Home » Gaya Hemat yang Elegan, Apa Itu Frugal Chic dan Bagaimana Cara Menerapkannya di 2026?

Gaya Hemat yang Elegan, Apa Itu Frugal Chic dan Bagaimana Cara Menerapkannya di 2026?

Skincapedia.com – Istilah frugal chic semakin populer di media sosial, seringkali bersanding dengan berbagai tagar fashion lainnya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2025 oleh Mia McGrath, seorang wanita muda asal London yang mendefinisikan dirinya di TikTok sebagai individu yang sedang berupaya mencapai kebebasan finansial tanpa mengorbankan selera gaya.

Melalui salah satu unggahannya, Mia menjelaskan esensi dari gaya frugal chic. Ia menggambarkan pemilik gaya ini sebagai seseorang yang sekilas tampak sangat mewah, namun di balik penampilannya, ia memiliki kecerdasan finansial yang tinggi. Orang tersebut tahu kapan waktu yang tepat untuk memanjakan diri dan kapan saatnya untuk berhemat.

Secara teoritis, tren gaya ini mungkin terdengar kontradiktif. Kata “frugal” menekankan pada penghematan, sementara “chic” memancarkan aura kemewahan klasik. Namun, dalam praktiknya, frugal chic menawarkan pendekatan gaya hidup yang bijaksana, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini. Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara mengadopsi gaya frugal chic di tahun 2026?

Mia sering membagikan berbagai tips terkait gaya frugal chic dalam konten-konten videonya. Mulai dari panduan praktis, karakteristik utama, rekomendasi berbelanja, hingga kebiasaan sehari-hari yang mendukung gaya hidup ini. Bagi Anda yang baru mengenal konsep ini dan merasa bingung harus memulai dari mana, ada dua prinsip sederhana yang dapat dipegang teguh, selaras dengan filosofi inti frugal chic.

Romantisasi Segala Apa yang Sudah Ada

Frugal chic dilakukan dengan meromantisasi apa yang sudah ada/ Foto: instagram.com/dariakorchina

Frugal chic pada dasarnya adalah sebuah gaya hidup yang menjadikan kurasi, kualitas, dan pengendalian diri sebagai fondasi utama dalam menciptakan kesan mewah. Mia memaparkan lima langkah kunci untuk mencapai gaya ini:

  • Membangun identitas gaya personal secara bertahap melalui proses decluttering (merapikan barang), re-wearing (mengulang pemakaian pakaian), dan melakukan pembelian barang berkualitas yang mungkin memiliki harga lebih tinggi.
  • Memilih satu jenis parfum sebagai ciri khas atau signature scent, alih-alih mengoleksi berbagai macam aroma parfum.
  • Mengadopsi gaya hidup yang lebih lambat atau slow living, yang mencakup aktivitas seperti memasak makanan sendiri, menikmati kopi di rumah, dan berbagai kebiasaan lain yang dapat meminimalkan pemborosan.
  • Melakukan perjalanan dengan cara yang hemat, misalnya dengan menggunakan mobil yang irit bahan bakar, memanfaatkan transportasi umum, atau berjalan kaki jika memungkinkan.
  • Mengembangkan hobi yang tidak melibatkan aktivitas scrolling media sosial atau berbelanja.

Kelima langkah tersebut dapat diimplementasikan dengan menanamkan pola pikir untuk senantiasa memanfaatkan dan menikmati segala sesuatu yang sudah dimiliki. Sebelum memutuskan untuk membeli barang baru, luangkan waktu untuk mengamati lingkungan sekitar dan memeriksa kembali barang-barang yang sudah ada. Anda mungkin menemukan sebuah vas antik yang tersimpan di sudut lemari atau keranjang kosong yang masih berfungsi baik, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli yang baru.

Saat memeriksa isi lemari pakaian, Anda bisa menemukan pakaian lama yang ternyata masih relevan dengan tren masa kini. Ini berarti Anda tidak perlu terus-menerus mengejar tren yang selalu berubah. Selain itu, mengenakan pakaian yang sama berulang kali kini tidak lagi dianggap sebagai tanda kemalasan atau sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, hal ini justru mencerminkan rasa percaya diri. Mulailah bereksperimen dengan pakaian lama Anda. Coba padukan dengan aksesori yang berbeda, ganti kancing, atau gunakan teknik layering (menumpuk pakaian) agar tampilan terlihat segar dan unik meskipun menggunakan satu set pakaian yang sama.

Secara ringkas, untuk menciptakan kehidupan yang indah, Anda tidak perlu selalu mengeluarkan anggaran yang besar. Keindahan dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana, seperti dapur yang rapi di akhir hari, hidangan sederhana yang dinikmati bersama keluarga, koleksi cangkir lama yang memberikan sentuhan vintage pada sesi minum kopi sore, bros koleksi yang serasi dengan busana, udara segar yang masuk melalui jendela terbuka, atau nyala lilin yang menemani rutinitas malam. Ketika Anda mulai memperhatikan apa yang sudah ada di sekitar, Anda akan merasakan kepuasan yang lebih mendalam terhadap kehidupan yang Anda miliki dan jalani.

Redam Keinginan Belanja

Gaya frugal chic. Punya bekal pengetahuan tentang fashion termasuk tekstil dan musim sehingga tidak asal ikut tren/ Foto: instagram.com/sina.anjuli

Apabila Anda merasakan dorongan untuk membeli sesuatu yang baru, cobalah untuk tidak langsung bertindak. Berikan jeda sejenak dan tanyakan pada diri sendiri beberapa hal berikut:

  • Bagaimana cara saya akan membayar barang ini?
  • Apakah saya sudah menginginkan barang ini sebelumnya?
  • Apakah barang ini benar-benar bermanfaat bagi saya saat ini?
  • Berapa lama kira-kira saya akan menggunakan barang ini?
  • Apakah barang ini akan cocok ditempatkan di rumah saya?
  • Berapa total biaya yang sebenarnya harus saya keluarkan untuk barang ini?
  • Apakah saya sudah memiliki barang yang serupa?
  • Apa yang akan saya lakukan dengan barang ini ketika sudah tidak dibutuhkan lagi?
  • Apakah dorongan belanja ini muncul karena rasa bosan, sedih, stres, atau alasan emosional lainnya?

Jeda sederhana ini menciptakan ruang penting antara dorongan impulsif dan niat yang terencana. Di dalam ruang inilah perubahan perilaku yang nyata dapat terjadi.

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut belum cukup membantu Anda untuk berpikir ulang sebelum melakukan pembelian, cobalah untuk menerapkan jeda waktu selama 72 jam. Catat barang yang ingin Anda beli, harganya, dan tanggal pertama kali Anda menginginkannya. Periksa kembali keinginan tersebut setelah 72 jam berlalu. Jika Anda masih merasa ingin membelinya, silakan lakukan, asalkan itu sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam banyak kasus, keinginan untuk membeli barang baru akan memudar seiring berjalannya waktu. Hal ini terjadi karena Anda menyadari bahwa Anda sebenarnya tidak terlalu membutuhkan barang tersebut. Terkadang, yang Anda butuhkan bukanlah barang baru, melainkan hanya penataan ulang ruangan, memindahkan beberapa perabot, menyederhanakan tata letak, atau membawa barang lama ke tempat yang lebih terang agar terasa seperti baru kembali.

Artikel menarik Lainnya