Skincapedia.com – Sunscreen merupakan produk esensial dalam rutinitas perawatan kulit, terutama bagi para pencinta skincare. Penggunaan sunscreen bertujuan untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV, mencegah timbulnya flek hitam, penggelapan kulit, serta berbagai masalah kulit lainnya.
Beragam merek telah menghadirkan produk sunscreen dengan berbagai keunggulan. Salah satunya adalah Nivea Sun Serum Biru (Oil Control) dengan nilai SPF 50 PA+++. Sunscreen ini diformulasikan khusus untuk kulit berminyak berkat kemampuan oil control-nya. Selain itu, produk ini diklaim memiliki tekstur ringan, mudah diaplikasikan, dan tidak terasa lengket.
Fokus artikel ini adalah pada ulasan bahan-bahan (ingredients) yang terkandung dalam Nivea Sun Serum Biru. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pencinta skincare untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing, termasuk bagi penulis sendiri jika suatu saat ingin beralih produk.
Produk ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu Rp44.000 untuk ukuran 30ml. Berdasarkan ulasan di FimaleDaily, produk ini mendapatkan rating yang cukup tinggi, yakni 4,3, yang berarti 87% dari 769 pengguna merekomendasikan produk ini.
|
|
| Nivea Sun Serum Biru. Foto by Dinda Farrah dan Lintang Ayu Soco Member |
Ingredients:
Aqua, Homosalate, Polymethylsilsesquioxane, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Ethylhexyl Salicylate, Octocrylene, Alcohol Denat, Tapioca Starch, Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid, Cyclomethicone, Behenyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Methylpropanediol, Silica Dimethyl Silylate, Glycerin, Phenoxyethanol, Carnitine, Sodium Hydroxide, Sodium Stearoyl Glutamate, Ethylhexylglycerin, Trisodium EDTA, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Carbomer, Glycyrrhetinic Acid, Xanthan Gum, Sodium Chloride.
Ulasan Ingredients Nivea Sun Serum Biru (Oil Control)
Bahan Aktif (Active Ingredients)
☀️ Agen Tabir Surya (Sunscreen Agents):
- 1. Homosalate: Merupakan bahan larut minyak dan termasuk dalam kategori chemical sunscreen. Efektivitasnya dalam menyerap sinar UVB tidak terlalu kuat dan tidak photo-stable, yang berarti dapat kehilangan sekitar 10% efektivitas SPF-nya dalam 45 menit pemakaian.
- 2. Butyl Methoxydibenzoylmethane (Avobenzone): Bertugas menyerap sinar UVA. Namun, bahan ini juga tidak photo-stable dan dapat kehilangan hingga 36% efektivitasnya dalam satu jam pemakaian.
- 3. Ethylhexyl Salicylate: Kekuatan penyerapannya terhadap sinar UVB tidak mencukupi, sehingga perlu dikombinasikan dengan agen tabir surya lainnya.
- 4. Octocrylene: Bahan larut minyak yang mampu menyerap sinar UVB dan UVA II. Meskipun tidak terlalu kuat, bahan ini tergolong photo-stable dengan penurunan efektivitas SPF hanya sekitar 10% dalam 95 menit pemakaian.
- 5. Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid: Termasuk chemical sunscreen yang larut dalam air, berkontribusi pada formula yang ringan. Bahan ini cukup kuat dalam menyerap UVB dan bersifat photo-stable.
☀️ Glycyrrhetinic Acid: Senyawa yang berasal dari tanaman akar manis ini berfungsi untuk mencerahkan kulit.
Bahan Pelengkap (Supporting Ingredients)
Selain bahan aktif, terdapat bahan pelengkap yang berfungsi sebagai pelarut, pengemulsi, pengatur kekentalan, pengatur pH, pengawet, dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa bahan pelengkap yang perlu diperhatikan:
Alkohol:
- 1. Alcohol Denat: Alkohol murni ini berperan sebagai astringen, pengontrol minyak (oil control), dan membantu menciptakan formula yang ringan. Selain itu, ia berfungsi sebagai pelarut yang baik, peningkat penyerapan produk ke kulit (penetration enhancer), dan agen antimikroba. Namun, paparan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.
- 2. Behenyl Alcohol: Merupakan fatty alcohol atau alkohol lemak yang tidak menyebabkan kekeringan. Justru, bahan ini bersifat emollient (melembutkan kulit), berfungsi sebagai pengatur kekentalan, dan menstabilkan emulsi.
- 3. Cetearyl Alcohol: Juga termasuk alkohol lemak dengan tingkat iritasi rendah (1). Berfungsi sebagai emollient, pengatur kekentalan, dan penstabil emulsi. Potensi komedogeniknya tergolong rendah (2).
Tapioca Starch: Tepung tapioka dalam formulasi ini berperan penting sebagai penyerap minyak (oil absorbent) dan agen pembuat kulit tampak matt (mattifier). Dalam beberapa kasus, bahan ini juga digunakan sebagai pengganti bedak talc.
Silikon:
- 1. Polymethylsilsesquioxane: Meskipun memiliki sifat mirip silikon, bahan ini bukan silikon sejati. Ia dapat menyamarkan garis halus dan kerutan secara sementara (wrinkle filler).
- 2. Cyclomethicone: Berbeda dengan silikon lainnya, bahan ini merupakan campuran silikon volatil yang dapat menguap dan tidak bertahan lama di kulit, sehingga menciptakan formula yang ringan.
Sodium Chloride: Garam yang berfungsi sebagai pengatur kekentalan. Potensi komedogeniknya tergolong tinggi (5).
Kesimpulan
➡️ Nivea Sun Serum Biru Oil Control termasuk dalam kategori chemical sunscreen.
➡️ Produk ini tidak sepenuhnya photo-stable, yang berarti perlu diaplikasikan ulang setiap 2-3 jam pemakaian untuk menjaga perlindungan maksimal.
➡️ Kandungan bahan yang berperan sebagai pengontrol minyak dan menciptakan formula ringan membuatnya berpotensi cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat.
➡️ Terdapat potensi iritasi dan dapat menyebabkan kulit kering pada sebagian pengguna.
➡️ Produk ini tidak mengandung pewangi (fragrance).
➡️ Terdapat potensi komedogenik.
➡️ Produk ini aman untuk fungal acne.
➡️ Pengawet yang digunakan adalah phenoxyethanol, bukan paraben. Kedua bahan pengawet ini masih menjadi subjek perdebatan mengenai keamanannya.
➡️ Penting untuk diingat bahwa penggunaan sunscreen yang dibilas ke laut dapat mencemari air dan berdampak buruk pada terumbu karang serta ekosistem laut.
Baca juga:
- Wardah Renew You Anti Aging Serum
- Rekomendasi skincare fungal acne safe dengan harga terjangkau
- Hanasui Propolis Serum
- Hanasui Bright Up Serum
Sumber: Incidecoder

