barrier. Oleic acid dalam minyak ini menutrisi kulit, sangat baik untuk kulit kering, sementara linolenic acid memiliki sifat anti-inflamasi.
Retinol:
Retinol adalah bentuk murni dari Vitamin A. Namun, ia belum aktif secara biologis saat diaplikasikan. Retinol memerlukan proses konversi di dalam kulit menjadi bentuk yang lebih aktif, yaitu retinaldehyde, lalu menjadi retinoic acid. Proses konversi ini memungkinkan Retinol bekerja merangsang produksi kolagen, menghaluskan tekstur kulit, dan meratakan warna kulit. Meskipun efektif, Retinol terkadang dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, iritasi, atau mengelupas, serta meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya matahari (fotosensitif).
Secara potensi, Retinol memiliki kekuatan 20 kali lebih kuat dibandingkan retinyl palmitate, namun 10-20 kali lebih lemah dibandingkan retinoic acid.
Dimethylmethoxy Chromanol (Lipochroman-6):
Bahan sintetis ini memiliki struktur molekul yang mirip dengan α-Tocopherol (Vitamin E). Lipochroman-6 adalah antioksidan yang sangat poten, bahkan diklaim lebih kuat dari Vitamin E dan ferulic acid. Fungsinya adalah mencegah kerusakan sel kulit, melindungi kulit dari paparan sinar UVA dari dalam dengan menekan pembentukan reactive oxygen species (ROS), serta berperan sebagai agen anti-aging. Dosis yang direkomendasikan untuk bahan ini berkisar antara 0,01-0,05%.
Allantoin:
Diperoleh dari tanaman Comfrey, Allantoin memiliki sifat menenangkan (soothing), anti-inflamasi, dan membantu proses penyembuhan luka pada kulit.
Bahan Pelengkap (Pendukung Formulasi):
- Aqua (Air): Basis utama formulasi.
- Alcohol: Berfungsi sebagai pelarut yang sangat baik, membantu penetrasi bahan aktif, mengontrol minyak, dan memiliki sifat astringen serta antimikroba.
- Dimethicone: Jenis silikon yang berfungsi sebagai emollient, memberikan rasa halus dan licin pada kulit, serta efek filler. Ia juga bertindak sebagai agen pelicin (slip agent) agar formula mudah diratakan dan bersifat semi-oklusif untuk mengunci kelembapan.
- Ethylhexyl Cocoate: Berfungsi sebagai emollient.
- Dimethiconol: Silikon lain yang bertindak sebagai emollient dan pelembap (humektan).
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk menjaga stabilitas produk.
- Ethylhexylglycerin: Booster pengawet dan juga berfungsi sebagai humektan.
- Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer: Pengental sintetis untuk memberikan tekstur pada serum.
- Xanthan Gum: Pengental alami yang juga membantu menstabilkan emulsi.
Kesimpulan Mengenai Ertos Retinol Serum
✔️ Ertos Retinol Serum mengandung total enam bahan aktif utama, dengan Retinol sebagai fokus utamanya. Konsentrasi Retinol sebesar 0,5% menjadikannya pilihan yang baik untuk memulai penggunaan produk berbasis Retinol, terutama bagi mereka yang belum terbiasa. Menggunakan konsentrasi yang lebih rendah terlebih dahulu memungkinkan kulit beradaptasi secara bertahap.
✔️ Serum ini diperkaya dengan lima bahan aktif tambahan yang memiliki fungsi antioksidan dan menenangkan kulit (soothing), memberikan perlindungan dan perawatan menyeluruh.
✔️ Produk ini bebas dari pewangi (fragrance-free) dan paraben.
✔️ Formula ini tidak bersifat oil-free namun diklaim non-comedogenic, yang berarti tidak cenderung menyumbat pori-pori.
✔️ Sangat cocok untuk dikombinasikan dengan serum yang mengandung niacinamide.
✔️ Merupakan pilihan ideal untuk rutinitas perawatan kulit di malam hari (PM routine).
✔️ Penggunaan Retinol sebaiknya dilakukan secara bertahap. Hindari penggunaan setiap malam di awal. Cobalah untuk menggunakannya selang-seling dengan produk lain terlebih dahulu agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.
❗ Perlu diperhatikan bahwa produk ini mengandung alkohol. Bagi pemilik kulit sensitif dan kering, disarankan untuk melakukan tes pada area kecil (patch test) terlebih dahulu sebelum penggunaan rutin.
❗ Produk ini tidak aman untuk fungal acne (fungal acne safe) karena mengandung ethylhexyl cocoate.
❗ Tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.
Tips Tambahan: Hindari mengaplikasikan serum ini bersamaan dengan produk yang mengandung AHA/BHA atau Vitamin C dengan konsentrasi tinggi dalam satu sesi perawatan. Sebaiknya, lapisi serum Retinol dengan serum atau pelembap yang bersifat menghidrasi (hydrating), menenangkan (soothing), dan mendukung kesehatan skin barrier.

