Home » White Story Peeling Serum: Rahasia Kulit Glowing!

White Story Peeling Serum: Rahasia Kulit Glowing!

White Story Peeling Serum: Rahasia Kulit Glowing!

Skincapedia.com – White Story Peeling Serum hadir sebagai solusi bagi Anda yang mendambakan kulit wajah cerah, bebas noda, dan bertekstur lebih halus. Produk ini diklaim mampu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, serta meratakan warna kulit. Dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp47.000 untuk kemasan 15ml, mari kita bedah lebih dalam kandungan yang ditawarkan oleh White Story Peeling Serum.

White Story Peeling Serum

White Story Peeling Serum. Sumber Shopee.

Klaim Produk:

  • Membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan kulit wajah & kotoran pada pori-pori.
  • Mencerahkan & membantu meratakan warna kulit.
  • Menyamarkan bekas jerawat.
  • Membantu meningkatkan tekstur kulit.
  • Merawat kulit berjerawat.
  • Menjaga kelembaban kulit wajah.
  • Merawat kehalusan & kekencangan kulit wajah.

Produk ini diklaim cocok untuk berbagai kondisi kulit, termasuk kulit yang kusam, memiliki noda hitam, kasar, menunjukkan garis halus dan kerutan, berjerawat, serta memiliki bekas jerawat.

Penjelasan Ingredients White Story Peeling Serum

Daftar Lengkap Bahan (Ingredients):

Aqua, ethyl alcohol, lactic acid, propylene Glycol, niacinamide, glyserine, glycolic acid, salicylic acid, allantoin, lactobionic acid, peg-40 hydrogenated Castor oil, xanthan gum, parfum, glutathione.

Bahan Aktif Unggulan:

Lactic Acid

Merupakan salah satu jenis AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang didapat dari fermentasi susu. Dibandingkan dengan glycolic acid, lactic acid memiliki ukuran molekul yang sedikit lebih besar, sehingga cenderung lebih lembut di kulit. Fungsinya adalah mengikis sel kulit mati tanpa menyebabkan kekeringan berlebih. Lactic acid juga berperan dalam menjaga kelembaban kulit dan mendukung kesehatan acid mantle serta mikrobiota kulit.

Niacinamide

Kandungan niacinamide, bahkan dalam konsentrasi 2%, sudah dianggap cukup baik untuk mendukung kesehatan skin barrier. Manfaatnya meliputi meratakan warna kulit, serta memberikan perlindungan terhadap efek buruk paparan sinar UV dan bluelight.

Glycolic Acid

Dikenal sebagai golongan AHA yang paling kuat. Ukuran molekulnya yang kecil memungkinkannya untuk menembus lapisan stratum korneum kulit dengan lebih efektif. Diketahui bahwa 1% glycolic acid saja sudah mampu memengaruhi pH pada beberapa lapisan stratum korneum.

Salicylic Acid (0,5%)

Merupakan BHA (Beta Hydroxy Acid) yang sangat efektif dalam membersihkan pori-pori yang tersumbat oleh penumpukan sel kulit mati. Salicylic acid juga dikenal mampu mengontrol produksi minyak berlebih, memiliki sifat anti-inflamasi, serta antibakteri. Kandungan ini sangat populer dalam produk yang ditujukan untuk kulit berjerawat, berminyak, berkomedo, dan untuk perawatan chemical peeling. Konsentrasi yang direkomendasikan dalam produk perawatan kulit berkisar antara 0,5% hingga 2%.

Allantoin

Senyawa alami yang memiliki kemampuan menenangkan kulit (skin soothing), meredakan peradangan (anti-inflamasi), dan membantu proses penyembuhan luka pada kulit.

Lactobionic Acid

Termasuk dalam golongan PHA (Polyhydroxy Acid) dengan konsentrasi rendah (0,1%). Fungsi utamanya lebih sebagai humektan (menarik dan menahan kelembaban), antioksidan, serta membantu menjaga keseimbangan pH mantle dan mikrobiota kulit.

Glutathione

Sering disebut sebagai “ibu” dari antioksidan, glutathione juga diproduksi secara alami oleh tubuh. Terdiri dari asam amino, fungsinya adalah melindungi tubuh dari radikal bebas. Dalam dunia skincare, manfaatnya serupa, yaitu sebagai antioksidan kuat yang melindungi kulit dari proses penuaan dini dan membantu mencegah hiperpigmentasi.

Bahan Pelengkap:

  • Aqua: Pelarut utama.
  • Ethyl Alcohol: Berfungsi sebagai pelarut yang sangat baik, peningkat penetrasi bahan aktif, pengontrol minyak, astringen kuat, dan antimikroba.
  • Propylene Glycol: Berperan sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • Glycerine: Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
  • PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Xanthan Gum: Pengental alami yang membantu meningkatkan viskositas formula.
  • Parfum: Memberikan aroma pada produk.

Kesimpulan dan Saran Penggunaan

Kombinasi 7% AHA dalam White Story Peeling Serum terdiri dari 6% Lactic Acid dan 1% Glycolic Acid. Kedua jenis AHA ini, meskipun berasal dari golongan yang sama, memiliki karakteristik yang berbeda. Lactic acid cenderung lebih lembut dibandingkan glycolic acid. Jika formulasi dibalik menjadi 6% glycolic acid dan 1% lactic acid, efeknya bisa jadi berbeda karena glycolic acid memiliki peeling power yang lebih kuat.

Perlu diketahui bahwa konsentrasi 7% AHA masih tergolong dalam kategori moderat atau level medium (5-10%). Level tinggi biasanya dimulai dari 10% ke atas, sementara level advance (di atas 30%) hanya boleh ditangani di bawah pengawasan dermatologis.

Produk ini diklaim bebas paraben dan memiliki formula oil-free serta non-comedogenic.

Cara Pakai: Tunggu 10 menit setelah aplikasi, lalu bilas. Produk ini direkomendasikan hanya untuk rutinitas malam hari (PM Routine) dan digunakan 2-3 kali seminggu.

Peringatan Penting:

  • White Story Peeling Serum mengandung alkohol. Baik chemical peeling maupun alkohol dapat berpotensi mengganggu skin barrier. Dalam produk ini, alkohol berfungsi ganda: meningkatkan efikasi peeling sekaligus berpotensi melipatgandakan efek sampingnya.
  • Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menggunakan toner yang mengandung alkohol setelah memakai serum ini.
  • Produk ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Bagi pemilik kulit sensitif, disarankan untuk mempertimbangkan kembali penggunaan produk ini.

Untuk mendapatkan produk yang asli, disarankan untuk membelinya melalui official store.

Artikel menarik Lainnya