Home » Kebiasaan Pagi yang Tanpa Sadar Memperparah Kecemasan

Kebiasaan Pagi yang Tanpa Sadar Memperparah Kecemasan

Bagi sebagian orang, pagi hari menjadi waktu paling cemas dalam sehari. Bangun tidur, pikiran langsung dipenuhi dengan kekhawatiran tentang pekerjaan, tugas rumah, hingga banyak hal yang sebenarnya belum terjadi.

Psikolog menyebut kondisi ini sebagai morning anxiety atau kecemasan di pagi hari. Beberapa kebiasaan pagi bisa memicu kecemasan tanpa disadari. Yuk, simak beberapa kebiasaan tersebut agar Anda bisa menghindarinya.

1. Terlalu Sering Menekan Tombol “Snooze” pada Alarm

Banyak orang beranggapan menekan tombol snooze pada alarm bisa membantu tubuh lebih segar. Padahal menurut psikolog Dr. Anna Elton, kebiasaan ini justru membuat tubuh mengalami lonjakan stres berulang kali. Setiap kali alarm berbunyi dan Anda menekannya, tubuh akan kembali masuk ke siklus tidur singkat yang terputus. Proses ini dapat mengganggu ritme alami tubuh dan meningkatkan perasaan gelisah saat bangun.

2. Langsung Minum Kopi

Saat tidur, tubuh kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi ringan ketika bangun. Dalam kondisi ini, detak jantung dan hormon stres bisa meningkat. Langsung minum kopi saat perut kosong dapat memperparah rasa gelisah karena kafein. Kafein bersifat stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan, namun pada perut kosong dan dalam kondisi dehidrasi, efeknya bisa menjadi kecemasan. Hal ini terutama berlaku bagi orang yang cenderung overthinking di pagi hari.

3. Langsung Mengecek HP Setelah Bangun Tidur

Membuka notifikasi, email pekerjaan, berita, atau media sosial sesaat setelah bangun bisa memicu anxiety di pagi hari. Tindakan ini membuat otak langsung masuk ke “mode reaksi” sebelum sempat tenang. Menurut Dr. Elton, otak masih sangat sensitif di pagi hari. Paparan informasi yang berpotensi memicu stres dapat membuat sistem saraf belum sempat rileks, namun sudah dibanjiri oleh tekanan dari luar.

4. Tidak Terkena Matahari Pagi

Sinar matahari pagi sangat penting bagi keseimbangan hormon tubuh, termasuk kortisol. Kurang terpapar sinar matahari di satu jam pertama setelah bangun dapat membuat tubuh terasa “tidak sinkron”. Hal ini dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan rasa cemas sepanjang hari. Paparan cahaya alami di pagi hari membantu mengatur jam biologis tubuh, yang berdampak positif pada regulasi emosi dan tingkat energi.

5. Over planning

Baca juga: Pemicu Asma yang Umum Terjadi Sehari-hari

Membuat daftar rencana memang penting untuk produktivitas. Namun, jika terlalu banyak target sejak pagi, hal ini justru bisa membuat mental kewalahan. Psikolog Dr. Debra Kissen menjelaskan bahwa kebiasaan over planning dapat membuat seseorang merasa “sudah kalah sebelum memulai hari”. Daftar tugas yang terlalu panjang dapat memicu tekanan mental dan membuat pagi terasa berat sejak awal, bahkan sebelum aktivitas dimulai.

Artikel menarik Lainnya