Skincapedia.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali dirundung duka mendalam dengan berpulangnya salah satu komedian berbakatnya, Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal luas dengan nama panggung Temon. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 12 Juli 2026, di usia 59 tahun.
Kabar duka ini pertama kali dikonfirmasi oleh asisten pribadi Temon, Febry. Menurut Febry, Temon meninggal dunia pada pukul 08.42 WIB. Saat berita ini dikonfirmasi, jenazah almarhum masih berada di rumah sakit, menunggu proses lebih lanjut.
“Iya tadi pagi. Sekarang masih di rumah sakit,” ujar Febry membenarkan informasi tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Temon masih belum dapat dipastikan. Namun, Febry sempat menyebutkan bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi yang cukup lama dideritanya. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada kepergiannya.
“Belum tahu pasti, tapi emang ada darah tinggi,” imbuhnya.
Berita duka ini turut dibagikan oleh rekan sesama komedian, Abdel Achrian, melalui akun Instagram pribadinya. Abdel mengunggah foto kebersamaannya dengan Temon sembari menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.
“Innalillahi wainnailahi rojiun. Selamat jalan Mon,” tulis Abdel dalam unggahannya, mewakili kesedihan banyak pihak atas kehilangan sosok yang telah menghibur masyarakat Indonesia.
Profil Singkat Simson Rarameha Ngadang (Temon)

Simson Rarameha Ngadang, atau yang lebih akrab disapa Temon Templar, lahir pada tanggal 28 Desember 1966. Perjalanan kariernya di dunia hiburan dimulai pada tahun 1992 ketika ia menapaki jejak sebagai seorang penyiar di Radio SK. Pengalamannya di dunia penyiaran ini menjadi bekal awal yang berharga sebelum terjun ke dunia akting.
Debutnya di layar kaca terjadi melalui sinetron legendaris Bajaj Bajuri. Dalam sinetron yang tayang pada periode 2002-2005 ini, Temon memerankan karakter Kosyim. Namun, nama Temon mulai dikenal luas dan melejit tajam setelah beradu akting dengan Abdel Achrian dalam serial komedi yang sangat populer, Abdel dan Temon Bukan Superstar, yang tayang pada tahun 2008. Chemistry keduanya di layar kaca berhasil memikat hati penonton dan menjadikan mereka salah satu duo komedi paling digemari.
Seiring kesuksesannya, Temon pun turut membintangi berbagai judul sinetron lainnya yang semakin memperkaya portofolio aktingnya. Beberapa di antaranya adalah Awas Ada Sule, Abdel dan Temon Masih Bukan Superstar, Bukan Abdel dan Temon Biasa, Jawara, Menolak Talak, hingga yang terbaru, ia turut terlibat dalam Para Pencari Tuhan Jilid 16: Kiamat Semakin Dekat.
Tidak hanya berakting di sinetron, Temon juga menunjukkan bakatnya di layar lebar. Ia dipercaya untuk memerankan karakter dalam beberapa film, termasuk Setannya Kok Masih Ada, Operation Wedding, Comic 8: Kasino Kings Part 1, dan KNK: Santa Claus dari Jakarta?. Kehadirannya di berbagai genre film membuktikan fleksibilitasnya sebagai seorang aktor.
Di luar dunia akting, Temon juga pernah mencoba peruntungannya di industri musik. Pada tahun 2014, ia merilis sebuah single lagu berjudul “Raja Disko”. Meskipun tidak menjadi hit besar, langkah ini menunjukkan keberaniannya untuk mengeksplorasi berbagai bidang dalam dunia hiburan.
Pasca penampilannya yang tidak sesering dulu di layar televisi, Temon tidak lantas menghilang dari dunia hiburan. Ia memilih untuk aktif sebagai kreator konten komedi, memproduksi berbagai materi lucu yang kemudian diunggah dan dibagikan melalui platform media sosial. Konten-kontennya ini tetap mampu menghibur para pengikutnya, menunjukkan bahwa semangat komedinya tidak pernah padam.
Kepergian Temon Templar di usia 59 tahun meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia. Beliau akan selalu dikenang atas kontribusinya yang besar dalam menghibur masyarakat melalui karya-karyanya yang tak terhitung jumlahnya di dunia hiburan Tanah Air.
Turut berduka cita atas kepergian Temon Templar. Selamat jalan dan terima kasih telah menghibur dengan karya di dunia hiburan Tanah Air.
