Skincapedia.com – Herborist Rose Sleeping Mask hadir sebagai solusi perawatan kulit malam hari yang efektif, memanfaatkan kekuatan ekstrak Bunga Mawar yang dikombinasikan dengan Hyaluronic Acid, Collagen, dan ekstrak pencerah. Produk ini dirancang untuk menutrisi kulit dan mendukung proses regenerasi sel kulit selama tidur, menghasilkan wajah yang lebih lembap, kenyal, serta membantu memperlambat munculnya tanda penuaan dini.
Masker tidur ini menawarkan kelembapan intens, menjaga elastisitas kulit, dan berkontribusi dalam pencegahan penuaan dini, sehingga kulit tampak lebih segar dan cerah secara alami di pagi hari. Untuk mendapatkan hasil optimal, disarankan untuk menggunakannya sebagai bagian dari rangkaian Herborist Rose Series yang terdiri dari Rose Cleansing Milk, Rose Facial Wash Gel, dan Rose Water.
|
|
| Herborist Rose Sleeping Mask. Sumber: shopee |
Penggunaan Herborist Rose Sleeping Mask sangatlah praktis. Cukup aplikasikan produk sebelum tidur pada wajah dan leher yang sudah bersih dan kering. Lakukan pijatan lembut untuk membantu penyerapan, lalu biarkan masker bekerja sepanjang malam. Bilas wajah hingga bersih keesokan paginya.
Produk ini memiliki nomor registrasi BPOM NA 18210200146. Dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp 16.000 – Rp 24.000 untuk kemasan 100ml, Herborist Rose Sleeping Mask menawarkan nilai yang sangat baik.
Penjelasan Ingredients Herborist Rose Sleeping Mask
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, Phenoxyethanol, Glycerin, Carbomer, Aminomethyl Propanol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Chlorphenesin, Propylene Glycol, Collagen, Rosa alba Flower Extract, Buteth-3, Disodium EDTA, Perfume, Sodium Lactate, Sodium Gluconate, Sodium Benzotriazolyl Butylphenol Sulfonate, Pentylene Glycol, Methyl Diisopropyl Propionamide, Sodium Hyaluronate, Ethanol, Cystoseira tamariscifolia Extract, Tris (Tetramethyl- hydroxypiperidinol) Citrate, Tributyl Citrate, Sodium Benzoate, CI 17200.
Bahan Aktif Unggulan:
Collagen.
Fungsi utama kolagen dalam produk perawatan kulit, termasuk sleeping mask ini, lebih kepada kemampuannya dalam mengikat air (water-binding capacity) yang berkontribusi signifikan terhadap hidrasi kulit. Meskipun tidak secara langsung menambah jumlah kolagen di kulit, ia berperan penting dalam menjaga kelembapan, memberikan efek anti-aging secara tidak langsung melalui hidrasi yang optimal.
Rosa Alba Flower Extract.
Ekstrak bunga mawar ini kaya akan antioksidan kuat yang berfungsi menghambat kerja enzim elastase dan collagenase, yaitu enzim yang bertanggung jawab atas kerusakan jaringan elastin dan kolagen. Selain itu, ekstrak mawar juga mengandung mineral dan vitamin yang memberikan efek menenangkan (calming), antiseptik, astringen, dan anti-inflamasi, menjadikannya ideal untuk kulit kering, matang, sensitif, dan rentan berjerawat.
Sodium Lactate.
Merupakan salah satu komponen Natural Moisturizing Factor (NMF) yang identik dengan kulit. Sodium lactate berperan penting dalam menjaga kelembapan alami kulit serta memperkuat skin barrier, sekaligus membantu menjaga keseimbangan pH alami kulit (acid mantle).
Sodium Hyaluronate.
Sebagai bentuk garam dari hyaluronic acid dengan ukuran molekul yang besar (high molecular weight), sodium hyaluronate bekerja di permukaan kulit. Ia membentuk lapisan pelindung (protective barrier) yang mencegah kehilangan air (dehidrasi) dan sangat bermanfaat untuk menjaga integritas skin barrier.
Cystoseira Tamariscifolia Extract.
Dikenal juga sebagai CyWhite, ekstrak ini memiliki kemampuan mencerahkan kulit (skin-brightening) dan bahkan disebut sebagai ‘melano-breaker’. Cara kerjanya adalah dengan menghambat proses pembentukan melanin (melanogenesis) dengan menargetkan melanosom. Pada konsentrasi 1%, CyWhite efektif dalam meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi.
Bahan Pelengkap dan Fungsinya:
- Aqua: Air sebagai basis utama formulasi.
- Phenoxyethanol: Pengawet yang umum digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Glycerin: Pelarut, humektan (menarik kelembapan), dan bersifat skin-identical.
- Carbomer: Agen pengental yang memberikan tekstur gel pada formula.
- Aminomethyl Propanol: Pengatur pH yang bersifat basa.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan berbasis minyak dan air.
- Chlorphenesin: Pengawet tambahan.
- Propylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
- Buteth-3: Pengemulsi.
- Disodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam untuk menjaga stabilitas formula.
- Perfume: Memberikan aroma pada produk.
- Sodium Gluconate: Agen pengkelat dan humektan.
- Sodium Benzotriazolyl Butylphenol Sulfonate: Pelindung formula dari degradasi akibat paparan cahaya.
- Pentylene Glycol: Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- Methyl Diisopropyl Propionamide: Memberikan sensasi dingin yang tahan lama (cooling effect) tanpa berasal dari menthol, dinilai hipoalergenik.
- Ethanol: Pelarut yang baik, peningkat penetrasi, memiliki efek mengontrol minyak (oil control) dan astringen, serta penguat pengawet.
- Tris (Tetramethyl- hydroxypiperidinol) Citrate: Pelindung formula dari degradasi akibat paparan sinar UV.
- Tributyl Citrate: Berfungsi sebagai agen penyangga (buffering) untuk mengatur level pH formula.
- Sodium Benzoate: Pengawet.
- CI 17200 (Red 33): Pewarna merah sintetis.
Kesimpulan Ulasan Herborist Rose Sleeping Mask
Herborist Rose Sleeping Mask menawarkan sejumlah manfaat signifikan berkat kandungan bahan aktifnya:
- ✔️ Mengandung lima bahan aktif utama yang bekerja sinergis untuk merawat kesehatan kulit, menghidrasi, melembapkan, menenangkan, dan mencerahkan.
- ✔️ Bahan-bahan yang mendukung hidrasi kulit meliputi collagen, sodium lactate, dan sodium hyaluronate.
- ✔️ Untuk efek antioksidan dan anti-aging, produk ini mengandalkan rose extract dan collagen.
- ✔️ Kandungan CyWhite berperan dalam mencerahkan kulit.
- ✔️ Formula produk ini diklaim bebas paraben, silikon, serta oil-free dan non-comedogenic.
- ✔️ Memberikan sensasi dingin yang nyaman berkat kandungan Methyl Diisopropyl Propionamide yang hipoalergenik.
- ❗ Perlu dicatat bahwa produk ini mengandung alkohol (Ethanol) di urutan ke-20 dalam daftar bahan.
- ✔️ Meskipun demikian, produk ini diklaim aman untuk kulit sensitif.
- ❗ Produk ini tidak sepenuhnya aman untuk fungal acne (jerawat jamur) karena adanya PEG-40 Hydrogenated Castor Oil.
Muncul pertanyaan mengenai keamanan phenoxyethanol yang berada di urutan kedua dalam daftar bahan. Berdasarkan pendapat Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS) European Commission, phenoxyethanol aman digunakan dalam produk kosmetik hingga konsentrasi maksimum 1%. Selama konsentrasinya tidak melebihi batas tersebut, seharusnya tidak menimbulkan masalah.
Phenoxyethanol sendiri memiliki sifat antibakteri yang potensial membantu mengatasi jerawat. Sebuah riset menunjukkan penurunan jumlah jerawat yang signifikan pada partisipan yang mengoleskan phenoxyethanol. Namun, tanpa informasi pasti mengenai persentase penggunaannya dalam produk ini, serta potensi dampaknya pada microbiome kulit jika digunakan secara berlebihan pada kulit yang tidak berjerawat, menjadi pertimbangan tersendiri.
Meskipun ada klaim keamanan untuk kulit sensitif, efek samping spesifik seperti sensasi perih yang dilaporkan oleh beberapa pengguna saat aplikasi, terutama di area hidung, menunjukkan bahwa reaksi tiap individu bisa berbeda. Efek lainnya hanya dapat dipastikan melalui pengalaman pribadi.
Berdasarkan ulasan pengguna dari soco.review, Herborist Rose Sleeping Mask menerima beragam tanggapan:
Pengguna Nurul Hikmah melaporkan bahwa produk ini nyaman digunakan, membuat kulit lembap, namun menimbulkan sensasi perih terutama di area hidung. Meskipun demikian, ia menilai produk ini tidak murahan dan berkontribusi pada kesehatan kulit.
Vera Wardani memberikan testimoni positif setelah penggunaan lebih dari satu bulan, menyatakan kulitnya menjadi lebih lembap, kenyal, dan cerah. Ia juga menyukai tekstur produk yang ringan dan nyaman dibawa tidur.
Denisha Aurora menganggap produk ini underrated, memberikan kelembapan dan kekenyalan pada kulit saat bangun tidur setelah pemakaian rutin. Meski ada sensasi perih saat aplikasi, ia menilai produk ini sangat worth it dengan harga terjangkau dan isi yang banyak.
Namun, Gina Yovita tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Ia mengalami reaksi beruntusan setelah menggunakan produk ini, menandakan ketidakcocokan pada kulitnya.
Sumber referensi:

