Home » Wardah C-Defence Serum: Bahan & Review Lengkap

Wardah C-Defence Serum: Bahan & Review Lengkap

Wardah C-Defence Serum: Bahan & Review Lengkap

Skincapedia.com – Wardah C-Defence Serum adalah serum vitamin C pertama yang dicoba penulis, meskipun sempat terhenti setelah dua botol karena terasa lengket, terutama saat dikombinasikan dengan night cream. Namun, rasa sayang terhadap kandungan vitamin C dan harga yang terjangkau menjadi alasan utama untuk tetap menghabiskannya. Dengan kemasan 17 ml yang awet berbulan-bulan karena hanya digunakan dua tetes di malam hari, serum ini menawarkan nilai lebih.

Wardah C defence serum. Foto by _nurasiyah FD member

Bagi yang belum pernah mencoba, mari kita bedah kandungan bahan-bahannya untuk melihat apakah serum ini layak dilirik.

Penjelasan Ingredients Wardah C-Defence Serum

Ingredients:

Aqua, glyserine, ethyl ascorbic acid, Bis-PEG-12 dimethicone, methyl gluceth-20, pentylene glycol, biosaccharide gum-1, propylene glycol, aloe barbadensis (aloe vera) leaf extract, phenoxythanol, xanthan gum, ammonium, acrylolyl dimethyltaurate/vp copolymer, allantoin, disodium edta, ethylhexylglyserin, sodium hyaluronate, potassium sorbate, sodium benzoate.

Bahan Aktif

ethyl ascorbic acid.

Vitamin C dikenal luas akan khasiatnya sebagai antioksidan, pencerah kulit, perangsang regenerasi sel, dan pemicu produksi kolagen. Namun, vitamin C murni (ascorbic acid) memiliki sifat yang ‘tricky’, yaitu kurang stabil dan rentan mengiritasi kulit karena sifat asamnya.

Untuk mengatasi hal ini, dikembangkanlah turunan vitamin C seperti ethyl ascorbic acid. Turunan ini stabil, larut dalam air maupun minyak, mudah diformulasikan, serta tidak bersifat asam dan minim iritasi. Meskipun demikian, efektivitasnya mungkin sedikit berbeda dari vitamin C murni karena perlu dikonversi menjadi ascorbic acid di dalam kulit, sehingga efeknya bisa terasa lebih lambat. Namun, justru karena minim risiko inilah, vitamin C turunan lebih disukai oleh produsen dan konsumen.

biosaccharide gum-1.

Berasal dari sorbitol melalui fermentasi bakteri, biosaccharide gum-1 dijuluki “smart sugar” karena kemampuannya yang multifungsi. Ia memiliki efek menenangkan (soothing effect) yang mampu mengurangi sensasi menggelitik akibat bahan aktif lain seperti lactic acid. Selain itu, ia juga memberikan efek hidrasi yang bertahan lama, bahkan bisa menyaingi hyaluronic acid setelah beberapa jam pemakaian.

aloe barbadensis (aloe vera) leaf extract.

Ekstrak lidah buaya ini kaya akan antioksidan, vitamin A, C, dan E, serta enzim yang tidak hanya menutrisi kulit tetapi juga memiliki efek menenangkan, menyejukkan, dan membantu proses penyembuhan luka.

allantoin.

Bahan ini dikenal memiliki sifat menyejukkan dan menenangkan kulit, terutama yang sensitif atau mengalami iritasi. Allantoin juga berfungsi melembapkan dan membantu mempercepat pemulihan luka pada kulit.

sodium hyaluronate

Sodium hyaluronate merupakan bahan yang sangat populer dalam industri skincare berkat kemampuannya mengikat air hingga 1000 kali lipat. Sifatnya yang ringan dan mampu beradaptasi dengan berbagai jenis kulit menjadikannya pilihan favorit banyak formulasi pelembap.

Bahan Pelengkap

  • Aqua: Pelarut utama dalam formulasi.
  • glyserine: Berfungsi sebagai pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin-identical ingredients), dan humektan.
  • Bis-PEG-12 dimethicone: Jenis silikon yang berfungsi sebagai emolien untuk melembutkan kulit.
  • methyl gluceth-20: Senyawa larut air dari gula jagung yang melembapkan, ringan, dan lembut, sering digunakan dalam produk untuk kulit sensitif.
  • pentylene glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster).
  • propylene glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan. Dibuat dari turunan minyak bumi.
  • phenoxythanol: Pengawet dengan konsentrasi maksimal 2%.
  • xanthan gum: Dibuat dari fermentasi gula, berfungsi mengentalkan produk.
  • acrylolyl dimethyltaurate/vp copolymer: Membantu menciptakan tekstur seperti gel dan mengentalkan formula.
  • disodium edta: Berfungsi mengikat ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
  • ethylhexylglyserin: Peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster).
  • potassium sorbate: Pengawet dengan konsentrasi maksimal 0,1%-0,5%.
  • sodium benzoate: Pengawet dengan konsentrasi hingga 0,1%.

Kesimpulan

  • Kandungan vitamin C-nya cukup tinggi, terlihat dari urutannya yang berada di posisi ketiga dalam daftar bahan, meskipun persentase pastinya tidak disebutkan, hanya diklaim sebagai “Hi-Grade”.
  • Efektif membantu memudarkan bekas jerawat.
  • Serum ini cenderung cocok untuk kulit kering karena memberikan kelembapan yang signifikan.
  • Disarankan untuk memulai dengan dua tetes dan menambah jika dirasa kurang lembap.
  • Sudah cukup melembapkan jika digunakan sendiri tanpa tambahan night cream atau sleeping mask.
  • Keunggulan ini membuat serum menjadi awet.
  • Bebas alkohol.
  • Tidak menimbulkan sensasi menggelitik (tingling sensation).
  • Tidak berpotensi menyebabkan komedogenik.
  • Aman untuk fungal acne.
  • Membutuhkan waktu untuk meresap sepenuhnya.
  • Tidak disarankan untuk penggunaan pagi atau siang hari karena dapat membuat riasan menjadi berminyak (greasy).
  • Harga sekitar Rp 78.000 untuk kemasan 17 ml.
  • Dapat mencari penawaran harga promo di Official store.

Artikel menarik Lainnya