Skincapedia.com – Safi White Natural Brightening Cream Mangosteen merupakan krim wajah dari seri White Natural yang diformulasikan dengan ekstrak kulit manggis. Produk ini diklaim mampu memberikan tampilan wajah yang lebih lembut dan cerah. Kemasan produk hadir dalam ukuran 20 gram dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp40.000. Berdasarkan ulasan di FimaleDaily, produk ini mendapatkan rating 3.4 dari 5, dengan 55% pengguna merekomendasikannya dari total 224 ulasan.
|
|
| Safi White Natural Brightening Cream Mangosteen. Foto by Caecilialaras FD Member |
Ingredients:
Water, Stearic Acid, Glycerin, Isopropyl Myristate, Niacinamide, Titanium Dioxide, Potassium Hydroxide, Dimethicone, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Cetearyl Alcohol, Carbomer, BHT, Allantoin, Tris (Tetramethylhydroxypiperidinol) Citrate, Ethylhexylglycerin, Dimethicone Crosspolymer, Nigella Sativa Seed Oil, Polysorbate 20,Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Fragrance, Phenoxyethanol, Sodum Benzoate, CI 15510, CI 17200.
Penjelasan Ingredients Safi Natural Brightening Cream Mangosteen
Active Ingredients
- Niacinamide: Merupakan bahan aktif dengan rating superstar yang memiliki manfaat multifungsi. Niacinamide efektif memudarkan noda hitam, memiliki sifat anti-aging, serta membantu memicu sintesis ceramide. Hasilnya, kulit menjadi lebih sehat, kuat, dan terhidrasi dengan baik. Bahan ini juga sangat cocok untuk kondisi kulit yang berjerawat.
- Nigella Sativa Seed Oil: Minyak habbatussauda dikenal sebagai salah satu minyak yang baik untuk merawat kulit yang memiliki masalah seperti jerawat, kulit kering, dan iritasi.
- Garcinia Mangostana Peel Extract: Ekstrak kulit manggis memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Ingredients Pelengkap
Solvent: Berfungsi sebagai pelarut untuk bahan-bahan lain di dalam produk.
1). Water.
2). Glycerin.
Sunscreen agent:
- 1). Titanium dioxide: Merupakan physical UV filter yang bekerja secara spektrum luas, mampu menangkal sinar UVA dan UVB. Memiliki rating yang baik.
- 2). Ethylhexyl Methoxycinnamate/octinoxate: Merupakan chemical UVB filter. Bahan ini memiliki rating yang kontroversial karena berpotensi memicu iritasi pada kulit sensitif.
- 3). Tris (Tetramethylhydroxypiperidinol) Citrate: Berfungsi sebagai UV absorber. Informasi mengenai bahan ini masih terbatas.
Skin conditioning:
- 1). Glycerin (humectant): Merupakan bahan pelengkap dengan rating superstar yang berperan meningkatkan kadar air di lapisan kulit, sehingga menjaga kelembapan.
- 2). Dimethicone (emollient): Merupakan jenis silikon yang membentuk lapisan di atas permukaan kulit. Lapisan ini memberikan kesan kulit yang halus, mengunci kelembapan, dan melindungi kulit. Potensi komedogeniknya adalah 1.
- 3). Cetearyl Alcohol: Berfungsi sebagai agen pelembut kulit.
Emulsifier:
- 1). Stearic Acid (thickener): Merupakan asam lemak jenuh yang diekstrak dari lemak nabati atau hewani. Umumnya digunakan sebagai bahan pelengkap dalam pembuatan krim atau lotion, serta memberikan efek warna putih mutiara pada produk. Potensi komedogeniknya adalah 2.
- 2). Isopropyl Myristate: Merupakan minyak sintetis yang memiliki fungsi ganda sebagai pelumas untuk membantu penyerapan produk ke kulit dan sebagai pelembut kulit. Namun, bahan ini berpotensi memicu penyumbatan pori. Potensi komedogeniknya adalah 5, dan potensi iritasinya adalah 3. ❗
- 3). Cetearyl Alcohol: Berfungsi menjaga agar seluruh bahan dalam formula tetap bersatu dan mencegah terpisahnya bahan. Selain itu, berfungsi sebagai emollient atau pelembut kulit.
- 4). Polysorbate 20: Membantu campuran air dan minyak agar tercipta formula yang baik. Diketahui bahwa polysorbate 20 dapat memicu pertumbuhan jamur malassezia, yang merupakan penyebab fungal acne.
pH adjuster: Potassium Hydroxide. Berfungsi untuk mengatur pH formula agar tetap stabil. Memiliki rating average.
Viscosity Controller: Berfungsi mengatur kekentalan produk.
- 1). Carbomer: Mengubah cairan menjadi formula berbentuk gel. Bahan ini memerlukan netralisasi dengan sodium/potassium hydroxide.
- 2). Dimethicone Crosspolymer dan Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer: Merupakan jenis silikon yang bertindak sebagai agen pengental. Bahan-bahan ini menjadikan tekstur formula halus dan lembut sehingga mudah diratakan.
Skin-soothing: Berfungsi untuk menyejukkan atau mendinginkan kulit. Bahan yang digunakan adalah Allantoin. Allantoin merupakan bahan pelengkap dengan rating “goodie”. Bisa berasal dari alam (daun/akar tanaman ‘comfrey’) atau sintetis. Allantoin juga berfungsi melembutkan kulit, melindungi, dan mempercepat penyembuhan luka.
Preservatives:
- 1). BHT (Butylated Hydroxy Toulene): Merupakan antioksidan yang berfungsi mencegah formula teroksidasi.
- 2). Ethylhexylglycerin: Bekerja bersama Phenoxyethanol untuk mengawetkan formula skincare.
- 3). Sodum Benzoate
Frangance
Colorant: CI 15510 (orange), CI 17200 (a.k.a D&C red 33). Bahan pewarna ini memiliki potensi komedogenik 1 dan potensi iritasi 2.
Kesimpulan
✔️ Mengandung bahan aktif unggulan seperti niacinamide, ekstrak minyak habbatussauda, dan ekstrak kulit manggis yang bermanfaat untuk kesehatan kulit.
✔️ Tidak mengandung paraben dan alkohol.
❗ Terdapat beberapa ingredients yang perlu diperhatikan oleh pemilik kulit yang sensitif dan acne-prone:
- Octinoxate (keamanannya masih diperdebatkan).
- Ingredients dengan potensi komedogenik: Stearic Acid (2=low) dan Isopropyl Myristate (5=high).
- Ingredients dengan potensi iritasi: Isopropyl Myristate (3=moderate) dan CI 17200 (2=low).
- Ingredients yang berpotensi memicu fungal acne: Polysorbate 20.
➡️ Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membersihkan kulit secara menyeluruh agar pori-pori tidak tersumbat.
➡️ Nilai SPF produk ini tidak dijelaskan secara spesifik. Jika diperlukan, disarankan untuk tetap menggunakan sunscreen tambahan.

