Skincapedia.com – Memilih pembersih wajah yang tepat adalah langkah krusial dalam rutinitas perawatan kulit. Pembersih wajah yang baik tidak hanya membersihkan kotoran dan minyak, tetapi juga menutrisi dan menjaga keseimbangan kulit. You Hy Amino Glo-Win Brightening Facial Wash hadir sebagai salah satu opsi yang menarik perhatian, terutama bagi mereka yang mencari produk dengan klaim mencerahkan dan menutrisi.
|
|
| You Hy Amino Glo-Win Brightening Facial Wash. Sumber Shopee |
Penjelasan Ingredients You Hy Amino Glo-Win Brightening Facial Wash
Ingredients:
Bahan Aktif Unggulan
Mengandung 3 Citrus Essential Oil.
- Citrus medica limonum (lemon) fruit oil,
- Citrus tangerine (tangerine) Peel oil,
- Citrus aurantium Dulcis (Orange) Peel oil.
Niacinamide.
3-0-ethyl ascorbic acid.
Moringa Oleifera Seed Extract.
Camelia Japonica Flower Extract.
Mengandung 4 Asam Amino
- Histidine. Berperan dalam meningkatkan aktivitas antioksidan dan memberikan efek menenangkan pada kulit.
- Serine. Berfungsi sebagai agen pelembap dan humektan, membantu menarik dan menahan air di kulit.
- Aspartic Acid. Berkontribusi dalam meningkatkan tingkat hidrasi kulit dan mendukung keseimbangan mikrobioma kulit.
- Threonine. Juga merupakan asam amino yang penting untuk menjaga kelembapan kulit.
Mengandung 5 Jenis Hyaluronic Acid.
- Hyaluronic Acid. Dengan berat molekul tinggi, bahan ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mengikat air hingga 1000 kali berat molekulnya sendiri, memberikan hidrasi yang mendalam.
- Sodium Acetylated Hyaluronate. Merupakan turunan Hyaluronic Acid dengan berat molekul medium yang telah ditingkatkan kemampuannya. Bahan ini lebih mudah menembus lapisan epidermis dan memberikan kelembapan yang lebih tahan lama.
- Sodium Hyaluronate. Berberat molekul tinggi, bahan ini bekerja di permukaan kulit membentuk lapisan pelindung untuk mencegah Water Loss (TEWL) dan menjaga integritas skin barrier.
- Sodium Hyaluronate Crosspolymer. Dengan berat molekul tinggi, senyawa ini memiliki kemampuan menahan kelembapan hingga 5 kali lebih kuat dibandingkan Hyaluronic Acid biasa.
- Hydrolyzed Sodium Hyaluronate. Memiliki berat molekul rendah, sehingga mampu menembus hingga lapisan dermis. Bahan ini tidak hanya melembapkan dari dalam tetapi juga memiliki kemampuan perbaikan kulit (skin repair).
Agen Surfaktan Pembersih
Sodium Laureth Sulfate.
Dikenal sebagai SLES, ini adalah jenis surfaktan anionik yang lebih lembut dibandingkan SLS. SLES menghasilkan busa yang melimpah dan memiliki kemampuan membersihkan yang baik. Namun, karena efektivitasnya yang tinggi, terkadang dapat mengangkat minyak alami dan kelembapan kulit, meninggalkan sensasi kering atau tertarik. Untuk meminimalkan efek ini, SLES sering dikombinasikan dengan surfaktan yang lebih lembut atau dilengkapi dengan bahan pelembap.
Cocamidopropyl Betaine.
Termasuk dalam kategori surfaktan amfoterik, bahan ini berfungsi sebagai peningkat busa (foam booster) dan agen pembersih yang lembut dengan tingkat iritasi rendah. Cocamidopropyl Betaine juga membantu menciptakan formula pembersih dengan pH rendah dan bersifat biodegradable, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan.
Sodium Lauroyl Sulfate.
Dikenal sebagai SLS, ini adalah agen pembusa dan pembersih yang kuat. Sebagai surfaktan anionik, SLS sangat efektif dalam mengangkat minyak dan kotoran dari kulit. Namun, sifatnya yang sedikit basa kuat dapat memicu kekeringan dan iritasi pada sebagian orang, sehingga seringkali dianggap sebagai bahan yang berpotensi mengiritasi.
Sekken Soji-K.
Atau dikenal sebagai sabun, bahan ini dibuat dari reaksi asam lemak dengan kalium hidroksida. Sekken Soji-K adalah surfaktan anionik yang memiliki daya bersih yang sangat baik.
Decyl Glucoside.
Agen pembersih ini berasal dari minyak kelapa dan glukosa. Decyl Glucoside menghasilkan busa yang cukup baik dan bersifat biodegradable, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan.
Potassium Laureth Phosphate.
Dikenal juga sebagai Lauryl Phosphate, ini adalah surfaktan anionik dengan kemampuan membersihkan yang baik. Bahan ini juga terbukti efektif dalam emulsi dan memiliki sifat antikorosi, menjadikannya komponen yang baik dalam pembersih wajah. Data EWG score 2 menunjukkan bahwa bahan ini aman dan nyaman di kulit.
Cocamide MEA.
Berfungsi sebagai peningkat busa dan ko-surfaktan. Cocamide MEA sering dikombinasikan dengan surfaktan anionik untuk meningkatkan kualitas busa dan efektivitas pembersihan.
Bahan Pelengkap
- Water, pelarut utama.
- Sodium Chloride. Berfungsi sebagai pengental ionik untuk menambah viskositas formula.
- Glycol Distearate. Agen pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan berbasis minyak dan air.
- Distearyl Phthalic Acid Amide. Berbahan dasar natural, berfungsi sebagai pengemulsi, penstabil emulsi, dan agen penstabil suspensi.
- Phenoxyethanol. Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
- Sodium Benzoate. Pengawet lain yang efektif.
- Acrylates Copolymer. Pengental sintetis yang membantu menciptakan tekstur produk.
- PEG-120 Methyl Glucose Dioleate. Pengental non-ionik sekaligus penstabil emulsi.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil. Pengemulsi yang berasal dari minyak jarak terhidrogenasi.
- Glycerine. Pelarut alami, identik dengan kulit (skin identical), dan berfungsi sebagai humektan.
- Caprylic Capric Triglyceride. Emolien yang melembapkan dan melembutkan kulit.
- Citric Acid. Digunakan sebagai pengatur pH (pH adjuster) untuk menyeimbangkan keasaman atau kebasaan formula.
- Tetrasodium EDTA. Agen pengkelat (chelating agent) yang menetralkan ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
- Butylene Glycol. Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
- Pentylene Glycol. Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- 1,2 Hexanediol. Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- Hydroxyacetophenone. Antioksidan sintetis yang melindungi formula dari oksidasi.
- Ethylhexylglycerin. Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.

