Skincapedia.com – Lysca Exfoliating Serum dengan kombinasi AHA 3%, BHA 1%, dan PHA 2% hadir sebagai inovasi terbaru dari MHS Research Lab untuk memberikan eksfoliasi maksimal. Serum ini diklaim mampu mengangkat sel kulit mati, mengatasi noda hitam, dan mengecilkan pori-pori besar, sekaligus menutrisi kulit berkat kandungan ekstrak herbal alaminya.
LYSCA AHA 3%, BHA 1%, PHA 2% + Witch Hazel Extract Exfoliate Serum/Peeling Serum merupakan produk inovatif dari MHS Research Lab. Setiap tetes serum ini diperkaya dengan Triple Exfoliator Agent yang terdiri dari AHA 3%, BHA 1%, dan PHA 2%. Kombinasi ini bekerja secara sinergis untuk mengeksfoliasi lapisan kulit secara maksimal dalam tiga aksi sekaligus. Serum ini diklaim sangat efektif dalam mengangkat sel kulit mati, mengatasi masalah noda hitam, serta mengecilkan tampilan pori-pori yang besar. Selain itu, kandungan ekstrak herbal alami di dalamnya berfungsi menutrisi kulit secara intensif, menghasilkan kulit yang terasa halus, lembap, dan tampak glowing.
|
|
| Lysca Exfoliating Serum. Sumber: shopee |
Berdasarkan klaim produk, hasil penggunaan Lysca Exfoliating Serum dapat terlihat dalam beberapa tahapan:
- Setelah 1 minggu pemakaian, wajah diklaim terasa lebih bersih dan cerah.
- Setelah 1 bulan pemakaian, komedo, noda hitam, dan ukuran pori-pori diharapkan tersamarkan.
- Dengan pemakaian rutin, kulit akan terasa lebih halus dan memancarkan cahaya sehat (glowing).
Cara penggunaan serum ini cukup sederhana. Gunakan setelah membersihkan wajah, teteskan beberapa tetes dan ratakan ke seluruh area wajah. Setelah itu, timpa dengan pelembap secukupnya. Produk ini dapat digunakan setiap hari secara rutin, atau cukup 2 kali seminggu bagi pemilik kulit berjerawat, kombinasi, dan kering.
Untuk informasi harga, Lysca Exfoliating Serum dibanderol dalam kisaran Rp 29.000 hingga Rp 35.000 untuk kemasan 20ml.
Analisis Mendalam Ingredients Lysca Exfoliating Serum
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, Hamamelis Virginiana Extract, Glycerin, Gluconolactone, Salix Alba Bark Extract, Vaccinium Myrtillus Fruit Extract, Xanthan Gum, Phenoxyethanol, Saccharum Officinarum Extract, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Citrus Aurantium Dulcis Extract, Citrus Limon Fruit Extract, Dipotassium Glycyrrhizate, Ethylhexylglycerin, Acer Saccharum Extract, Parfum, CI 15510, CI 17200, CI 42051
Penjabaran Bahan Aktif Utama:
Hamamelis Virginiana Extract (Witch Hazel Extract).
Ekstrak witch hazel dikenal luas karena sifat astringent dan kemampuannya mengontrol minyak berlebih. Bahan ini efektif membantu meringkas dan mengencangkan tampilan pori-pori, serta memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat untuk menenangkan kulit.
Gluconolactone.
Merupakan salah satu jenis PHA (Poly Hydroxy Acid) yang menawarkan aksi eksfoliasi lebih lembut dibandingkan AHA. Gluconolactone membantu memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan hidrasi, dan memberikan perlindungan antioksidan. Sifatnya yang lembut membuatnya cocok untuk penggunaan harian dan dapat dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti Vitamin C, retinol, AHA, dan BHA, terutama dalam formulasi anti-aging.
Salix Alba Bark Extract (Willow Bark Extract).
Ekstrak kulit kayu willow sering dipromosikan sebagai alternatif alami dari salicylic acid (BHA). Komponen utamanya, salicin, secara teori dapat dikonversi menjadi salicylic acid dalam tubuh. Namun, ketika diaplikasikan secara topikal, konversi ini memerlukan proses enzimatik yang kompleks dan belum banyak bukti ilmiah yang mengonfirmasi efektivitasnya setara dengan salicylic acid murni. Meskipun demikian, ekstrak willow bark tetap mengandung senyawa bermanfaat lain seperti flavonoid dan asam fenolik yang memiliki sifat tonik, astringent, dan antiseptik, sehingga tetap berkontribusi dalam perawatan kulit berminyak dan berjerawat.
Vaccinium Myrtillus Fruit Extract (Bilberry Extract).
Ekstrak bilberry kaya akan antioksidan kuat seperti anthocyanin, polifenol, dan tanin. Bahan ini memiliki efek menenangkan (calming) yang membantu memperkuat lapisan pelindung kulit dan melawan tanda-tanda iritasi. Selain itu, bilberry juga diklaim dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UVA. Kandungan vitamin C, vitamin A, serta asam organik seperti malic, citric, gallic, chlorogenic, ascorbic, dan quinic acids, yang merupakan golongan AHA, turut menambah manfaatnya.
Saccharum Officinarum Extract (Sugarcane Extract).
Ekstrak tebu memiliki kemampuan melembapkan (humektan) yang baik, membantu menarik dan mengunci kelembapan di dalam lapisan kulit.
Citrus Aurantium Dulcis Extract (Orange Fruit Extract).
Secara alami, ekstrak jeruk mengandung asam organik seperti citric acid, malic acid, dan tartaric acid yang termasuk dalam golongan AHA. Asam-asam ini bekerja sebagai eksfolian tanpa memerlukan proses tambahan.
Citrus Limon Fruit Extract (Lemon Fruit Extract).
Ekstrak lemon memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak jeruk manis. Semakin tinggi kandungan asam organiknya, semakin kuat pula potensi eksfoliasinya.
Dipotassium Glycyrrhizate.
Merupakan senyawa turunan alami dari tanaman licorice. Bahan ini dikenal memiliki sifat menenangkan kulit (skin soothing) dan anti-inflamasi, sangat baik untuk merawat kulit sensitif, iritasi, serta kondisi seperti eksim dan psoriasis.
Acer Saccharum Extract (Sugar Maple Extract).
Ekstrak sugar maple mengandung malic acid dan tartaric acid, keduanya merupakan jenis AHA. Bahan ini membantu mengangkat sel kulit mati dan berkontribusi dalam meningkatkan elastisitas kulit.
Bahan Pelengkap dan Fungsinya:
- Aqua: Pelarut utama.
- Glycerin: Berfungsi sebagai pelarut, bersifat skin identical, dan sebagai humektan untuk menarik kelembapan.
- Xanthan Gum: Pengental alami yang berasal dari fermentasi karbohidrat.
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Pengemulsi yang membantu mencampurkan minyak dan air dalam formula.
- Ethylhexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet (preservative booster) dan juga berfungsi sebagai humektan.
- Parfum: Memberikan aroma pada produk.
- CI 15510: Pewarna sintetis berwarna oranye.
- CI 17200: Pewarna sintetis merah (D&C Red 33).
- CI 42051: Pewarna sintetis biru (sky blue).
Kesimpulan Hasil Analisis Skincapedia.com
✔️Lysca Radiance Skin Serum secara keseluruhan mengandung 9 bahan aktif utama yang efektif. Kombinasi AHA 3% dari ACB fruit mix, BHA 1% dari Salix Alba bark, dan PHA 2% dari Gluconolactone menawarkan manfaat eksfoliasi yang komprehensif. Kehadiran witch hazel juga menambah keunggulan untuk kulit berminyak.
Perlu dicatat, natural AHA dari ACB fruit mix umumnya dinilai lebih lembut dibandingkan penggunaan glycolic acid murni, sehingga lebih ramah bagi pemula dalam rutinitas eksfoliasi.
✔️Klaim penggunaan produk yang fleksibel, baik setiap hari maupun 2 kali seminggu, menunjukkan penyesuaian terhadap berbagai jenis dan sensitivitas kulit.
✔️Formula produk dinilai cukup sederhana.
✔️Bebas alkohol.
✔️Bebas paraben.
✔️Formula oil-free dan diklaim non-comedogenic.
✔️Bebas silikon.
❗Perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak sepenuhnya aman untuk fungal acne (jerawat jamur) karena mengandung PEG-40 Hydrogenated Castor Oil.
✔️Merupakan produk lokal dengan harga terjangkau dan telah terdaftar di BPOM.
❗Bagi individu yang memiliki alergi terhadap pewarna sintetis, disarankan untuk melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu sebelum penggunaan rutin.
✔️Cek promo menarik di Official store.

