Home » Manfaat Kucing untuk Kesehatan Mental Menurut Psikolog

Manfaat Kucing untuk Kesehatan Mental Menurut Psikolog

Skincapedia.com – Kehadiran kucing sebagai hewan peliharaan telah lama dikenal mampu memberikan kebahagiaan tersendiri. Lebih dari sekadar teman bermain, para ahli psikologi menemukan bahwa interaksi dengan kucing dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap kesehatan mental seseorang.

Kucing, dengan segala tingkah lakunya yang menggemaskan dan sifatnya yang independen namun penuh kasih, telah menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Bagi banyak orang, kucing bukan hanya hewan piaraan, melainkan anggota keluarga yang kehadirannya mampu menghibur dan menemani di tengah kesibukan dan tantangan hidup sehari-hari.

Menariknya, manfaat memelihara kucing ternyata melampaui sekadar hiburan. Seorang psikolog berlisensi, Dr. Juli Fraga, PsyD, memaparkan beberapa keuntungan psikologis yang bisa didapatkan oleh para pemilik kucing, sebagaimana dilaporkan oleh Parade.

1. Meningkatkan Emosi Positif

Kehadiran teman atau pasangan baru di rumah ternyata juga bisa membuat kucing cemburu. Meskipun teman atau pasangan memperlakukan kucing dengan baik, hewan berbulu satu ini awalnya akan tetap merasa cemburu dan terusik.

Manfaat pertama yang diungkapkan oleh Dr. Juli Fraga adalah kemampuannya dalam meningkatkan emosi positif. Keberadaan kucing di sekitar pemiliknya terbukti mampu membuat mereka merasa lebih baik secara keseluruhan. Fenomena ini, meskipun terdengar sederhana, memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Menghabiskan waktu dengan kucing Anda dapat meningkatkan emosi positif seperti sukacita dan kebahagiaan,” jelas Dr. Fraga. Interaksi sederhana seperti mengelus bulu kucing atau sekadar memandangnya bermain dapat memicu pelepasan hormon kebahagiaan seperti oksitosin, yang berkontribusi pada perasaan senang dan damai.

2. Mengurangi Kecemasan

Orang yang suka mengobrol dengan hewan peliharaan merasa tidak takut dihakimi sehingga kreativitas mereka keluar secara alami tanpa hambatan.

Selain berkontribusi pada peningkatan suasana hati, memelihara kucing juga terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan. Bagi individu yang sering dilanda kekhawatiran, menghabiskan waktu berkualitas dengan kucing peliharaan dapat menjadi penawar yang ampuh.

Dr. Fraga menjelaskan bahwa aktivitas sederhana seperti mendengarkan dengkuran kucing atau merasakan kelembutan bulunya saat dielus dapat secara signifikan meredakan perasaan cemas. Hal ini terjadi karena interaksi tersebut memberikan sensasi menenangkan, serupa dengan perasaan aman dan nyaman yang didapat dari kedekatan dengan individu yang dicintai. Suara dengkuran kucing (purring) sendiri telah lama diketahui memiliki frekuensi yang dipercaya memiliki efek relaksasi dan penyembuhan.

3. Meningkatkan Motivasi

Mengelus kucing adalah momen istimewa di mana kamu dan hewan peliharaanmu bisa saling merasa tenang dan terhubung. Tapi agar elusan itu tidak membuat si kucing stres atau menghindar, ada tata cara dan sinyal tubuh yang perlu diperhatikan.

Bagi sebagian orang, bangkit dari tempat tidur di pagi hari bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat sedang menghadapi stres atau beban emosional. Namun, memiliki hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan, seperti kucing, dapat menjadi pemicu motivasi yang kuat.

“Kucing membutuhkan perawatan yang memotivasi kita untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ini bisa membantu kita mengambil alih di bidang lain dalam hidup kita juga,” ujar Dr. Fraga. Kucing memerlukan rutinitas pemberian makan, perhatian, dan pembersihan kandang, yang semuanya membutuhkan komitmen dari pemiliknya.

Sebagai contoh, pemilik kucing yang harus bangun pagi untuk memberi makan hewan kesayangannya, mungkin akan terdorong untuk melanjutkan aktivitas lain seperti membersihkan rumah atau mengerjakan daftar tugas harian mereka. Tanggung jawab merawat makhluk hidup lain dapat memberikan rasa tujuan dan struktur, yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun memiliki kucing peliharaan memberikan banyak keuntungan signifikan yang dapat mendukung proses pengobatan dan terapi, kepemilikan kucing tidak dapat sepenuhnya menggantikan atau “menyembuhkan” kondisi kesehatan mental. Namun, kehadiran mereka sebagai teman setia dan sumber dukungan emosional yang tak ternilai, tentu saja, dapat menjadi pelengkap yang sangat berharga dalam perjalanan menuju pemulihan dan kesejahteraan mental.

Artikel menarik Lainnya