Skincapedia.com – Pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 antara Cape Verde melawan Argentina pada Sabtu, 4 Juli, berlangsung sangat menegangkan. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina, Cape Verde berhasil menunjukkan performa yang membuat juara dunia bertahan itu kewalahan. Pertandingan yang terasa seperti babak final ini sukses memukau para penonton dengan ketangguhan para pemain dari negara kepulauan tersebut.
Negara yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 ini adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Atlantik Tengah. Dengan populasi sekitar 600 ribu jiwa, Cape Verde menyimpan sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Mari kita simak lebih dalam.
1. Lebih Kecil dari Bali

Menariknya, luas wilayah Cape Verde ternyata lebih kecil dibandingkan provinsi Bali, Indonesia. Melansir dari detikTravel, Cape Verde memiliki luas sekitar 4.033 km², sementara luas Bali mencapai 5.780 km². Ini berarti Pulau Dewata secara daratan sekitar 1,4 kali lebih luas daripada keseluruhan daratan Cape Verde.
2. Tidak Ada Penduduk Sebelum Tahun 1456

Kepulauan Tanjung Verde, atau Cape Verde, awalnya tidak berpenghuni. Sejarah mencatat bahwa bangsa Portugis pertama kali menemukan pulau-pulau ini pada tahun 1456. Mereka kemudian membawa orang-orang dari Afrika untuk bekerja di perkebunan milik Portugis. Peristiwa inilah yang membentuk keragaman etnis di Cape Verde, dengan penduduknya kini memiliki campuran keturunan Afrika dan Eropa.
3. Meraih Kemerdekaan pada Tahun 1975

Cape Verde baru meraih kemerdekaannya pada tahun 1975, setelah menjadi wilayah koloni Portugal selama ratusan tahun. Pengaruh kolonialisme ini terlihat jelas pada bahasa resmi negara yang menggunakan bahasa Portugis, meskipun bahasa Kreol Cabo Verde juga tetap hidup dan digunakan oleh masyarakatnya. Bendera Cape Verde sendiri memiliki makna mendalam; warna biru melambangkan laut dan langit, merah dan putih merepresentasikan jalan menuju perdamaian, dan sepuluh bintang melambangkan kesepuluh pulau yang membentuk negara ini, seperti dilansir dari The Lagoon.
4. Kondisi Alam yang Sangat Kering

Negara Cape Verde termasuk dalam salah satu wilayah terkering di dunia, sebagaimana dilaporkan oleh Rustic Pathways. Kondisi ini semakin diperparah oleh perubahan iklim yang mengancam ketersediaan air, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian. Hanya sekitar 10% dari total lahannya yang cocok untuk pertanian, sehingga kegiatan bercocok tanam menjadi sangat menantang. Akibatnya, sekitar 90% kebutuhan pangan Cape Verde harus dipenuhi melalui impor.
5. Mayoritas Warga Memilih Tinggal di Luar Negeri

Minimnya curah hujan dan kelangkaan sumber daya alam telah mendorong banyak penduduk Cape Verde untuk beremigrasi. Mereka mencari peluang ekonomi di negara lain untuk mendapatkan penghasilan dan menabung demi masa depan yang lebih baik. Beberapa memilih untuk kembali ke tanah air setelah berhasil mengumpulkan modal, namun tak sedikit pula yang memutuskan untuk menetap di luar negeri seumur hidup. Akibatnya, jumlah warga Cape Verde yang tinggal di luar negeri kini lebih banyak dibandingkan yang bermukim di negara asalnya. Komunitas diaspora Cape Verde dapat ditemukan di Amerika Serikat, Portugal, Italia, Belanda, Prancis, dan Senegal.
6. Rumah Bagi Gunung Berapi Aktif

Beberapa pulau di Cape Verde terbentuk dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu. Salah satu pulau yang paling terkenal adalah Pulau Fogo di bagian Sotavento, yang menjadi lokasi gunung berapi tertinggi di Cape Verde, yaitu Pico do Fogo. Gunung berapi yang masih aktif ini memiliki ketinggian 2.829 meter di atas permukaan laut dan telah menjadi salah satu ikon pariwisata negara tersebut.
7. Tambang Garam Bernama Pedra de Lume

Pulau Sal di Cape Verde dikenal luas karena laguna air asinnya yang kaya akan kandungan garam. Pada masa lalu, penambangan garam merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama penduduk dan bahkan sempat diekspor. Tambang garam Pedra de Lume, yang berhenti beroperasi pada tahun 1990-an, kini beralih fungsi menjadi objek wisata yang menarik. Dikelilingi pemandangan pegunungan yang memukau, laguna di Pedra de Lume memiliki kadar garam yang sangat tinggi, memungkinkan pengunjung untuk mengapung di permukaannya, mirip dengan pengalaman di Laut Mati.
8. Destinasi Peneluran Penyu Tempayan Ketiga di Dunia

Wilayah Cape Verde merupakan salah satu lokasi peneluran terpenting bagi penyu tempayan (loggerhead turtles) di dunia, menempati peringkat ketiga. Sekitar 90% populasi penyu tempayan yang bertelur di dunia memilih pulau Boa Vista sebagai tempat mereka meletakkan telur.
9. Kota Tua dengan Predikat Warisan Dunia UNESCO

Kota Cidade Velha, yang terletak di Pulau Santiago, adalah satu-satunya Situs Warisan Dunia UNESCO di Cape Verde. Kota tua ini memiliki sejarah panjang sebagai ibu kota pertama kepulauan tersebut dan juga merupakan kota Eropa pertama yang didirikan di wilayah tropis. Di masa lalu, Cidade Velha pernah menjadi pelabuhan penting yang disinggahi oleh para penjelajah legendaris seperti Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan.
Namun, kota ini juga menyimpan sisi kelam sejarahnya. Cidade Velha pernah menjadi salah satu pusat perdagangan budak Atlantik, dengan perkiraan 500.000 orang Afrika diperbudak dan dikirim ke Benua Amerika melalui pelabuhan ini.
10. Salah Satu Tempat Berkembang Biak Paus Bungkuk

Selain menjadi surga bagi penyu, perairan Cape Verde juga merupakan habitat penting bagi paus bungkuk. Setiap tahun, antara bulan Februari hingga Mei, paus bungkuk bermigrasi ke perairan ini untuk melakukan perkawinan dan melahirkan. Periode Maret hingga April dianggap sebagai waktu terbaik untuk menyaksikan kawanan paus bungkuk ini.
Demikianlah beberapa fakta menarik mengenai negara Cape Verde yang berhasil memberikan perlawanan sengit di Piala Dunia 2026. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda.
