Skincapedia.com – Memasak di rumah memang menyenangkan, tetapi pernahkah kamu merasa hasil masakanmu tidak pernah bisa menyamai cita rasa restoran? Padahal, bahan-bahan yang kamu gunakan sudah sama, prosesnya pun terasa tidak jauh berbeda.
Ternyata rahasianya bukan sekadar resep. Ada trik-trik sederhana yang umumnya hanya diajarkan di sekolah kuliner profesional dan membuat perbedaan besar pada hasil akhir masakan. Berikut lima di antaranya yang bisa langsung kamu praktikkan di dapur!
Keluarkan Daging dari Kulkas Sebelum Dimasak
Banyak orang langsung memasak daging begitu mengeluarkannya dari kulkas atau freezer, padahal kebiasaan ini justru mengurangi kualitas hasil masakan. Daging yang langsung terkena panas dari kondisi dingin akan matang secara tidak merata, sehingga bagian luarnya bisa terlalu matang sementara bagian dalamnya masih kurang.
Dilansir dari Reader’s Digest, untuk mendapatkan steak dengan hasil terbaik, sebaiknya keluarkan daging dari kulkas dan biarkan selama satu hingga dua jam hingga mencapai suhu ruang sebelum mulai dimasak. Langkah sederhana ini membuat panas tersebar lebih merata ke seluruh bagian daging.
Pernah penasaran tidak, kenapa hidangan ayam atau daging di restoran selalu terasa sangat juicy dan tidak seret saat dikunyah? Rahasia tersembunyi di balik kelembutan itu adalah proses brining, sebuah teknik merendam daging di dalam larutan air garam dingin selama beberapa waktu sebelum masuk ke proses pematangan. Teknik ini secara ilmiah membantu serat daging untuk mengunci kelembapan sekaligus menyerap rasa gurih hingga ke bagian terdalam.
Proses brining juga berfungsi sebagai jaring pengaman alami agar daging tidak gampang berubah menjadi kering atau keras, bahkan jika kamu tidak sengaja memasaknya terlalu lama. Teknik ini sama sekali tidak terbatas untuk momen perayaan besar saja, melainkan sangat bisa kamu terapkan untuk hampir semua jenis daging konsumsi sehari-hari.
Jangan Pelit Menggunakan Garam
Salah satu pelajaran pertama yang diterima mahasiswa kuliner adalah tidak perlu ragu menggunakan garam secukupnya. Jesse Szewczyk, lulusan Culinary Institute of America, mengungkapkan di Reader’s Digest bahwa ia berkali-kali mendapat catatan dari instrukturnya karena menyajikan masakan yang kurang dibumbui.
Jika makananmu terasa hambar, kemungkinan besar masalahnya ada pada takaran garam yang kurang. Triknya, tambahkan garam sedikit demi sedikit selama proses memasak berlangsung daripada menuangkannya sekaligus di awal atau akhir agar bumbu lebih merata dan tidak berlebihan.
Menaburkan garam dari ketinggian yang sedikit lebih tinggi dari biasanya juga membantu distribusinya lebih merata ke seluruh permukaan masakan.
Tambahkan Sedikit Gula saat Memasak dengan Tomat

Tomat memiliki rasa asam alami yang kadang terlalu kuat dan bisa mendominasi cita rasa masakan. Trik yang umum diajarkan di sekolah kuliner adalah menambahkan sejumput gula ke dalam masakan berbahan tomat untuk menyeimbangkan rasa asam tersebut.
Szewczyk menyebutkan bahwa menambahkan sedikit gula pada masakan dengan tomat yang belum terlalu matang bisa membuat rasanya seolah menggunakan tomat yang segar dan sempurna. Ini merupakan cara cerdas untuk menyelamatkan masakan tanpa perlu mengganti bahan. Trik ini sangat berguna terutama saat kamu membuat saus pasta atau sup tomat di rumah.
Pindahkan Pasta ke dalam Saus Sebelum Benar-benar Matang
Pasta yang dimasak hingga benar-benar matang di dalam air mendidih lalu baru dicampur dengan saus ternyata bukan cara yang paling optimal. Koki profesional justru memindahkan pasta ke dalam saus beberapa menit sebelum pasta sepenuhnya matang agar pasta bisa menyerap cita rasa saus dari dalam.
Teknik ini juga membantu saus lebih menempel dengan baik pada permukaan pasta. Jika saus terasa terlalu kental setelah pasta masuk, kamu bisa menambahkan sedikit air rebusan pasta yang tersisa untuk mendapatkan tekstur yang pas. Hasilnya adalah pasta yang terasa jauh lebih kaya rasa, persis seperti yang biasa kamu nikmati di restoran Italia favoritmu.
