Home » Whitelab Age Correxion Serum: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Whitelab Age Correxion Serum: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Whitelab Age Correxion Serum: Cek Ingredients & Manfaatnya!

Skincapedia.com – Whitelab Age Correxion Firming Serum hadir sebagai solusi inovatif untuk melawan tanda-tanda penuaan dini. Mengusung formulasi canggih dengan kombinasi Peptide-9, Marine Collagen, HyaluComplex-10, dan Ceramide-4, serum ini dirancang untuk mengembalikan keremajaan kulit, menyamarkan garis halus dan kerutan, serta menjaga kekenyalan kulit.

Whitelab Age Correxion Firming Serum. Sumber: shopee

Produk ini menawarkan serangkaian klaim manfaat yang komprehensif untuk perawatan kulit wajah, antara lain:

  • Melawan tanda-tanda penuaan pada kulit wajah.
  • Menyamarkan garis-garis halus pada wajah.
  • Merawat kekenyalan dan kelembaban kulit wajah.
  • Membantu merawat dan meningkatkan fungsi skin barrier wajah.
  • Mempertahankan level hidrasi kulit wajah.
  • Merawat kelembutan dan kehalusan kulit wajah.

Untuk mendapatkan hasil optimal, Whitelab Age Correxion Firming Serum dapat diaplikasikan dengan cara meneteskan 2-4 tetes serum ke kulit yang telah dibersihkan, lalu ratakan ke seluruh wajah. Gunakan secara rutin di pagi dan malam hari sebelum mengaplikasikan krim wajah.

Produk ini menggunakan pewarna alami, sehingga perubahan warna yang mungkin terjadi tidak akan memengaruhi manfaat maupun keamanannya.

Dengan kemasan 20ml, serum ini dibanderol dengan harga sekitar Rp80.000.

Penjelasan Ingredients Whitelab Age Correxion Firming Serum

Ingredients:

Aqua, cyclopentasiloxane, methyl propanediol, Isohexadecane, niacinamide, aluminum starch octenylsuccinate, polyacrylamide, deca peptide, palmitoyl Tripeptide 38, palmitoyl tetrapeptide 7, acetyl hexapeptide-8, pentapeptide 18, dipeptide, acetyl tetrapeptide 8, copper Tripeptide 1, marine collagen, hyaluronic acid, sodium hyaluronate, oligo sodium hyaluronate, dimethyl silanol hyaluronate, hydrolyzed hyaluronic acid, hydrolyzed sodium hyaluronate, hydroxypropyl trimonium hyaluronate, sodium hyaluronate crosspolymer, sodium acetylated hyaluronate, potassium hyaluronate, glucosyl ceramide, ceramide NP, ceramide AP, ceramide EOP, phospolipid, cholesterol, phytosphingosine, dipotassium glycyrrhizate, allantoin, phenoxyethanol, glyserine, Trimethyl pentanediol adipic acid Copolymer, peg-6 caprylic/capric glyserine, sodium PCA, sodium lauroyl lactylate, c13-14 Isoparaffin, c9-11 pareth 6, clitoria ternatea/butterfly pea, DMDM hydantoin, xantan gum, carbomer, butylene Glycol, 1,2 hexanediol, polysorbate 20, pentylene Glycol, perfume

Bahan Aktif Unggulan

Niacinamide

Dikenal sebagai Vitamin B3, Niacinamide memiliki segudang manfaat untuk kulit. Ia efektif dalam mencerahkan kulit, merangsang sintesis ceramide untuk memperkuat skin barrier, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-acne. Lebih lanjut, Niacinamide juga berperan melindungi kulit dari efek buruk radiasi UV dan bluelight dengan memperkuat mekanisme pertahanan alami kulit.

Mengandung 9 Jenis Peptide

  1. Deca Peptide: Sebuah polipeptida yang terdiri dari 10 asam amino. Berfungsi sebagai repigmenting agent, ia membantu dalam perawatan vitiligo dengan memicu migrasi sel melanosit dan pigmentasi, sehingga mengembalikan warna kulit yang merata.
  2. Palmitoyl Tripeptide-38 (Matrixyl Synthe’6): Diklaim mampu meningkatkan produksi enam komponen matriks kulit, termasuk kolagen tipe I, III, IV, fibronectin, hyaluronic acid, dan laminin 5. Hasilnya, serum ini efektif mengurangi kerutan halus. Uji klinis menunjukkan aplikasi 2% Matrixyl Synthe’6 selama dua bulan dapat mengurangi kerutan hingga 31%.
  3. Palmitoyl Tetrapeptide-7: Terdiri dari empat asam amino (glycine, glutamine, proline, arginine), peptide ini bekerja dengan memberikan sinyal pada kulit untuk menghambat produksi interleukin, zat pro-inflamasi. Tujuannya adalah untuk mencegah degradasi jaringan kolagen akibat inflamasi.
  4. Palmitoyl Tripeptide-1: Merupakan fragmen dari kolagen tipe 1, terdiri dari tiga asam amino (glycine, histidine, lysine). Peptide ini memicu sintesis kolagen baru dengan ‘mengelabui’ kulit seolah-olah ada kerusakan kolagen yang perlu diperbaiki.
  5. Acetyl Hexapeptide-8 (Argireline): Dikenal dengan efek botox-like, peptide ini bermanfaat untuk meningkatkan kelembapan kulit, mengencangkan, sekaligus mengurangi kerutan.
  6. Pentapeptide-18 (Leuphasyl): Bekerja dengan cara yang serupa dengan Argireline namun melalui mekanisme berbeda. Peptide ini efektif mengurangi kerutan dan bekerja secara sinergis dengan Argireline.
  7. Dipeptide (Eyeliss): Terdiri dari dua asam amino (valine, Triptofan), peptide ini berperan dalam mengurangi tampilan puffy eyes atau mata sembap.
  8. Acetyl Tetrapeptide: Keterangan spesifik mengenai fungsi Acetyl Tetrapeptide tanpa angka di belakangnya (misalnya Acetyl Tetrapeptide-2 atau -3) sulit ditemukan dalam literatur umum, karena varian peptide ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.
  9. Copper Tripeptide-1: Ditemukan secara alami dalam cairan tubuh, peptide ini memiliki kemampuan penyembuhan luka yang unik. Ia menstimulasi kolagen yang rusak pada jaringan parut hingga membaik, serta merangsang produksi kolagen, elastin, dan glycosaminoglycans yang lebih sehat. Selain itu, ia juga memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi yang signifikan.

Marine Collagen

Kolagen yang berasal dari ikan ini diklaim memiliki kemampuan penyerapan 1,5 kali lebih baik dibandingkan kolagen biasa, sehingga memberikan efek hidrasi yang lebih optimal.

Mengandung 10 Tipe Hyaluronic Acid

  1. Hyaluronic Acid: High molecular weight.
  2. Sodium Hyaluronate: High molecular weight.
  3. Oligo Sodium Hyaluronate: Low molecular weight.
  4. Dimethyl Silanol Hyaluronate: High molecular weight dengan kandungan organic silicon, memberikan efek soothing instan, anti-aging, dan perbaikan kulit.
  5. Hydrolyzed Hyaluronic Acid: Low molecular weight.
  6. Hydrolyzed Sodium Hyaluronate: Low molecular weight.
  7. Hydroxypropyl Trimonium Hyaluronate: Medium molecular weight.
  8. Sodium Hyaluronate Crosspolymer: High molecular weight.
  9. Sodium Acetylated Hyaluronate: Medium molecular weight.
  10. Potassium Hyaluronate: High molecular weight.

Mengandung 4 Tipe Ceramide

  • Glucosyl Ceramide: Merupakan prekursor atau bahan penyusun ceramide.
  • Ceramide NP (Ceramide 3): Berperan dalam memperbaiki skin barrier.
  • Ceramide AP (Ceramide 6-II): Berfungsi menyimpan asam lemak esensial di epidermis.
  • Ceramide EOP (Ceramide 1): Berperan menyatukan barrier lipid.

Ceramide merupakan komponen vital dalam skin barrier, menyusun 30-50% dari totalnya.

Cholesterol

Merupakan skin-identical ingredient yang berfungsi sebagai emolien. Cholesterol secara alami terdapat pada lapisan kulit dan merupakan 25% bagian dari skin barrier, sehingga krusial dalam menjaga fungsinya.

Phytosphingosine

Sejenis lipid yang secara alami ada di lapisan kulit (skin-identical) dan merupakan bagian dari ceramide. Memiliki properti antimikroba dan anti-inflamasi, efektif mencegah infeksi dan perkembangbiakan bakteri penyebab jerawat.

Dipotassium Glycyrrhizate

Senyawa natural yang berasal dari tanaman licorice. Memiliki sifat soothing dan anti-inflamasi yang sangat baik untuk merawat kulit iritasi, sensitif, dan eczema.

Allantoin

Senyawa yang memberikan efek soothing, anti-inflamasi, dan membantu proses pemulihan luka pada kulit.

Clitoria Ternatea/Butterfly Pea

Ekstrak bunga telang ini kaya akan antioksidan dan vitamin, terutama Proanthocyanidin yang ampuh melawan radikal bebas dan mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Bahan Pelengkap

  • Aqua
  • Cyclopentasiloxane: Emolien, silikon volatil, dan slip agent yang membantu formula mudah diratakan.
  • Methyl Propanediol: Pelarut, penetration enhancer, dan humektan.
  • Isohexadecane: Pelarut dan emolien.
  • Aluminum Starch Octenylsuccinate: Berbentuk bubuk putih, berfungsi sebagai agen anti-gumpal, absorben, dan pengental formula.
  • Polyacrylamide: Pengental sintetis.
  • Phospholipid: Emolien dan skin-identical ingredient yang berfungsi sebagai pengemulsi. Juga digunakan untuk menciptakan liposom yang membantu penetrasi bahan aktif ke dalam kulit.
  • Phenoxyethanol: Pengawet.
  • Glycerine: Pelarut, skin-identical, dan humektan.
  • Trimethyl Pentanediol/ Adipic Acid Copolymer: Menambah kekentalan formula, menciptakan efek time release untuk mengurangi iritasi, serta membantu penetrasi bahan aktif seperti agen pencerah kulit.
  • PEG-6 Caprylic/Capric Glyceride: Pengemulsi.
  • Sodium PCA: Natural moisturizing factor, skin-identical, dan humektan yang membantu menjaga fungsi skin barrier.
  • Sodium Lauroyl Lactylate: Pengemulsi.
  • C13-14 Isoparaffin: Pengemulsi dan emolien.
  • C9-11 Pareth 6: Pengemulsi.
  • DMDM Hydantoin: Pengawet yang dapat melepaskan formaldehida.
  • Xanthan Gum: Pengental.
  • Carbomer: Pengental sintetis.
  • Butylene Glycol: Pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • 1,2 Hexanediol: Pelarut, preservatives booster, dan humektan.
  • Polysorbate 20: Pengemulsi.
  • Pentylene Glycol: Pelarut dan preservatives booster.
  • Perfume

Kesimpulan

Whitelab Age Correxion Firming Serum menawarkan formulasi yang kaya akan bahan aktif anti-aging. Dengan sekitar 29 bahan aktif yang fokus pada pengencangan kulit, perbaikan jaringan, dan menjaga kekenyalan, serum ini menjadi pilihan menarik.

Kehadiran 9 jenis peptide memberikan kekuatan ekstra dalam melawan penuaan. Peptide sendiri adalah rantai pendek asam amino yang merupakan blok pembangun protein penting seperti kolagen, elastin, dan keratin, yang berperan sebagai pondasi kekuatan dan kekenyalan kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi peptide alami tubuh berkurang, menyebabkan kulit kendur dan kehilangan elastisitas. Peptide sintetis dalam skincare berfungsi sebagai ‘pembawa pesan’ yang memicu sel kulit untuk melakukan tugas spesifik, mendukung firming, soothing, dan hydrating kulit.

Meskipun penelitian ilmiah telah membuktikan efektivitas peptide, penting untuk tetap memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasilnya.

Serum ini juga diperkaya dengan 10 jenis hyaluronic acid dengan berbagai ukuran molekul (high, medium, low) untuk hidrasi 3D yang mendalam dan tahan lama di semua lapisan kulit. Kombinasi 4 jenis ceramide sangat baik untuk memperkuat skin barrier, sementara Niacinamide membantu meratakan warna kulit dan mencegah pigmentasi.

Keunggulan lainnya, produk ini bebas alkohol, paraben, dan minyak (oil-free), serta bersifat non-comedogenic.

Secara keseluruhan, kombinasi bahan aktif dalam Whitelab Age Correxion Firming Serum sangat menjanjikan, terutama bagi kulit yang mulai menunjukkan tanda penuaan. Bagi pemilik kulit sensitif yang ragu mencoba retinol, serum ini bisa menjadi alternatif yang terjangkau dan efektif.

Perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung polysorbate 20.

Cek harga promo di Official store

Artikel menarik Lainnya