Skincapedia.com – White Story Acne Facial Wash hadir sebagai solusi pembersih wajah yang diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah jerawat dan minyak berlebih, dengan menggabungkan kekuatan Niacinamide dan Salicylic Acid (BHA).
Produk ini dirancang untuk membersihkan kulit secara efektif dari minyak, debu, dan kotoran yang menumpuk, tanpa menyebabkan sensasi kering yang berlebihan. Selain itu, White Story Acne Facial Wash juga berfokus pada perawatan kulit berjerawat, membantu mencerahkan wajah, serta menjaga kekencangan dan kehalusan kulit.
|
|
| White Story Acne Face Wash. Sumber: shopee |
Penggunaan produk ini sangatlah mudah. Cukup tuangkan Acne Facial Wash secukupnya ke telapak tangan, busakan dengan sedikit air, lalu pijat lembut ke seluruh area wajah. Bilas hingga bersih untuk hasil yang optimal.
Dengan harga sekitar Rp 35.000 untuk kemasan 60gr, produk ini menawarkan nilai yang menarik bagi konsumen yang mencari solusi perawatan kulit berjerawat yang terjangkau.
Penjelasan Ingredients White Story Acne Face Wash
Ingredients:
Aqua, lauric acid, palmitic acid, cocamidopropyl betaine, potassium hydroxide, niacinamide, stearic acid, glyserine, sodium Laureth sulfate, sodium citrate, styrene/acrylates Copolymer, salicylic acid, cocamide DEA, parfum, disodium cocoyl glutamate, Glycol distearate, moringa oleifera leaf extract, glutathione.
Bahan Aktif Unggulan
Niacinamide
Dikenal sebagai Vitamin B3, Niacinamide memiliki segudang manfaat untuk kulit. Ia efektif dalam mencerahkan kulit, merangsang sintesis kolagen untuk menjaga elastisitas, mengatur produksi sebum yang berlebih, serta memiliki sifat anti-inflamasi yang ampuh melawan jerawat.
Salicylic Acid (BHA)
Sebagai Beta Hydroxy Acid (BHA), Salicylic Acid memiliki kemampuan unik untuk meresap ke dalam pori-pori kulit. Ia bekerja dengan cara membuka sumbatan pori-pori yang disebabkan oleh minyak dan sel kulit mati, sekaligus mengangkat kotoran. Sifatnya yang oil-control, anti-inflamasi, dan antibakteri menjadikannya bahan aktif populer dalam produk perawatan kulit anti-jerawat.
Moringa Oleifera Leaf Extract (Ekstrak Daun Kelor)
Ekstrak daun kelor kaya akan antioksidan, serta kandungan Vitamin A, C, dan E. Nutrisi ini berperan penting dalam menutrisi kulit, mencerahkan, menghaluskan tekstur kulit, dan memberikan perlindungan terhadap efek buruk radikal bebas serta paparan sinar UV.
Glutathione
Glutathione adalah peptide yang tersusun dari tiga asam amino: cysteine, glutamic acid, dan glycine. Ketika diaplikasikan secara topikal, glutathione berfungsi sebagai agen pemulih dan pencerah kulit. Ia juga merupakan antioksidan potensial yang dapat membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini pada kulit.
Agen Surfaktan Pendukung
SOAP/Sabun
Terbentuk dari reaksi saponifikasi antara asam lemak (lauric acid, palmitic acid, stearic acid) dengan potassium hydroxide (KOH). Termasuk dalam jenis surfaktan anionik, ia menawarkan daya bersih yang kuat dan busa yang melimpah, namun memiliki pH yang bersifat basa (sekitar 9).
Cocamidopropyl Betaine
Merupakan surfaktan amfoterik yang berfungsi sebagai peningkat busa (foam booster) dan agen pembersih yang lembut (mild cleansing agent) dengan tingkat iritasi yang rendah. Surfaktan ini juga membantu menciptakan formula pembersih dengan pH rendah dan bersifat biodegradable serta ramah lingkungan.
Sodium Laureth Sulfate (SLES)
Termasuk dalam kategori surfaktan anionik, SLES memiliki daya bersih yang baik dan menghasilkan busa yang melimpah dengan harga yang terjangkau. Dibandingkan dengan SLS (Sodium Lauryl Sulfate), SLES dianggap sedikit lebih lembut.
Cocamide DEA
Berfungsi sebagai peningkat busa (foam booster) dan ko-surfaktan. Biasanya dikombinasikan dengan surfaktan anionik untuk meningkatkan kualitas busa dan efektivitas pembersihan.
Disodium Cocoyl Glutamate
Ko-surfaktan yang dibuat dari asam amino glutamic acid. Surfaktan ini efektif dalam mengurangi efek keras yang mungkin ditimbulkan oleh SLS/SLES, sehingga membantu menciptakan formula pembersih yang lebih lembut dan aman untuk kulit sensitif, bahkan kulit bayi.
Bahan Pelengkap Lainnya
- Aqua: Air sebagai pelarut utama.
- Glycerin: Berfungsi sebagai pelarut, bersifat skin identical, dan bertindak sebagai humektan yang menarik kelembapan ke kulit.
- Sodium Citrate: Garam dari citric acid yang berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman (pH) dalam formula produk.
- Styrene/Acrylates Copolymer: Berfungsi sebagai skin conditioner.
- Parfum: Memberikan aroma pada produk.
- Glycol Distearate: Berperan sebagai pengemulsi, membantu mengentalkan produk, sekaligus memberikan efek opacifier (membuat produk tidak transparan) dan pearling agent (memberikan tampilan putih seperti mutiara yang glossy).
Kesimpulan
✔️ White Story Acne Face Wash menggunakan kombinasi lima agen surfaktan, termasuk formula berbasis sabun dan sulfat, yang memberikan daya bersih kuat untuk mengangkat minyak dan kotoran secara efektif.
✔️ Kehadiran salicylic acid dalam formulanya sangat membantu mengatasi penyumbatan pori-pori dan menargetkan bakteri penyebab jerawat.
✔️ Produk ini diperkaya dengan empat bahan aktif utama yang secara spesifik ditujukan untuk merawat kulit yang rentan berjerawat.
✔️ Sangat direkomendasikan untuk kulit berminyak dan berjerawat.
✔️ Bebas alkohol dan paraben.
❗ Perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak diformulasikan secara non-soap dan sulfate-free. Oleh karena itu, sensasi kering, kencang, atau tertarik setelah mencuci muka adalah hal yang wajar terjadi.
✔️ Untuk mengimbangi efek tersebut, disarankan untuk segera mengaplikasikan pelembap guna mengembalikan kelembapan alami kulit.
✔️ Bagi pemilik kulit kering dan sensitif, disarankan untuk mempertimbangkan pembersih wajah dengan formula non-soap dan sulfate-free.
✔️ Pastikan untuk membeli produk asli melalui official store untuk menjamin kualitas dan keasliannya.

