Home » Acnes Derma Care: Cek Ingredients Essence Anti Blemish

Acnes Derma Care: Cek Ingredients Essence Anti Blemish

Acnes Derma Care: Cek Ingredients Essence Anti Blemish

Skincapedia.com – Acnes, merek yang dikenal dengan produk perawatan kulit berjerawat, kini turut meramaikan pasar serum vitamin C dengan meluncurkan produk terbarunya, Acnes Derma Care Anti Blemish Essence. Meskipun namanya “Essence”, produk ini sejatinya berfungsi sebagai serum yang kaya akan kandungan vitamin C dosis tinggi.

Acnes Derma Care Anti Blemish Essence. Foto by Victoriassugianto FD Member

Produk ini diklaim mampu membantu memudarkan noda bekas jerawat, mencerahkan kulit, serta meratakan warna kulit berkat kandungan vitamin C-nya. Selain itu, Acnes Derma Care Anti Blemish Essence juga dilengkapi dengan Salicylic Acid yang efektif merawat kulit berjerawat, dan Hydrolyzed Royal Jelly Protein yang berfungsi mengurangi risiko iritasi pada kulit.

Berdasarkan tinjauan di Female Daily, produk ini mendapatkan rating yang sangat baik, yaitu 4,4 dari 5 bintang. Sebanyak 98% dari 66 pengguna setuju bahwa produk ini memberikan hasil yang memuaskan. Untuk harga, produk ini dibanderol sekitar Rp 60.000 untuk kemasan 20ml.

Penjelasan Ingredients Acnes Derma Care Serum

Ingredients:

aqua, propylene glycol, propanediol, butylene glycol, 3-0-ethyl ascorbic acid, sodium citrate, salicylic acid, hydroxypropyl methylcellulose, citric acid, sodium metabisulfite, disodium edta, hydrolized royal jelly protein, phenoxyethanol

Bahan Aktif

3-0-ethyl ascorbic acid

Dikenal juga sebagai ethyl ascorbic acid (EA), turunan vitamin C ini merupakan salah satu bentuk yang paling stabil. Keunggulannya adalah tidak menimbulkan sensasi tingling atau perih yang sering dialami pengguna vitamin C murni. EA bekerja dengan cara menembus kulit dan kemudian diubah menjadi vitamin C murni, sehingga menghasilkan manfaat:

  • Sebagai antioksidan kuat.
  • Membantu mencerahkan kulit (skin-whitening).
  • Memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Merangsang produksi kolagen.

Para ahli menyebutkan bahwa EA sangat efektif sebagai agen pencerah kulit karena kemampuannya menghambat aktivitas enzim tyrosinase, yang berperan dalam pembentukan pigmen melanin. Berikut adalah tabel yang menunjukkan perbandingan pengaruh tiga jenis vitamin C terhadap aktivitas tyrosinase:

Pengaruh prosentase 3 jenis Vit C pada aktivitas tyrosinase. Sumber: Selco PDF

Data menunjukkan bahwa konsentrasi 1% EA mampu menghambat aktivitas tyrosinase sebesar 95,7%. Angka ini sedikit di bawah Pure Vitamin C, namun jauh melampaui Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP).

Salicylic Acid

Salicylic Acid (SA) dikenal sebagai gold-standard ingredient untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Manfaat utamanya meliputi:

  • Bertindak sebagai eksfolian yang bekerja efektif baik di permukaan kulit maupun di dalam pori-pori.
  • Memiliki potensi sebagai agen anti-inflamasi.
  • Lebih efektif dalam menangani blackhead dibandingkan jerawat meradang.
  • Untuk jerawat yang membandel, SA dapat dikombinasikan dengan agen antibakteri lain seperti benzoyl peroxide atau azelaic acid.
  • Konsentrasi 0,5-2% sudah cukup efektif dan cenderung aman untuk penggunaan harian.
  • Konsentrasi 2% merupakan batas maksimum untuk produk perawatan kulit umum, sementara produk treatment khusus bisa memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.

Hydrolyzed Royal Jelly Protein

Ini adalah molekul protein dari royal jelly yang telah dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil. Ukurannya yang lebih kecil memungkinkan penetrasi yang lebih baik ke dalam kulit dan kemampuan mengikat air (water-binding) yang tinggi, sehingga sangat efektif dalam menghidrasi kulit. Studi in-vitro juga menunjukkan potensinya dalam memperbaiki tekstur kulit yang kasar dan kering dengan cara menstimulasi imunitas intraseluler untuk melindungi kulit dari stres oksidatif.

Bahan Pelengkap

  • Aqua: Pelarut utama.
  • Propylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan. Bahan ini berasal dari turunan minyak bumi.
  • Propanediol: Merupakan alternatif alami pengganti propylene glycol, berfungsi sebagai humektan, dan dibuat dari gula jagung.
  • Butylene Glycol: Memiliki fungsi dan asal yang serupa dengan propylene glycol, namun umumnya lebih lembut di kulit.
  • Sodium Citrate: Berfungsi sebagai pengatur pH. Konsentrasi yang direkomendasikan untuk menjaga stabilitas ethyl ascorbic acid adalah sekitar 1%.
  • Hydroxypropyl Methylcellulose: Berfungsi untuk meningkatkan kekentalan formula.
  • Citric Acid: Pengatur pH.
  • Sodium Metabisulfite: Bertindak sebagai pengawet.
  • Disodium EDTA: Berfungsi menetralkan ion logam yang dapat mengganggu kestabilan formula.
  • Phenoxyethanol: Pengawet dengan konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah 2%.

Kesimpulan

✔️ Produk ini mengandung vitamin C yang stabil, yaitu Ethyl Ascorbic Acid (EA). EA bekerja optimal pada rentang pH 5-6, yang mendekati pH alami kulit. Hal ini berarti:

  1. Produk ini seharusnya tidak menyebabkan rasa perih, panas, iritasi, atau rasa tidak nyaman lainnya, serta tidak meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya matahari.
  2. EA dapat dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti niacinamide, BHA, bahkan retinol, karena bahan-bahan tersebut juga bekerja baik pada pH 5-6, sehingga tidak saling mengganggu atau meningkatkan risiko iritasi.
  3. Namun, disarankan untuk tidak melapisi produk ini langsung dengan AHA. AHA bekerja optimal pada pH 3-4. Jika dikombinasikan dengan EA, pH AHA akan meningkat sehingga efektivitasnya berkurang.

✔️ Meskipun stabil, produk yang mengandung EA sebaiknya tetap disimpan di tempat yang kering dan bersuhu di bawah 20°C untuk menjaga stabilitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama.

✔️ Kombinasi vitamin C dan salicylic acid dalam produk ini tidak hanya membantu mencerahkan kulit dan mencegah post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), tetapi juga sangat baik untuk merawat kulit yang rentan berjerawat.

✔️ Formula yang sederhana.

✔️ Bebas alkohol dan pewangi.

✔️ Aman untuk fungal acne.

✔️ Cocok untuk kulit berminyak karena kandungan BHA membantu mengontrol minyak.

✔️ Tidak membuat kulit kering, berkat kandungan royal jelly dan bahan pelengkap yang bersifat humektan.

Sumber referensi: incidekoder, researchGate, Selco PDF

Artikel menarik Lainnya