Skincapedia.com – Memiliki akun media sosial kedua atau second account kini sudah menjadi hal yang lumrah. Banyak individu memilih membuat akun tambahan demi menjaga privasi yang lebih baik dibandingkan akun utama mereka. Akun ini biasanya hanya diikuti oleh lingkaran pertemanan terdekat, atau digunakan sebagai wadah untuk menjadi diri sendiri tanpa adanya tekanan sosial.
Kebiasaan memiliki second account ini ternyata dapat mengindikasikan beberapa ciri kepribadian seseorang. Meskipun bukan merupakan patokan mutlak, berbagai riset telah menunjukkan adanya korelasi antara cara seseorang memanfaatkan media sosial dengan kebutuhan emosional serta bagaimana mereka membentuk identitas diri. Mari kita telaah tiga ciri kepribadian orang yang memiliki second account.
1. Menghargai Privasi

Individu yang memiliki second account cenderung lebih mengutamakan dan menghargai privasi mereka. Mereka mungkin bersikap lebih tertutup di akun utama (first account), namun secara aktif tetap berbagi momen kehidupan pribadi dengan teman-teman terdekat melalui akun kedua.
Menurut informasi dari laman Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, orang dengan second account lebih cermat dalam menjaga privasi. Hal ini memungkinkan mereka untuk membangun citra diri atau branding dengan lebih leluasa menggunakan nama akun anonim. Kebebasan berekspresi ini dapat mengurangi rasa malu, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu menghilangkan perasaan insecure.
2. Bisa Jadi Sedang Mencari Tempat untuk “Lepas”

Berdasarkan sejumlah jurnal penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa banyak orang cenderung menampilkan citra diri yang ideal, konten yang menarik secara estetika, dan berfokus pada eksistensi publik di akun utama mereka. Sebaliknya, akun kedua seringkali dibuat sebagai sarana untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas dan tanpa beban. Akun kedua dianggap sebagai ruang pribadi yang lebih aman dari tekanan-tekanan sosial yang mungkin dihadapi di akun utama.
3. Kadang Punya Rasa Insecure

Dalam beberapa kasus, orang yang memiliki second account mungkin juga mengalami rasa insecure. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengindikasikan bahwa media sosial yang cenderung menampilkan sisi positif seseorang dapat memicu perasaan insecure pada pengguna lain, termasuk saat akan mengunggah foto. Hal ini mendorong pengguna untuk terlebih dahulu memastikan kelayakan foto untuk diunggah di akun utama, seperti Instagram, dan hanya membagikan foto-foto yang dinilai estetik.
Meskipun demikian, Damar Anggiafitri Yulissusanti, SPsi, MPsi, seorang Psikolog dari Universitas Dian Nuswantoro, menekankan bahwa penggunaan second account untuk mencurahkan isi hati tetap harus memiliki batasan. Hal ini dikarenakan tidak semua curhatan akan mendapatkan respons yang positif. Untuk masalah yang sangat pribadi, disarankan untuk dibagikan kepada orang terdekat atau tenaga profesional yang berkompeten.
