Home » Wardah C-Defence Sleeping Mask: Penjelasan Lengkap Ingredients

Wardah C-Defence Sleeping Mask: Penjelasan Lengkap Ingredients

Wardah C-Defence Sleeping Mask: Penjelasan Lengkap Ingredients

Skincapedia.com – Wardah kembali menghadirkan inovasi produk terbaru dari lini C-Defence, yaitu Wardah C-Defence Sleeping Mask. Produk ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar Rp 40.000 untuk kemasan 30 gram.

Wardah mengeluarkan produk baru lagi dari seri C-defence, yaitu: Wardah C-Defence Sleeping Mask. Harganya juga sangat terjangkau 30 gr= sekitar 40K.

Mengingat produk ini tergolong baru, ulasan di Female Daily masih terbatas, dengan pengguna yang tercatat belum mencapai sepuluh orang. Namun, produk ini telah meraih rating yang cukup tinggi, yaitu 4,4 bintang.

Pencarian informasi mendalam mengenai daftar ingredients produk ini di Google cukup menantang. Akhirnya, informasi ditemukan di Skincarisma, meskipun urutan ingredients-nya tampaknya kurang tepat.

Meskipun demikian, kelengkapan informasi yang didapat tetap menjadi prioritas. Artikel ini akan mengulas setiap kandungan secara rinci, sebagai bahan pertimbangan bagi Anda sebelum memutuskan untuk membeli.

Wardah C Defence Sleeping Mask

Penjelasan Ingredients Wardah C-Defence Sleeping Mask

Serupa dengan produk Wardah C-Defence lainnya, Sleeping Mask ini juga menjadikan Vitamin C sebagai bahan aktif utamanya.

Ingredients:

Aqua, butylene Glycol, cyclopentasiloxane, glyserine, ammonium Acryloyldimethyl Taurate/vp Copolymer, trehalose, phenoxyethanol, 3-0 ethyl ascorbic acid, dimethicone, polyglyceryl-3 methylglucose distearate, polysorbate 20, allantoin, disodium Edta, ethylhexylglycerin, fragrance, lecithin, dimethicone/Vinyl dimethicone crosspolymer, 1,2 hexanediol, adenosine, chondrus crispus powder, synthetic fluorphlogopite, actinidia polygama fruit extract, agar, acrylates/c10-30 Alkyl Acrylate crosspolymer, Tromethamine, gellan gum, trideceth-9, ascorbic acid, squalane, peg-40 hydrogenated Castor oil, Cl 77942, Cl77891, Cl 14720

Catatan: Ingredients telah diperbaiki agar urutannya sesuai.

Bahan Aktif (Active Ingredients)

  1. Ascorbic Acid. Merupakan bentuk Vitamin C yang paling aktif. Berfungsi sebagai antioksidan kuat, bekerja optimal pada konsentrasi 5-20%. Kandungan ini dapat merangsang produksi kolagen, membantu memudarkan pigmentasi, serta bekas jerawat. Namun, bentuk ini cenderung tidak stabil dan mudah teroksidasi saat terpapar udara dan cahaya. Bagi sebagian individu, dapat menimbulkan sensasi sedikit perih atau ‘clekit-clekit’ pada kulit. Rating: Superstar✔️
  2. Trehalose. Jenis gula yang juga ditemukan pada tanaman kaktus. Senyawa ini memiliki kemampuan mengikat air yang sangat baik, sehingga efektif menghidrasi kulit secara mendalam. Rating: Goodie✔️
  3. Allantoin. Bahan yang berasal dari ekstrak daun atau akar tanaman comfrey, atau dapat juga disintesis secara kimiawi. Allantoin memiliki sifat menenangkan kulit, melembutkan, melindungi, serta mempercepat proses penyembuhan luka. Rating: Goodie✔️
  4. Squalane. Dikenal sebagai pelembap super karena strukturnya sangat mirip dengan sebum alami kulit manusia. Squalane dapat diekstrak dari sumber hewani (seperti minyak hati ikan hiu) maupun nabati (seperti minyak zaitun, minyak biji gandum, atau minyak bekatul). Karena kemiripannya dengan komponen kulit, squalane cocok untuk hampir semua jenis kulit. Rating: Goodie✔️Potensi komedogenik: 1
  5. 2-O-Ethyl Ascorbic Acid. Merupakan turunan Vitamin C yang lebih stabil dan cenderung tidak menyebabkan iritasi. Senyawa ini larut baik dalam air maupun minyak. Berfungsi sebagai antioksidan, mencerahkan kulit (skin-brightening), dan merangsang produksi kolagen (collagen-booster). Rating: Goodie✔️
  6. Adenosine. Merupakan cell-communicating ingredient, yaitu senyawa organik yang secara alami ada dalam tubuh manusia. Tugasnya adalah memfasilitasi komunikasi antar sel. Manfaatnya bagi kulit meliputi percepatan penyembuhan luka, sifat antiinflamasi yang baik, perlindungan kulit, serta perlambatan tanda-tanda penuaan dini. Rating: Goodie✔️

Bahan Pelengkap

Pelarut (Solvent).

  • 1). Water. Air, sebagai pelarut dasar.
  • 2). Butylene Glycol. Bahan multifungsi yang bertindak sebagai pelarut. Membantu formula agar lebih mudah dan cepat meresap ke dalam kulit (penetration enhancer). Memberikan efek licin sehingga formula mudah diratakan (slip agent), serta membantu mengikat air di lapisan kulit (humectant).
  • 3). Glycerin. Juga berfungsi sebagai humectant dengan rating superstar. Meningkatkan kadar air di lapisan kulit.✔️
  • 4). 1,2-Hexanediol. Bahan multifungsi yang berperan sebagai pelarut, memberikan tekstur formula yang baik, humectant, emollient, dan sebagai penguat fungsi pengawet (preservatives-booster).

Pengkondisi Kulit (Skin-conditioning). Berfungsi untuk membuat kulit terasa halus, lembut, dan lembap.

  • 1). Glycerin.
  • 2). Butylene Glycol.
  • 3). Dimethicone. Bertindak sebagai emollient atau pelembut kulit. Merupakan jenis silikon yang membentuk lapisan di permukaan kulit, memberikan kesan halus dan rata, mengunci kelembapan, serta melindungi kulit. Potensi komedogenik: 1.
  • 4). Cyclopentasiloxane. Dikenal sebagai silikon volatil yang dapat menguap. Sering dikombinasikan dengan dimethicone untuk menciptakan efek tahan air (water-resistant) agar produk tidak mudah luntur. Memberikan kesan halus dan rata pada kulit tanpa rasa lengket.
Pengemulsi (Emulsifier). Berfungsi menyatukan bahan berbasis air dan minyak agar tercipta formula yang stabil.
  • 1). Trideceth-9. Bahan sintetis yang mencegah terpisahnya bahan-bahan dalam formula.
  • 2). Polyglyceryl-3 Methylglucose Distearate. Pengemulsi yang berasal dari bahan nabati. Membantu menyatukan komponen air dan minyak dalam formula. Berpotensi memicu fungal acne
  • 3). Polysorbate 20. Membantu menyatukan minyak dan air, serta meningkatkan kelarutan antar bahan. Merupakan jenis ester yang dapat memicu fungal acne
  • 4). PEG-40 Hydrogenated Castor Oil. Dibuat dari minyak jarak (Castor Oil) dan polyethylene glycol (PEG). Umumnya digunakan untuk melarutkan pewangi (fragrance) dalam formula berbasis air.

Pengatur Kekentalan (Viscosity Controller). Berfungsi mengatur kekentalan produk.

  • 1). Synthetic Fluorphlogopite. Merupakan mika sintetis. Penggunaan bentuk sintetis umumnya dipilih karena kualitasnya lebih konsisten, minim impuritas dan kandungan logam, lebih transparan, serta memberikan efek kilau (shimmer).
  • 2). Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer. Jenis silikon yang berfungsi sebagai agen pengental. Juga memberikan kesan halus dan lembut pada formula sehingga mudah diratakan.
  • 3). Agar. Berasal dari ekstrak tumbuhan. Berfungsi sebagai antioksidan sekaligus meningkatkan kekentalan produk.
  • 4). Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer. Bahan dasar pembentuk gel yang mengentalkan produk. Juga berfungsi menstabilkan emulsi dalam formula.
  • 5). Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer. Sejenis polimer yang membentuk tekstur gel dan mengentalkan produk tanpa menimbulkan rasa lengket.

Pengatur pH (pH Adjuster). Tromethamine. Berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman atau kebasaan formula agar bekerja secara efektif.

Stabilizer. Berfungsi menjaga kestabilan formula produk agar lebih tahan lama.

  • 1). Disodium EDTA. Mencegah perubahan pH, aroma, dan tekstur produk, sehingga formula tetap stabil dan bekerja optimal.
  • 2). Lecithin. Merupakan komponen yang umum ditemukan dalam membran sel. Bekerja secara multifungsi sebagai emollient, emulsifier, dan stabilizer formula produk.
  • 3). Gellan Gum. Polisakarida yang dihasilkan dari proses fermentasi, berasal dari tanaman. Berfungsi menjaga kestabilan formula selama pemakaian, sekaligus meningkatkan kekentalan tekstur.

Fragrance. Memberikan aroma pada produk agar lebih nyaman digunakan. Namun, perlu diwaspadai oleh pemilik kulit sensitif.

Pengawet (Preservatives). 1). Phenoxyethanol. 2). Ethylhexylglycerin. Keduanya bekerja sinergis untuk melindungi produk dari kerusakan dan memperpanjang masa kedaluwarsa.

Pewarna (Colorant). CI 77492 (iron oxide yellow), CI 77891 (titanium dioxide/putih), CI 19140 (pewarna kuning sintetis), CI 14720 (pewarna makanan merah).

Kesimpulan

✔️ Mengandung dua jenis Vitamin C: Pertama, dalam bentuk aktif (Ascorbic Acid) yang diklaim lebih mudah terserap dan efektif dalam meningkatkan produksi kolagen. Namun, bentuk ini kurang stabil dan terkadang dapat menimbulkan sensasi perih, terutama pada kulit sensitif. Kedua, dalam bentuk turunan (2-O-Ethyl Ascorbic Acid) yang lebih stabil dan minim iritasi, meskipun potensinya lebih rendah dibandingkan bentuk aktif.

✔️ Mengandung empat bahan aktif yang bermanfaat untuk kulit kering, menua, dan sensitif, yaitu Trehalose, Allantoin, Squalane, dan Adenosine.

✔️ Tidak mengandung alkohol.

✔️ Tidak mengandung bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi dan alergi.

✔️ Potensi komedogenik rendah.

❗ Terdapat dua bahan yang berpotensi memicu pertumbuhan jamur malassezia penyebab fungal acne, yaitu Polysorbate 20 dan Polyglyceryl-3 Methylglucose Distearate. Oleh karena itu, disarankan bagi penderita fungal acne untuk menunda penggunaan produk ini hingga kondisi kulit membaik.

Melihat daftar ingredients-nya, penulis merasa tertarik untuk mencoba produk ini. Namun, karena masih memiliki sleeping mask lain yang belum habis terpakai, rencana pembelian pun ditunda.

Update….

Akhirnya, Wardah C-Defence Sleeping Mask berhasil dibeli dan dicoba.

Wardah C-Defence Sleeping Mask. Dok: skincapedia

Meskipun awalnya dilengkapi spatula, alat tersebut kini sudah tidak diketahui keberadaannya. Penulis lebih memilih menggunakan jari langsung untuk mengambil produk.
Produk ini telah digunakan selama sebulan sebelum ulasan ini ditulis untuk memastikan efeknya.
Kesan pertama saat menggunakan produk ini adalah aroma segar seperti jeruk. Teksturnya ringan dan mudah meresap. Terdapat butiran-butiran kecil berwarna kuning yang menambah daya tarik visual produk.
Saat diaplikasikan ke kulit, terasa sensasi dingin dan lembap, tanpa ada kesan berminyak sama sekali.
Namun, penggunaan produk ini dilakukan secara bergantian, terutama karena terkadang penulis terburu-buru dan langsung tertidur.
Pernah dicoba untuk penggunaan beberapa hari berturut-turut, namun kulit terasa kurang nyaman dan cenderung agak kering. Oleh karena itu, penggunaan tidak dilakukan setiap hari, yang mungkin juga bergantung pada sensitivitas kulit masing-masing individu.
Menariknya, Ascorbic Acid ditempatkan di urutan akhir daftar ingredients, yang mengindikasikan dosisnya mungkin kecil dan tidak terlalu menimbulkan efek samping yang signifikan.
Sejauh ini, produk ini cocok dan tidak menimbulkan efek negatif lainnya. Mengenai efek mencerahkan, penulis tidak terlalu memperhatikannya, lebih mengutamakan efek melembapkan yang dirasa sudah memuaskan.👍👍👍

Baca juga:

  • Masker Axis y Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack, masker yang lagi viral.
  • Penjelasan ingredients Azarine cooling sleeping mask
  • Mengulas ingredients Garnier super uv
  • Kenali ingredients Safi dermasafe day moisturizer
  • penjelasan ingredients azarine easy white serum

Sumber: incidekoder.com dan Paula’s choice cosmetics dictionary.com

Artikel menarik Lainnya