Home » Tips Hemat Ala Ratu Hidup Hemat, Wajib Diketahui Pekerja

Tips Hemat Ala Ratu Hidup Hemat, Wajib Diketahui Pekerja

Skincapedia.com – Menjalani kehidupan sebagai pekerja di kota besar, terutama di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok dan barang lainnya, bukanlah perkara mudah.

Kenaikan harga kebutuhan sering kali membuat kita kesulitan dalam mengatur keuangan pribadi. Akibatnya, seluruh gaji yang diterima bisa habis tak bersisa sebelum akhir bulan. Situasi ini juga bisa diperparah oleh gaya hidup, misalnya kebiasaan makan di luar yang lebih sering ketimbang di rumah.

Lalu, bagaimana cara menyikapi kondisi tersebut? Salah satu pendekatan populer untuk hidup lebih hemat adalah dengan mengadopsi gaya hidup frugal living. Gaya hidup ini menekankan pengelolaan keuangan yang bijaksana, dengan fokus pada penghematan dan penghindaran pemborosan. Mungkin, saat pertama kali mendengarnya, gaya hidup ini terkesan ekstrem, menyiksa, atau bahkan dicap “pelit” oleh lingkungan sekitar.

Namun, jangan berkecil hati atau takut untuk mengambil langkah ini. Ternyata, frugal living tidak seseram yang dibayangkan saat dijalani. Ada seorang tokoh yang sukses dan dikenal sebagai Queen of Frugal Living berkat gaya hidupnya yang sangat hemat, yaitu Linda Homiya. Cara dan prinsip yang ia terapkan patut kita tiru. Menurutnya, gaya hidup super hemat bukanlah tentang menyiksa diri, melainkan menyesuaikannya dengan kemampuan finansial.

Kabar baiknya, Linda Homiya telah membagikan caranya menerapkan frugal living melalui sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Rivan Kurniawan. Tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut?

1. Frugal Living, Bukan No Living

Prinsip pertama agar sukses dalam berhemat ala Linda Homiya adalah menghindari kesalahpahaman bahwa frugal living berarti harus membatasi pembelian secara ekstrem hingga membuat hidup terasa merana tanpa kenikmatan. Linda Homiya menegaskan dalam wawancaranya, “Saya ini frugal living, bukan no living.”

Prinsip “frugal living, bukan no living” ini sangat penting untuk diterapkan agar penghematan yang dilakukan tidak sampai membatasi hobi dan keinginan. Kunci utama dari frugal living yang efektif adalah budgeting yang ketat. Hidup hemat menurut Linda Homiya berarti menemukan keseimbangan kenyamanan yang sesuai dengan kemampuan finansial, tanpa perlu memaksakan diri untuk pamer kemewahan demi pengakuan orang lain.

2. Fokus Upgrade Diri, Bukan Hanya Menahan Lapar

Bagi pekerja dengan gaji yang pas-pasan namun memiliki tuntutan gaya hidup kekinian, seringkali muncul rasa kelimpungan. Di sinilah frugal living menjadi solusi yang sangat tepat. Namun, Linda Homiya mengingatkan bahwa sehemat apapun kita menekan pengeluaran, jumlah tabungan akan tetap terbatas jika pendapatan tidak mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, di usia muda yang masih penuh energi, sebaiknya tidak hanya fokus mencari cara memangkas pengeluaran, melainkan juga berfokus pada pembelajaran hal baru, peningkatan skill, dan pencarian peluang baru untuk menaikkan penghasilan. Melakukan upgrade diri dan penghasilan adalah modal utama agar kita bisa menabung dan berinvestasi dalam jumlah yang lebih besar tanpa harus menyiksa diri dengan menahan lapar demi penghematan.

3. Menahan Diri untuk Tidak FOMO

Tantangan lain bagi seorang pekerja muncul ketika karier mulai menunjukkan kemajuan. Peningkatan karier ini kerap kali diikuti dengan kenaikan taraf hidup.

Ketika penghasilan bertambah, seringkali muncul dorongan kuat untuk memenuhi tuntutan gengsi, seperti membeli motor atau mobil baru, mengganti handphone demi mengikuti tren terbaru, atau sering nongkrong di tempat mahal. Semua ini dipicu oleh ketakutan ketinggalan zaman, atau yang kini dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out).

Linda Homiya menyarankan untuk berani mematikan “tombol haus validasi” atau keinginan untuk dipandang hebat oleh orang lain. Ketika penghasilan meningkat, kunci gaya hidup agar tetap stabil pada level sebelumnya.

Prinsipnya adalah lebih baik menjadi kaya secara diam-diam dengan keuangan yang sehat, daripada terlihat kaya di media sosial namun sebenarnya terlilit cicilan yang belum lunas. Ingatlah, pujian dari teman tidak akan pernah bisa digunakan untuk membayar kebutuhan makan sehari-hari.

4. Mulailah Membangun Pohon Aset

Tahukah Anda bahwa gaya hidup frugal living tidak perlu dijalani selamanya, melainkan hanya sebagai komitmen dan pengorbanan sementara? Linda Homiya secara konsisten menyisihkan kelebihan uang gajinya, tidak untuk disimpan begitu saja di rekening biasa, melainkan dialokasikan ke dalam instrumen pasar modal seperti saham pembagi dividen, obligasi, dan reksa dana.

Linda Homiya mengibaratkan investasi ini seperti menanam sebuah “pohon aset” yang berorientasi pada masa depan. Pohon ini nantinya akan dipupuk atau ditabung, kemudian hasilnya akan dipanen di masa depan.

Sekarang, tugas kita adalah mengikuti jejaknya dalam menjalani frugal living. Terlebih lagi, masa muda yang penuh energi ini bisa terus digunakan untuk menyiram, merawat, dan membesarkan pohon aset tersebut dengan disiplin menyisihkan modal investasi. Ketika pohon aset ini sudah tumbuh besar, kita bisa dengan leluasa memetik “buahnya” berupa passive income (pendapatan pasif) yang rutin untuk menopang seluruh biaya hidup. Hasilnya, kita dapat menikmati masa pensiun dengan tenang, damai, dan merdeka secara finansial, tanpa perlu lagi memikirkan pekerjaan kantoran yang menguras energi.

Cara sukses hidup hemat ala Linda Homiya ini tentunya sangat menginspirasi kita untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangan. Prinsip-prinsip frugal living yang dibagikan memberikan pemahaman baru mengenai gaya hidup hemat yang seringkali dianggap ekstrem.

Artikel menarik Lainnya