Skincapedia.com – Memahami kandungan dalam produk perawatan kulit adalah kunci untuk memilih yang tepat. White Story Hydrating Face Essence hadir dengan klaim mampu memberikan kelembapan ekstra, mencerahkan, meningkatkan elastisitas, merawat kekencangan, serta mengontrol produksi minyak. Produk ini diklaim cocok untuk berbagai kondisi kulit, mulai dari dehidrasi yang bisa dialami semua jenis kulit, hingga kulit kusam, kasar, bergaris halus, kerutan, serta kulit kering dan mengelupas. Dengan label Dermatologically Tested dan nomor registrasi BPOM NA18201206110, produk ini menawarkan ukuran 30ml dengan harga sekitar Rp 43.000.
White Story Hydrating Face Essence
|
|
| White Story Hydrating Face Essence. Sumber: shopee |
Klaim Produk:
- Memberi kelembaban ekstra pada kulit
- Mencerahkan kulit
- Membantu meningkatkan elastisitas kulit wajah
- Merawat kekencangan kulit wajah
- Membantu mengontrol produksi minyak
Diklaim sesuai untuk kulit dengan kondisi:
- Dehidrasi, yang tidak hanya bisa terjadi pada kulit kering, tetapi bisa terdapat pada semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak. Cirinya adalah kulit terasa kencang dan terasa tidak nyaman.
- Kusam
- Kasar
- Terdapat garis halus & kerutan
- Kulit kering & mengelupas.
Cek harga? 43K. 30ml
Penjelasan Ingredients White Story Hydrating Face Essence
Ingredients:
Aqua, propylene Glycol, Galactomyces ferment filtrate, niacinamide, sodium hyaluronate, Beta glucan, fomes officinalis extract, allantoin, DMDM hydantoyn, peg-40 hydrogenated Castor oil, hexamidine diisehionate, parfum
Bahan Aktif
Galactomyces ferment filtrate.
Bahan ini kaya akan vitamin, asam amino, mineral, antioksidan, dan asam-asam organik. Fungsinya adalah membantu melindungi kulit dari kerusakan. Selain itu, Galactomyces dapat meningkatkan produksi hyaluronic acid dalam kulit, yang berkontribusi pada kelembapan, elastisitas, dan kesehatan kulit. Bahan ini juga mampu menstimulasi Natural Moisturizing Factor (NMF) yang krusial untuk kesehatan skin-barrier.
niacinamide.
Dikenal sebagai Vitamin B3, niacinamide memiliki fungsi skin brightening dan bertindak sebagai cell-communicator ingredient. Bahan ini dapat memicu sintesis ceramide, komponen penting kulit yang berfungsi sebagai skin-barrier. Niacinamide juga berperan sebagai regulator sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-acne.
sodium hyaluronate.
Merupakan skin-identical ingredient yang secara alami diproduksi oleh kulit, namun produksinya dapat menurun akibat faktor lingkungan, gaya hidup, dan penuaan. Penggunaan sodium hyaluronate dalam produk perawatan kulit diharapkan dapat menggantikan atau menambah jumlah hyaluronan di kulit, sehingga menjaga hidrasi.
Beta glucan.
Senyawa yang berasal dari tumbuhan serealia seperti padi dan oatmeal ini kaya akan antioksidan. Beta glucan umum digunakan dalam produk anti-aging untuk kulit sensitif karena kemampuannya menghidrasi, menenangkan (soothing), mengencangkan (firming), serta memberikan efek kenyal (plumping). Bahan ini juga berperan dalam mempercepat penyembuhan luka, serta memiliki sifat anti-iritasi dan anti-inflamasi.
fomes officinalis extract.
Ekstrak jamur agarikon ini memiliki properti astringent yang potensial. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 3% Agaricon dapat meringkas pori hingga 54%. Keunggulannya, ekstrak ini tidak menyebabkan kulit kering, melainkan membentuk lapisan pelembap di permukaan kulit, menjadikan kulit terasa lembut dan kenyal (soft dan supple).
allantoin.
Senyawa natural yang dapat ditemukan pada tanaman Comfrey ini memiliki sifat menenangkan kulit (skin soothing), anti-inflamasi, dan membantu proses pemulihan luka.
hexamidine diisehionate.
Bahan ini memiliki spektrum antibakteri yang luas dan efektif mengontrol perkembangan bakteri penyebab jerawat pada konsentrasi 0,1%. Selain itu, ia juga bersifat anti-fungal, anti-dandruff, dan berfungsi sebagai penguat pengawet (preservatives booster).
Bahan pelengkap
- Aqua
- propylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
- DMDM hydantoyn. Merupakan pengawet yang dapat melepaskan formaldehida.
- peg-40 hydrogenated Castor oil. Berfungsi sebagai pengemulsi.
- parfum
Kesimpulan
Secara sekilas, bahan aktif dalam White Story Hydrating Face Essence memiliki kemiripan dengan produk seperti White Lab Hydrating Essence dan Everwhite Hydrating Face Essence. Perbedaan utama terletak pada adanya beta-glucan pada White Story, yang tidak ditemukan di Whitelab dan diganti dengan d-panthenol pada Everwhite. Komposisi lainnya cenderung sama, hanya urutannya yang berbeda.
Di antara ketiga face essence yang mirip ini, White Story memiliki daftar bahan pelengkap yang paling sederhana, tidak menyertakan Disodium EDTA. Pengawet yang digunakan pun sama, yaitu DMDM hydantoyn pada ketiganya.
Jika Anda cocok menggunakan dua essence sebelumnya (White Lab dan Everwhite), ada kemungkinan White Story Hydrating Face Essence juga akan cocok. Namun, perlu diingat bahwa meskipun komposisinya mirip, persentase masing-masing bahan bisa berbeda, sehingga hasilnya bisa bervariasi.
White Story menawarkan kesan yang lebih terjangkau, meskipun ukurannya lebih mungil, yaitu 30ml.
Produk ini bebas alkohol, bebas paraben, oil-free, dan non-comedogenic, sehingga cukup membantu untuk kulit berminyak dan berjerawat berkat kandungan Agaricon dan hexamidine.
Meskipun diklaim aman untuk ibu hamil dan menyusui, perlu dicatat adanya DMDM hydantoin yang sebagian kalangan menganggap kurang ramah untuk ibu hamil/menyusui. Kebenaran mutlak tetap hanya milik Tuhan.
Periode setelah dibuka (PAO) produk ini adalah 6 bulan.
Produk ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung Galactomyces dan peg-40 hydrogenated Castor oil.
Untuk pembelian produk asli, disarankan melalui Official store.
|
|
| Di dalam kemasan masih terdapat tutup pelindung tambahan. |


