Skincapedia.com – Safi White Expert 2 in One Cleanser & Toner merupakan salah satu produk unggulan dari rangkaian White Expert series yang diformulasikan dengan ekstrak habbatussauda dan teknologi OxyWhite.
Produk ini hadir dengan tekstur gel bening yang diperkaya butiran berwarna biru, menawarkan klaim ganda sebagai pembersih wajah sekaligus penjaga pH kulit. Dikemas dalam botol pump yang praktis, cara penggunaannya cukup sederhana. Basahi wajah dan tangan, keluarkan produk dengan menekan pump, gosok hingga berbusa, lalu aplikasikan pada wajah sambil dipijat lembut sebelum dibilas.
Produk ini memiliki volume 150ml dan dibanderol dengan harga berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 45.000. Berdasarkan ulasan di FemaleDaily, produk ini mendapatkan rating 3,8, dengan 72% dari 1065 pengguna merekomendasikannya.

Ingredients:
Aqua, Sodium Laureth Sulfate, Glycerin, Acrylates Copolymer, Cocamidopropyl Betaine, Lauryl Glucoside, Potassium Cocoyl Glycinate, Polysorbate 20, Cocamide Methyl MEA, PEG 14M, Menthol, Sodium Hydroxide, Benzotryazolyl Dodecyl P Cresol, Tetrasodium EDTA, Mica, Helianthus Annuus Seed Oil, Tocopheryl Acetate, Nigella Sativa Seed Oil, Perfluorodecalin, 4 butylresorcinol, fragrance, Methylisothiozolinone, Cl 77891, Cl 74160
Penjelasan Ingredients Safi White Expert 2 in One Cleanser & Toner
Active Ingredients
- Helianthus Annuus Seed Oil. Kaya akan vitamin E, minyak bunga matahari ini berfungsi untuk melembabkan kulit sekaligus memberikan nutrisi penting.
- Nigella Sativa Seed Oil. Minyak habbatussauda dikenal memiliki manfaat baik untuk merawat kulit yang bermasalah, seperti jerawat, kulit kering, dan iritasi.
- Perfluorodecalin. Termasuk dalam kategori zat pelarut yang berfungsi sebagai ‘pembawa’ oksigen ke dalam formula (oxigen carrier). Manfaatnya bagi kulit meliputi peningkatan penyerapan oksigen dan nutrisi, percepatan proses penyembuhan luka, relaksasi otot kulit, serta efek dermal filling yang membantu menjaga elastisitas dan proses regenerasi kulit.
- 4 butylresorcinol. Merupakan agen pencerah kulit yang efektif mengatasi masalah pigmentasi. Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim tyrosine yang berperan dalam produksi melanin. Zat ini sering digunakan dalam perawatan kulit untuk kondisi melasma.
Ingredients Pelengkap
Solvent: Bahan pelarut yang membantu melarutkan zat-zat lain dalam produk. Dalam formulasi ini terdapat Water dan Glycerin.
Surfactant:
- Sodium Laureth Sulfate (SLES). Dikenal sebagai detergen dan agen pembentuk busa. Namun, perlu dicatat bahwa SLES memiliki rating yang dapat mengiritasi kulit sensitif.
- Cocamidopropyl Betaine (CAPB). Agen pembersih yang berasal dari bahan alami, bersifat lembut, dan biodegradable.
- Lauryl Glucoside. Merupakan surfaktan atau agen pembentuk busa yang diekstrak dari minyak kelapa. Bahan ini memiliki rating baik untuk kulit sensitif dan bersifat hypo-allergenic.
- Potassium Cocoyl Glycinate. Agen pembersih yang berbasis asam amino. Sangat lembut dan aman untuk kulit sensitif.
- Cocamide Methyl MEA. Memiliki rating rata-rata sebagai agen pembersih.
- PEG 14 M. Memiliki rating yang baik dalam formulasi.
Humectant dan emolient: Glycerin dan Helianthus Annuus Seed Oil berfungsi untuk menarik dan mengunci kelembaban pada kulit.
Antioksidan: Tocopheryl Acetate atau vitamin E berperan melindungi produk dari oksidasi sekaligus berfungsi sebagai agen pelembab kulit.
pH adjuster: Sodium Hydroxide (NaOH) atau soda api digunakan untuk menjaga kadar pH produk agar formulanya dapat bekerja secara efektif.
Stabilizer: Tetrasodium EDTA dan Sodium Hydroxide berfungsi mencegah perubahan pH, bau, dan tekstur produk. Meskipun Tetrasodium EDTA terkadang dikaitkan dengan potensi iritasi, CIR Expert Panel mengkategorikannya aman untuk penggunaan dalam kosmetik dan skincare. Benzotryazolyl Dodecyl P Cresol juga termasuk dalam kategori ini.
Viscosity Controller: Acrylates Copolymer adalah agen pembentuk gel dengan rating baik. PEG 14M juga berkontribusi dalam mengatur kekentalan produk.
Fragrance: Memberikan aroma pada produk.
Preservatives: Methylisothiozolinone. Pengawet sintetis ini memiliki rating kurang baik karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi dan iritasi. Methylisothiozolinone direkomendasikan hanya untuk produk yang dibilas (rinse-off product) seperti sabun atau sampo, dan tidak dianjurkan untuk produk yang ditinggalkan di kulit (leave-on product) seperti krim atau lotion.
Colorant: Cl 77891 (titanium dioxide/putih titanium) dan Cl 74160 (pigment biru) memberikan warna pada produk.
Mica: Umumnya digunakan dalam produk makeup untuk memberikan efek shimmering. Dalam Safi White Expert 2 in One Cleanser, mika bersama pewarna membentuk butiran (scrub) biru yang menarik. Namun, mica berpotensi memicu iritasi pada kulit sensitif atau bagi yang memiliki alergi terhadap mica.
Kesimpulan
Produk ini mengandung lima bahan yang baik untuk kulit sensitif, bebas alkohol, dan paraben-free.
Namun, terdapat empat bahan yang mungkin kurang cocok untuk kulit kering, sensitif, dan alergi, yaitu SLS, Mica, Methylisothiozolinone, dan CAPB.
Selain itu, terdapat jenis ester seperti Polysorbate 20 yang berpotensi memicu fungal acne. Kabar baiknya, karena Safi White Expert 2 in One Cleanser adalah produk wash-off yang hanya digunakan sebentar lalu dibilas, risiko dari Polysorbate 20 mungkin dapat diminimalisir.
