Home » Somethinc Niacinamide 10%: Bedah Ingredients Pentingnya

Somethinc Niacinamide 10%: Bedah Ingredients Pentingnya

Somethinc Niacinamide 10%: Bedah Ingredients Pentingnya

Skincapedia.com – Somethinc merupakan salah satu brand produk kecantikan lokal yang semakin dikenal luas di Indonesia. Meskipun tergolong baru, diluncurkan pada tahun 2019 oleh PT. Royal Pesona Indonesia, produk-produknya telah berhasil mencuri perhatian konsumen. Salah satu produk yang paling banyak dibicarakan adalah serumnya, termasuk Somethinc Niacinamide.

Brand ini menawarkan berbagai pilihan serum unggulan seperti Somethinc Niacinamide, Somethinc Hyaluronic B5, Somethinc AHA BHA, Somethinc Gold Essence, Buchiol Oil Serum, dan yang terbaru di tahun 2020, Somethinc Retinol. Artikel ini akan fokus mengupas tuntas kandungan dalam Somethinc Niacinamide 10%.

Somethinc Niacinamide 10% hadir dengan daftar bahan yang terbilang singkat, hanya terdiri dari 10 ingredients. Bahan aktif utamanya adalah Niacinamide dengan konsentrasi 10%, serta diperkaya dengan ekstrak beet. Keunggulan lainnya, produk ini telah terdaftar di BPOM dan mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI, menjadikannya pilihan yang aman dan sesuai bagi konsumen muslim.

Somethinc Niacinamide 10%. Foto by ifaa__ FD member

Mari kita telaah satu per satu kandungan yang terdapat dalam Somethinc Niacinamide 10%:

Aqua, Allantoin, EDTA, Niacinamide, Hydroxyethylcellulose, Glycerin, Butylene Glycol, Fructooligosaccharides, Beta Vulgaris Toot Extract(beet) , Phenoxyethanol

Penjelasan Ingredients Somethinc Niacinamide

Aqua

Sebagai bahan pelarut utama, Aqua atau air merupakan komponen fundamental dalam formulasi produk perawatan kulit. H2O berfungsi untuk melarutkan bahan-bahan lain agar tercampur dengan baik dan dapat diaplikasikan ke kulit.

Allantoin

Allantoin adalah senyawa alami yang dapat ditemukan pada berbagai sumber, termasuk tumbuhan seperti tanaman comfrey. Senyawa ini dikenal memiliki kemampuan menenangkan kulit dan merangsang regenerasi sel kulit baru, sehingga efektif dalam mempercepat penyembuhan luka ringan pada kulit.

EDTA

EDTA, atau ethylenediaminetetraacetic acid, adalah agen pengkelat (chelating agent). Fungsinya adalah mengikat ion logam, seperti kalsium dan magnesium, yang mungkin terdapat dalam air atau bahan lain. Dengan menonaktifkan ion-ion ini, EDTA membantu menjaga stabilitas pH, mencegah perubahan bau dan tekstur produk, serta memperpanjang umur simpan produk.

Niacinamide

Niacinamide, atau Vitamin B3, adalah bintang utama dalam serum ini dengan konsentrasi 10%. Bahan ini memiliki kemampuan penetrasi yang baik sehingga sangat efektif untuk perawatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa niacinamide sudah menunjukkan efek positif bahkan pada konsentrasi 2%. Konsentrasi 10% merupakan batas maksimum yang direkomendasikan untuk penggunaan topikal, namun perlu diperhatikan potensi efek sampingnya.

Fakta-fakta mengenai Niacinamide:

  • Menurut penelitian Gehring (2004), penggunaan niacinamide topikal dapat meningkatkan sintesis ceramide, yaitu lapisan lipid pelindung kulit. Ini membantu melindungi kulit dari infeksi dan mencegah kehilangan kelembapan alami.
  • Draelos (2006) menemukan bahwa niacinamide 2% dapat mengurangi produksi sebum, yang secara tidak langsung membantu mencegah jerawat dan breakout. Pengendalian minyak berlebih juga berdampak positif pada penampakan pori-pori.
  • Pada konsentrasi 5%, niacinamide terbukti dapat menyamarkan kerutan di wajah, berfungsi sebagai agen anti-aging (Bisset, 2004).
  • Navarette-Solis (2011) melaporkan bahwa niacinamide 4% efektif mengurangi hiperpigmentasi atau melasma pada 44% partisipan setelah 8 minggu pemakaian rutin.
  • Carraway (2004) menyatakan bahwa niacinamide 4% dapat mengurangi jerawat jenis papula dan pustula.

Potensi Efek Samping Niacinamide

Umumnya, penelitian merekomendasikan penggunaan niacinamide pada konsentrasi 2-5%. Untuk kulit sensitif, disarankan mencari produk dengan konsentrasi yang lebih rendah, meskipun tingkat sensitivitas setiap individu berbeda. Penelitian yang lebih baru mungkin tersedia untuk memberikan pandangan yang lebih mutakhir.

Penggunaan niacinamide pada level tinggi berpotensi meningkatkan level histamin, yang bisa memicu reaksi alergi pada sebagian orang, terutama yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi (Tian, 2013). Oleh karena itu, jika ingin menggunakan niacinamide dengan konsentrasi 10%, konsultasi dengan dokter kulit sangat disarankan.

Hydroxyethylcellulose

Bahan ini berasal dari selulosa, komponen utama dinding sel tumbuhan. Fungsinya adalah sebagai pengental untuk memberikan tekstur yang pas pada produk serum, agar tidak terlalu encer.

Glycerin

Glycerin adalah humektan yang dapat diperoleh dari sumber nabati maupun hewani. Sebagai bahan yang tergolong aman dan halal, glycerin berfungsi untuk menarik dan mengunci kelembapan di kulit, menjadikannya tetap terhidrasi.

Butylene Glycol

Meskipun berasal dari minyak bumi, butylene glycol dianggap aman untuk digunakan dalam kosmetik karena memiliki risiko iritasi yang rendah. Bahan ini berfungsi sebagai pelarut dan pengencer dalam formulasi produk.

Fructooligosaccharides (FOS)

Dalam industri pangan, FOS dikenal sebagai pemanis alternatif. Dalam skincare, bahan yang diekstrak dari buah-buahan dan sayuran ini berfungsi sebagai kondisioner kulit, pelembap, dan pelindung kulit. FOS juga sering dikaitkan dengan prebiotik dan memiliki sifat menghidrasi.

Beta Vulgaris Toot Extract (beet)

Ekstrak bit ini kaya akan zat besi, fosforus, dan protein. Kandungan ini dapat memberikan rona alami pada kulit, menjaganya tetap halus, mencegah jerawat, serta kaya akan antioksidan.

Phenoxyethanol

Phenoxyethanol adalah pengawet yang umum digunakan dalam produk kosmetik. Bahan ini dianggap aman digunakan selama konsentrasinya tidak melebihi 2%.

Kesimpulan

Dari keseluruhan 10 ingredients, hanya tiga yang mungkin menimbulkan pertanyaan. EDTA, meskipun penting untuk stabilitas produk, terkadang menjadi perhatian. Namun, CIR Expert Panel menyatakan EDTA aman digunakan dalam kosmetik asalkan tidak tertelan. Jika Somethinc memilih menggunakan purified water atau deionized water, mungkin EDTA tidak lagi diperlukan.

Posisi EDTA di urutan ketiga dalam daftar bahan menimbulkan spekulasi mengenai konsentrasi niacinamide di urutan keempat. Namun, kepastian konsentrasi bahan aktif hanya diketahui oleh pihak produsen.

Peringatan Penting

Niacinamide sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan produk yang mengandung bahan aktif AHA dan BHA, atau serum Vitamin C murni (dengan bahan aktif Ascorbic Acid). Hal ini karena niacinamide bekerja optimal pada pH netral, sementara AHA, BHA, dan Vitamin C murni membutuhkan pH asam untuk bekerja efektif. Penggunaan bersamaan dapat menyebabkan efek saling meniadakan (cancel-out), sehingga kedua bahan menjadi sia-sia.

Namun, jika produk tersebut memang diformulasikan dengan menggabungkan niacinamide, AHA, BHA, dan Vitamin C dalam satu botol, maka formulasi tersebut sudah dirancang sedemikian rupa agar semua bahan aktif dapat bekerja dengan baik.

Meskipun demikian, banyak pengguna yang cocok dan memberikan ulasan positif terhadap Somethinc Niacinamide 10%. Di platform review seperti Female Daily, produk ini mendapatkan rating 4.1 dari 5 bintang, dengan rekomendasi dari lebih dari 2500 pengguna. Brand yang tergolong baru ini telah berhasil menarik banyak konsumen.

Secara keseluruhan, Somethinc Niacinamide 10% menawarkan kualitas yang setara dengan brand internasional dengan harga yang terjangkau. Keunggulan lainnya adalah produk ini fungal acne safe.

✔️ Beli di Official Store

Artikel menarik Lainnya