Skincapedia.com – Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, berdasarkan laporan dari World Bank (Atlas of Sustainable Development Goals 2023). Tanpa disadari, penggunaan plastik seringkali melebihi kebutuhan riil melalui kebiasaan sehari-hari. Tindakan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghasilkan tumpukan sampah plastik yang sulit terurai, memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan berbagai sektor kehidupan.
Dalam rangka memperingati World Environment Day, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang ternyata berdampak besar bagi lingkungan. Artikel ini akan mengulas empat kebiasaan yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam penggunaan plastik.
1. Terbiasa dengan Kantong Plastik saat Belanja

Masih banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan kantong plastik saat berbelanja di pasar tradisional maupun minimarket, meskipun hanya membeli satu atau dua barang. Kebiasaan ini masih sering ditemui, padahal kantong plastik tersebut umumnya hanya dipakai sebentar sebelum akhirnya dibuang.
Membawa tas belanja sendiri merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah plastik setiap harinya.
2. Membeli Produk Sachet

Produk-produk dalam kemasan sachet, seperti kopi instan, sampo, hingga bumbu dapur, sangat populer dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang di Indonesia. Kepraktisan dan keterjangkauan harga menjadi alasan utama kepopulerannya.
Namun, kemasan sachet menghasilkan volume sampah yang lebih besar dan cenderung sulit untuk didaur ulang. Jika memungkinkan, masyarakat diimbau untuk memilih produk isi ulang atau kemasan yang lebih besar. Hal ini akan sangat membantu dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan setiap hari.
3. Menggunakan Sedotan Plastik

Sedotan plastik termasuk salah satu jenis sampah yang paling sering ditemukan dalam tumpukan sampah. Banyak orang masih memilih menggunakan sedotan, bahkan untuk minuman yang sebenarnya dapat dinikmati langsung tanpa bantuan sedotan.
Saat ini, telah tersedia berbagai alternatif sedotan yang lebih ramah lingkungan, seperti sedotan yang terbuat dari bahan stainless steel, kaca, bambu, atau silikon.
4. Sering Membeli Air Mineral Kemasan

Air minum dalam kemasan memang menawarkan kepraktisan, terutama ketika seseorang sedang bepergian. Namun, kebiasaan membeli air mineral dalam botol plastik setiap hari dapat berujung pada produksi sampah dalam jumlah yang sangat besar.
Menggunakan tumbler atau botol minum isi ulang dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan sekaligus membantu menghemat pengeluaran pribadi. Kebiasaan lain apa saja yang menurut Anda turut menyumbang pada borosnya penggunaan plastik?
