Skincapedia.com – Munculnya jerawat yang terus-menerus bisa membuat frustrasi, terutama jika berbagai produk perawatan kulit yang dicoba tidak memberikan hasil yang signifikan. Rasanya seperti ada “pabrik” jerawat yang tak pernah berhenti beroperasi di dalam kulit, selalu siap memproduksi masalah baru. Padahal, secara logika, perawatan yang tepat seperti pembersihan wajah, penggunaan produk antibakteri, dan pengontrol minyak seharusnya mampu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti pernah terlintas di benak banyak orang yang berjuang melawan jerawat selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya, ada sebuah kesimpulan yang sangat masuk akal namun terkadang terasa menyebalkan: jerawat yang muncul di wajah adalah hal yang sangat wajar. Yang tidak wajar adalah jika muncul tanduk atau belalai, barulah saatnya untuk panik.
Intinya, jangan terlalu stres hanya karena jerawat. Lebih baik berdamai dengan kondisi kulit sambil terus merawatnya semampu mungkin. Rasa tidak percaya diri pasti ada, namun cobalah untuk mengabaikannya dan fokus pada pengembangan diri serta hal-hal positif. Masalah jerawat bukanlah segalanya, terutama bagi remaja yang masih memiliki masa depan panjang. Lebih baik memikirkan masa depan daripada terus berkutat dengan “pabrik jerawat” yang entah kapan akan berhenti beroperasi.
Berbicara tentang perawatan jerawat, mungkin Safi White Expert Oil-control & anti acne Cream bisa menjadi salah satu solusi yang patut dipertimbangkan.
| Safi White Expert Oil Control & Anti Acne Cream Foto by salsabilanadia |
Krim totol ini hadir dalam kemasan yang cukup ringkas, 15gr, dan dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar 45 ribuan.
Cara Penggunaan :
Gunakan pada permukaan kulit yang berjerawat pada pagi dan malam hari. Untuk hasil yang optimal, gunakan bersama rangkaian Safi White Expert lainnya.
Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, sebaiknya kita menelusuri terlebih dahulu daftar bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Dengan senang hati, mari kita bedah bersama.
Penjelasan Ingredients Safi White Expert Anti Acne Cream
Ingredients:
Water, Butylene Glycol, Steareth-2, Lactic Acid, C12-15 Alkyl Benzoate, Polyacrylate-13, PPG-3 Myristyl Ether, Arginine, Steareth-21, Zinc Lactate, Polyacrylate Crosspolymer-6, Olea Europaea Oil Unsaponifiables, Phytosphingosine, O-Cymen-5-ol, Nigella Sativa (Habbatus Sauda Seed Oil, Borago Officinalis Seed Oil, Glycerin, Perfluorodecalin, 4-butylresorcinol, Dextrin, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Sucrose Palmitate, Glycosphingolipids, Lecithin, Xanthan Gum, Methylparaben, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate.
Bahan Aktif
Lactic Acid.
Merupakan Natural AHA yang berasal dari susu atau yogurt. Bahan ini bekerja dengan cara mengikis sel kulit mati yang menumpuk, sehingga dapat membantu mempercepat proses pematangan jerawat. Hasilnya, jerawat lebih cepat kering, sembuh, dan digantikan oleh sel kulit baru yang lebih sehat.
Arginine.
Termasuk dalam kategori skin-identical Ingredient, yang berarti identik dengan komponen alami kulit. Arginine adalah asam amino semi-esensial yang berfungsi sebagai Natural Moisturizing Factor (NMF) dan skin-hydrator. Bahan ini juga dapat mempercepat penyembuhan luka dan menciptakan efek pelepasan bertahap pada AHA, sekaligus mengurangi potensi iritasi.
Zinc Lactate
Memiliki kemampuan menenangkan kulit yang kemerahan akibat jerawat (bersifat antiinflamasi). Selain itu, Zinc Lactate juga efektif menghambat perkembangan bakteri P. acnes dan membantu mengontrol produksi sebum.
Olea Europaea Oil Unsaponifiables.
Kaya akan kandungan seperti squalane, squalene, glycolipids, dan phytosterol. Bahan ini mudah diserap kulit dan berkhasiat sebagai skin-replenishing, yaitu melengkapi kekurangan komposisi alami kulit. Sangat baik untuk merawat kulit kering dan sensitif.
Phytosphingosine
Merupakan salah satu jenis lipid yang secara alami ditemukan pada lapisan terluar kulit. Riset menunjukkan bahwa Phytosphingosine memiliki aktivitas antibakteri, berperan sebagai cell-communicator, dan termasuk skin-identical ingredients. Semua fungsi ini berkontribusi dalam membentuk pertahanan diri kulit. Sebuah penelitian pada tahun 2007 juga menyoroti Phytosphingosine sebagai bahan aktif yang menjanjikan untuk perawatan anti-acne.
O-Cymen-5-ol.
Memiliki sifat antibakteri, termasuk terhadap bakteri P. acnes.
Nigella Sativa (Habbatus Sauda Seed Oil)
Dikenal sebagai minyak habbatussauda, bahan ini kaya akan antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Kandungan asam lemak di dalamnya juga berfungsi untuk melembapkan kulit.
Borago Officinalis Seed Oil
Sangat bermanfaat untuk merawat kulit kering, sensitif, iritasi, dan inflamasi. Minyak ini juga membantu menenangkan kulit berjerawat. Teksturnya yang ringan membuatnya mudah meresap tanpa meninggalkan rasa lengket.
Perfluorodecalin,
Merupakan pelarut yang berfungsi sebagai oxygen carrier. Bahan ini dapat membawa oksigen ke dalam formula, memberikan manfaat positif bagi kulit seperti meningkatkan penyerapan oksigen dan nutrisi, mempercepat penyembuhan luka, merelaksasi otot kulit, dan memberikan efek dermal filling. Hal ini membantu menjaga elastisitas dan proses regenerasi kulit.
4-butylresorcinol,
Merupakan agen pencerah kulit yang potensial mengatasi masalah pigmentasi. Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim tyrosine dalam memproduksi melanin atau pigmen kulit. Bahan ini sering digunakan dalam perawatan kulit melasma.
Simmondsia Chinensis Seed Oil
Dikenal sebagai minyak jojoba. Merupakan skin-identical ingredient yang bersifat non-comedogenic, ringan, dan mudah meresap. Minyak ini tidak menyumbat pori-pori, bahkan membantu proses penyembuhan jerawat. Sifatnya yang menyerupai sebum alami kulit menjadikannya skin-replenishing sekaligus anti-inflamasi. Mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral.
Glycosphingolipids
Sama seperti Phytosphingosine, Glycosphingolipids juga termasuk jenis lipid dan merupakan skin-identical ingredient. Keberadaannya berperan penting dalam menjaga keseimbangan “ekosistem” kulit, sehingga kesehatan dan kekuatannya tetap terjaga.
Bahan Pelengkap
- Water. Pelarut utama dalam formulasi.
- Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan. Dibandingkan propilen glikol, bahan ini cenderung lebih lembut di kulit.
- Steareth-2. Berperan sebagai pengemulsi.
- C12-15 Alkyl Benzoate. Berfungsi sebagai emolien yang memberikan kelembutan dan pelumas agar tekstur produk mudah diratakan. Juga memiliki sifat antimikroba. Relatif ringan untuk kulit dan mata.
- Polyacrylate-13. Berfungsi untuk menambah kekentalan formulasi sekaligus menstabilkan emulsi.
- PPG-3 Myristyl Ether. Berfungsi untuk menambah kekentalan formula.
- Steareth-21. Berperan sebagai pengemulsi.
- Polyacrylate Crosspolymer-6. Berfungsi sebagai gelling agent dan penambah kekentalan formula.
- Glycerin. Berfungsi sebagai pelarut, skin-identical ingredient, dan humektan. Sangat baik untuk menjaga kelembapan kulit kering.
- Dextrin. Berfungsi untuk menambah kekentalan formula.
- Sucrose Palmitate. Terbuat dari gula (sucrose) dan asam palmitat. Berperan sebagai pengemulsi alami.
- Lecithin. Berfungsi untuk menambah kekentalan formula sekaligus sebagai emolien.
- Xanthan Gum. Berfungsi untuk menambah kekentalan formula. Terbuat dari bahan alami.
- Methylparaben. Pengawet dengan konsentrasi maksimum 0,4%.
- Sodium Benzoate. Pengawet yang efektif menghambat pertumbuhan jamur dan ragi. Konsentrasi maksimum hingga 1%.
- Potassium Sorbate. Sama seperti sodium benzoate, berfungsi sebagai pengawet anti jamur/ragi dengan konsentrasi 0,1-0,5%.
Kesimpulan
Sangat disetujui bahwa obat jerawat yang efektif tidak hanya sekadar mengandung agen antibakteri dan oil control, tetapi juga diperkaya dengan banyak “skin-identical ingredients“. Kondisi kulit berjerawat seringkali menandakan lemahnya skin barrier, yang membuatnya rentan terhadap infeksi bakteri. Memperkuat skin barrier melalui penggunaan “skin-identical ingredients” menjadi salah satu cara penting untuk mengatasinya.
Ini ibaratnya, seorang prajurit tidak hanya membutuhkan senjata untuk menyerang musuh, tetapi juga tameng yang kuat untuk bertahan dari serangan balik.
- Krim ini diaplikasikan langsung pada area yang berjerawat saja. Kemungkinan besar, krim totol ini tidak akan membuat kulit menjadi kering secara berlebihan, berbeda dengan obat jerawat seperti tretinoin, clindamycin, atau benzoyl peroxide.
- Safi White Expert Anti Acne Cream merupakan krim totol jerawat yang direkomendasikan oleh influencer kecantikan ternama, kak Suhay Salim.
- Produk ini mengandung teknologi oxywhite dan agen pencerah (Perfluorodecalin, 4-butylresorcinol). Manfaat bonusnya adalah membantu memudarkan bekas jerawat.
- Namun, perlu diperhatikan bahwa produk ini mungkin bukan pilihan yang tepat untuk jerawat fungal, karena mengandung minyak, lecithin, dan sucrose palmitate.
Berdasarkan ulasan di forum FD, obat totol ini mendapatkan rating rata-rata 3,5 bintang. Sekitar 65% dari 369 pengguna merasa cocok menggunakan produk ini.
Berikut adalah beberapa ulasan dari pengguna:










